Dosen D3 Agroindustri Laksanakan Pengabdian Masyarakat: Pengujian Mutu Oncom, Analisis Daya Simpan, dan Nilai Gizi di SMK Yadika Subang

Tim dosen Program Studi D3 Agroindustri, Jurusan Pertanian, Politeknik Negeri Subang melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat bertajuk “Pengujian Mutu Produk Oncom: Analisis Daya Simpan dan Nilai Gizi” di SMK Yadika, Kabupaten Subang.
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa dalam menguji kualitas produk pangan lokal, khususnya oncom, yang merupakan salah satu makanan tradisional Jawa Barat. Melalui kegiatan ini, siswa mendapatkan wawasan tentang standar mutu pangan, teknik pengujian laboratorium, serta faktor-faktor yang mempengaruhi daya simpan dan kandungan gizi produk.
Latar Belakang Kegiatan
Oncom adalah produk fermentasi berbasis kedelai atau ampas tahu yang memiliki cita rasa khas dan nilai gizi tinggi. Namun, kualitas oncom dapat menurun jika proses produksi dan penyimpanan tidak tepat. Oleh karena itu, diperlukan pengetahuan yang memadai mengenai pengujian mutu, analisis daya simpan, dan kandungan gizinya.
Melalui pengabdian ini, dosen D3 Agroindustri ingin memberikan pengalaman langsung kepada siswa SMK Yadika untuk melakukan analisis secara ilmiah dengan metode yang tepat.
Rangkaian Kegiatan
Kegiatan dilaksanakan secara tatap muka di laboratorium SMK Yadika dengan beberapa tahapan, antara lain:
- Penyampaian materi teori mengenai standar mutu oncom, parameter uji, dan pentingnya pengendalian kualitas.
- Praktik pengujian fisik dan organoleptik untuk menilai tekstur, aroma, rasa, dan warna oncom.
- Analisis daya simpan dengan mengamati perubahan kualitas oncom selama periode penyimpanan.
- Pengujian nilai gizi seperti kadar protein, lemak, karbohidrat, dan kadar air menggunakan metode laboratorium.
- Diskusi hasil pengujian dan rekomendasi perbaikan proses produksi.
Manfaat bagi Siswa dan Sekolah
Dengan adanya kegiatan ini, siswa SMK Yadika memperoleh:
- Pemahaman tentang mutu produk pangan dan standar keamanannya.
- Keterampilan analisis laboratorium yang dapat diterapkan di dunia kerja.
- Kesadaran pentingnya penanganan pasca-produksi untuk menjaga daya simpan dan kualitas gizi produk pangan.
Kepala sekolah SMK Yadika, mengapresiasi kegiatan ini.
“Pengalaman ini sangat bermanfaat bagi siswa kami, karena mereka dapat belajar langsung dari praktisi dan dosen yang berpengalaman di bidang pengolahan pangan,” ujarnya.
Komitmen Lanjutan
Kaprodi D3 Agroindustri, menegaskan bahwa kerjasama ini akan terus dilanjutkan untuk memberikan pelatihan dan pendampingan di bidang agroindustri, sehingga siswa dapat memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri pangan.
“Kami berharap ilmu yang diberikan dapat memotivasi siswa untuk terus mengembangkan keterampilan dan menjaga kualitas produk pangan tradisional,” ungkapnya.
HUMAS-PEDF
Dosen D3 Agroindustri Laksanakan Pengabdian Masyarakat: Pendampingan PIRT, Sertifikasi Halal, dan Perbaikan Kemasan untuk UMKM Bolu Kelapa di Desa Sadawarna
Dosen D3 Agroindustri Laksanakan Pengabdian Masyarakat: Pendampingan PIRT, Sertifikasi Halal, dan Perbaikan Kemasan untuk UMKM Bolu Kelapa di Desa Sadawarna

Tim dosen Program Studi D3 Agroindustri, Jurusan Pertanian, Politeknik Negeri Subang melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa Pendampingan Pendaftaran Legalitas PIRT, Sertifikasi Halal, dan Perbaikan Kemasan Produk bagi UMKM Bolu Kelapa di Dusun Dukuh, Desa Sadawarna, Kabupaten Subang.
Kegiatan ini merupakan wujud komitmen kampus dalam menguatkan kapasitas pelaku UMKM lokal agar mampu bersaing di pasar yang semakin kompetitif. UMKM Bolu Kelapa dipilih karena memiliki cita rasa khas yang digemari masyarakat, namun masih menghadapi tantangan dalam legalitas dan kemasan produk.
Pendampingan Langsung di Lokasi Usaha
Kegiatan pendampingan dilakukan langsung di rumah produksi Bolu Kelapa. Tim dosen bersama pelaku usaha berdiskusi mengenai pentingnya memiliki izin edar PIRT dan sertifikat halal sebagai jaminan keamanan serta kepercayaan konsumen.

Dosen D3 Agroindustri memberikan penjelasan proses pendaftaran PIRT kepada pemilik UMKM Bolu Kelapa.
Tahapan kegiatan meliputi:
- Sosialisasi pentingnya legalitas usaha untuk memperluas akses pemasaran.
- Bimbingan teknis pendaftaran PIRT melalui OSS-RBA.
- Pendampingan pengajuan sertifikasi halal sesuai prosedur LPH.
- Workshop desain kemasan agar produk terlihat lebih menarik dan informatif.
- Pembuatan prototipe kemasan baru yang lebih modern dan ramah distribusi.
Kemasan Baru, Semangat Baru
Salah satu sorotan kegiatan ini adalah perbaikan kemasan Bolu Kelapa. Desain baru dibuat lebih elegan, dengan informasi yang jelas seperti komposisi, tanggal kedaluwarsa, label halal, serta izin PIRT. Kemasan juga disesuaikan agar tahan terhadap penyimpanan dan pengiriman jarak jauh.
Manfaat Nyata bagi Pelaku UMKM
Dengan pendampingan ini, UMKM Bolu Kelapa akan memiliki:
- Legalitas resmi (PIRT dan sertifikat halal) yang membuka peluang masuk pasar modern.
- Kemasan produk profesional yang meningkatkan daya tarik konsumen.
- Pengetahuan tentang strategi pemasaran berbasis legalitas dan kualitas kemasan.
Pemilik UMKM Bolu Kelapa mengaku sangat terbantu dengan kegiatan ini.
“Dulu saya bingung bagaimana mengurus izin PIRT dan halal, apalagi soal desain kemasan. Alhamdulillah sekarang saya paham prosesnya, dan produk saya jadi lebih siap jual,” ungkap Eti pemilik usaha bolu kelapa.
Ketua tim pengabdian, Fenny Apriliani, menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan hanya memberi pengetahuan, tetapi juga memastikan UMKM benar-benar siap naik kelas.
“Kami akan terus memantau perkembangan legalitas dan kemasan produk ini. Harapannya, Bolu Kelapa Sadawarna bisa menjadi oleh-oleh khas Subang yang dikenal lebih luas,” ujarnya.
Kegiatan ini diakhiri dengan penyerahan desain kemasan baru kepada pelaku usaha, serta komitmen tim dosen untuk terus memonitor perkembangan UMKM mitra dalam mengurus legalitas dan mengembangkan produk.
HUMAS – PEDF
Prestasi Gemilang Dosen Jurusan Pertanian dalam Pendanaan Penelitian dan Hilirisasi Riset
Prestasi Gemilang Dosen Jurusan Pertanian dalam Pendanaan Penelitian dan Hilirisasi Riset

Jurusan Pertanian kembali menunjukan prestasi membanggakan dengan sejumlah dosen yang berhasil lolos mendapatkan pendanaan dari program-program bergengsi pemerintah. Pendanaan ini merupakan bukti nyata kualitas riset yang dihasilkan serta komitmen dalam mendukung pembangunan pertanian yang berkelanjutan dan berorientasi pada ekonomi hijau.
PENERIMA PENDANAAN PROGRAM HILIRISASI RISET – PENGUJIAN MODEL DAN PROTOTIPE
- Fitri Suciati Fitri berhasil memperoleh pendanaan untuk proyek hilirisasi berjudul “Nacha” Whey Fermentasi Kombucha dengan Penambahan Sari Nanas Subang.” Penelitian ini mengembangkan produk minuman fermentasi yang memanfaatkan whey, limbah hasil produksi susu, diperkaya dengan sari nanas khas Subang. Proyek ini tidak hanya menambah nilai produk hasil pertanian dan peternakan lokal tapi juga berpotensi membuka peluang bisnis baru yang inovatif.

PENERIMA PENDANAAN PROGRAM PENELITIAN BATCH II
- Rahmi Rahmawati Melalui risetnya berjudul “Optimasi Formulasi Bioaditif Minyak Atsiri Serehwangi, Cengkeh dan Nilam Subang: Solusi Lokal Bagi Green Economy Global,” Rahmi Rahmawati mengembangkan inovasi bioaditif berbahan minyak atsiri yang mendukung keberlanjutan lingkungan serta memberikan nilai tambah pada produk lokal Subang. Riset ini mengusung konsep ekonomi hijau global, yang sejalan dengan tren dan kebutuhan dunia akan solusi ramah lingkungan.
- Tita Nurmalinasari Hidayat Dengan penelitian “Menggali Nilai Kewarganegaraan dari Agrobisnis Kampung Adat: Narasi Lokal untuk Pendidikan Karakter dan Pembangunan Desa,” Tita memberikan kontribusi besar dalam menguatkan nilai kultural dan kewarganegaraan melalui agrobisnis khas desa adat. Pendekatan ini diharapkan dapat memperkuat karakter masyarakat desa sekaligus mendorong pembangunan wilayah yang berkelanjutan.
Keberhasilan para dosen Jurusan Pertanian dalam meraih pendanaan menegaskan posisi jurusan pertanian sebagai pusat riset unggulan yang mampu menghasilkan inovasi bermutu tinggi dan berdampak nyata. Selamat kepada para penerima pendanaan atas dedikasi dan kerja kerasnya. Semoga riset ini mampu mendorong kemajuan pertanian dan pembangunan desa yang berkelanjutan.
HUMAS-PEDF
PEKMAS : Pemanfaatan Pekarangan Rumah dengan Polibag Hijau dalam Mewujudkan Lingkungan Asri dan Produktif
PEKMAS : Pemanfaatan Pekarangan Rumah dengan Polibag Hijau dalam Mewujudkan Lingkungan Asri dan Produktif
Dosen dan mahasiswa Program Studi Teknologi Produksi Tanaman Pangan, Jurusan Pertanian, ikut ambil bagian dalam pengabdian masyarakat dengan mengadakan penyuluhan tentang pemanfaatan pekarangan rumah menggunakan konsep Polibag Hijau. Kegiatan ini bertujuan untuk mendorong masyarakat, terutama kalangan ibu-ibu rumah tangga di Desa Sadawarna, agar mampu mengoptimalkan lahan pekarangan yang terbatas dengan menanam komoditas sayuran yang sering dikonsumsi sehari-hari. Melalui kegiatan ini, diharapkan ketahanan pangan berkelanjutan dapat ditingkatkan dari lingkungan rumah sendiri.
Konsep Polibag Hijau
Polibag Hijau merupakan inovasi pemanfaatan polibag sebagai media tanam yang praktis dan efisien dalam skala rumah tangga atau pekarangan kecil. Konsep ini tidak hanya berfokus pada aspek produktivitas dengan menanam sayuran dan tanaman konsumsi, tapi juga berupaya menciptakan lingkungan yang lebih asri, hijau, dan estetik. Polibag fleksibel dan mudah dipindahkan, sehingga sangat cocok untuk ruang terbatas yang biasa ditemukan di lingkungan perumahan modern.
Melalui penyuluhan tersebut, masyarakat diajak untuk mulai menanam komoditas hijau dengan perawatan mudah, sehingga meskipun hanya memiliki lahan terbatas, pekarangan rumah tetap bisa dimanfaatkan secara fungsional dan memperindah lingkungan sekitar.
Peserta dan Suasana Kegiatan
Penyuluhan ini diikuti oleh wanita tani dari Desa Sadawarna sebagai peserta utama, yang selain bertujuan meningkatkan produktivitas pangan rumah tangga juga untuk menambah wawasan dalam bidang pertanian modern. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Koordinator Penyuluh Cibogo dan Penyuluh Desa Sadawarna, yang memberikan pendampingan serta dukungan teknis guna memastikan keberhasilan penyuluhan.
Suasana penyuluhan berjalan hangat dan interaktif, dengan kesempatan bagi peserta untuk belajar langsung cara menyusun media tanam, memilih jenis sayuran yang cocok, serta teknik perawatan polibag agar tanaman tumbuh optimal. Diskusi yang terjadi turut memperkaya pemahaman peserta mengenai manfaat Polibag Hijau dalam mendukung pola hidup sehat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.
Kegiatan pengabdian masyarakat ini menunjukkan komitmen dosen dan mahasiswa dalam menerapkan ilmu pertanian secara langsung kepada masyarakat, yang tidak hanya meningkatkan produktivitas pangan tetapi juga mewujudkan lingkungan yang lebih asri dan sehat. Dengan Polibag Hijau, semangat menanam di pekarangan rumah yang sempit bisa menjadi solusi cerdas bagi ketahanan pangan di tingkat rumah tangga dan mendukung pertanian berkelanjutan.
HUMAS – PEDF
Pengabdian Masyarakat Prodi Sarjana Terapan Teknologi Produksi Tanaman Pangan: Penyuluhan Pengendalian Hama Ulat Penggulung Daun Padi dengan Pestisida Nabati di Desa Cibogo
Pengabdian Masyarakat Prodi Sarjana Terapan Teknologi Produksi Tanaman Pangan: Penyuluhan Pengendalian Hama Ulat Penggulung Daun Padi dengan Pestisida Nabati di Desa Cibogo

Dosen dan mahasiswa Program Studi Teknologi Produksi Tanaman Pangan, Jurusan Pertanian, baru-baru ini melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat berupa penyuluhan pengendalian hama ulat penggulung daun padi menggunakan pestisida nabati. Kegiatan ini menjadi langkah awal yang penting untuk mendukung pertanian ramah lingkungan dan berkelanjutan di Desa Cibogo, Kecamatan Cibogo, Kabupaten Subang.
Penyuluhan ini berjalan dengan lancar dan mendapat sambutan yang sangat positif dari para petani yang hadir. Antusiasme peserta terlihat jelas, khususnya saat praktik pembuatan pestisida nabati dan sesi diskusi yang berlangsung hangat setelahnya. Dengan kegiatan ini, dosen dan mahasiswa berharap agar para petani mulai menerapkan pestisida nabati sebagai alternatif pengendalian hama yang lebih aman, sehat, dan ramah lingkungan dibandingkan dengan penggunaan pestisida kimia.
Lokasi dan Peserta Kegiatan
Penyuluhan dilaksanakan secara langsung di kediaman Bapak Wawan, anggota Kelompok Tani (Gapoktan) “Lumbung Sejahtera,” yang berlokasi di Desa Cibogo. Suasana kegiatan berlangsung sangat akrab, penuh keakraban dan semangat kebersamaan yang tinggi. Bertempat di rumah Ketua Gapoktan, kegiatan ini terasa santai namun tetap kondusif dan sangat relevan dengan lingkungan pertanian para petani sehari-hari.
Sebanyak 24 petani laki-laki tergabung dalam Gapoktan “Lumbung Sejahtera” mengikuti kegiatan penyuluhan ini. Para peserta berasal dari berbagai usia dan latar belakang pengalaman bertani. Meskipun berbeda pengalaman, secara umum mereka adalah petani aktif yang secara intensif mengelola lahan pertanian padi. Kehadiran tepat waktu dan keaktifan mereka selama sesi penyuluhan merupakan bukti tingginya antusiasme peserta.
Pendampingan dan Monitoring
Selain anggota Gapoktan, kegiatan ini juga dihadiri oleh perwakilan dari Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Cibogo yang hadir sebagai pendamping kegiatan sekaligus untuk melakukan monitoring dan evaluasi penyuluhan di tingkat desa. Kehadiran BPP memberikan dukungan tambahan dalam memastikan kegiatan berjalan sesuai tujuan dan hasilnya dapat terserap dengan baik oleh para petani.
Kegiatan pengabdian masyarakat ini tidak hanya menjadi ajang transfer ilmu dan teknologi tetapi juga memperkuat hubungan antara akademisi dengan masyarakat petani. Melalui kolaborasi ini, diharapkan pertanian di Desa Cibogo dapat lebih maju dengan menerapkan teknik pertanian yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.
HUMAS- PEDF
Seminar Nasional: Mahasiswa dan SDGs – Aksi Kecil Menuju Dampak Global di Bidang Pangan
Seminar Nasional: Mahasiswa dan SDGs – Aksi Kecil Menuju Dampak Global di Bidang Pangan

Pada Senin, 14 Juli 2025, telah berlangsung Seminar Nasional dengan tema “Mahasiswa dan SDGs: Aksi Kecil Menuju Dampak Global di Bidang Pangan” yang diselenggarakan oleh HIMAPERTA (Himpunan Mahasiswa Pertanian). Seminar ini bertujuan menginspirasi mahasiswa sebagai generasi penerus untuk berkontribusi secara nyata dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya dalam aspek ketahanan pangan.
Seminar menghadirkan narasumber kompeten di bidang ketahanan pangan. Narasumber pertama adalah Vini Pisonia, SP., MM, seorang Analis Ketahanan Pangan Ahli Muda dari Dinas Ketahanan Pangan Subang, yang membawakan materi terkait kondisi dan tantangan ketahanan pangan nasional sekaligus peluang inovasi aksi kecil dari generasi muda yang memberikan dampak besar secara global.
Narasumber kedua, Maulnan Hasbi Asshidiq, S.PT, Technical Service dari PT Malindo Feedmill Tbk, membahas peran industri peternakan dan produksi pakan dalam menjaga ketersediaan dan keberlanjutan pangan, serta pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk mewujudkan SDGs di bidang pangan.
Acara seminar dipandu oleh moderator Wawan Setiawan, SP., M.Si, dosen dari Jurusan Pertanian, yang berhasil mengalirkan diskusi interaktif dan sesi tanya jawab yang hidup antara narasumber dan peserta seminar. Keterlibatan aktif mahasiswa HIMAPERTA sebagai panitia sukses menyelenggarakan acara tersebut dengan baik dan tertib.
Seminar ini menjadi wadah penting untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa mengenai tantangan global di sektor pangan dan mendorong mereka melakukan aksi nyata, sebagai bagian dari kontribusi kecil yang berpotensi membawa perubahan besar, sesuai dengan semangat SDGs.
HUMAS – PEDF
Sambut 6 Dosen Baru di Jurusan Pertanian Politeknik Negeri Subang
Sambut 6 Dosen Baru di Jurusan Pertanian Politeknik Negeri Subang

Politeknik Negeri Subang (Polsub) kembali menghadirkan tenaga pengajar baru yang akan menguatkan kualitas pendidikan di Jurusan Pertanian. Enam dosen baru ini membawa keahlian dan pengalaman yang beragam di bidang pertanian dan ilmu pendukungnya. Berikut profil singkat dari mereka:
1. Erin Nur Fitriani, S.T.P., M.T.P – Teknologi Industri Pertanian
Erin Nur Fitriani bergabung sebagai dosen di bidang Teknologi Industri Pertanian. Dengan latar belakang pendidikan S.T.P. dan M.T.P., beliau menguasai pengolahan hasil pertanian yang berfokus pada inovasi teknologi untuk meningkatkan nilai tambah produk pertanian.
2. Muhammad Abdillah Hasan Qonit, M.T.P. – Teknologi Agroindustri
Muhammad Abdillah Hasan Qonit memiliki keahlian di bidang Teknologi Agroindustri, yang mencakup proses pengolahan dan pengemasan hasil pertanian sehingga dapat memenuhi standar industri dan pasar.
3. Inayah Rahmawati Putri Utami, M.P – Agribisnis
Inayah Rahmawati Putri Utami mengampu bidang Agribisnis dengan fokus pada aspek ekonomi dan manajemen dalam sektor pertanian. Beliau membekali mahasiswa dengan pengetahuan tentang pengelolaan bisnis pertanian yang berkelanjutan dan menguntungkan.

4. Wawan Setiawan, S.P., M.Si. – Hama Penyakit Tanaman
Wawan Setiawan memiliki spesialisasi di bidang Hama dan Penyakit Tanaman. Keahliannya sangat penting dalam melindungi tanaman dari gangguan hama dan penyakit yang dapat mengancam produksi pertanian.
5. Meridian Khairad, S.Pd., M.Si. – Matematika
Meridian Chaired mengajarkan Matematika sebagai mata kuliah penunjang di jurusan pertanian. Penguasaan matematika sangat membantu dalam analisis data, perencanaan, hingga pengembangan teknologi pertanian.
6. Faris Nur Fauzi Athallah, M.P. – Ilmu Tanah
Faris Nur Fauzi Athallah mengkhususkan diri di Ilmu Tanah, yang mempelajari sifat dan kondisi tanah serta pengelolaannya untuk mendukung pertanian yang produktif dan berkelanjutan.
Kehadiran dosen-dosen baru ini diharapkan dapat memperkuat pengajaran dan penelitian di jurusan pertanian Politeknik Negeri Subang, sehingga mencetak lulusan yang siap menghadapi tantangan dunia pertanian modern.
HUMAS JPERTA – PEDF
EFORA dan Mahapengiri: Dua Teknologi Andalan Dorong Pertanian Modern di Jawa Barat
EFORA dan Mahapengiri: Dua Teknologi Andalan Dorong Pertanian Modern di Jawa Barat

Jawa Barat terus mempercepat transformasi ekonomi melalui teknologi, termasuk di sektor pertanian. Dua inovasi mutakhir, EFORA Precision Farming dan Mahapengiri Smart Farm, hadir sebagai solusi cerdas untuk meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus mendongkrak kesejahteraan petani.
Kedua teknologi ini memiliki banyak kesamaan. Baik EFORA maupun Mahapengiri dirancang mampu bergerak di darat menggunakan Mobile Box Trailer, serta di udara dengan bantuan drone. Keduanya sangat cocok diterapkan baik di pertanian terkontrol seperti greenhouse, maupun di area open field yang luas.
Yang membuatnya istimewa, EFORA dan Mahapengiri memanfaatkan teknologi sensor canggih. Mulai dari sensor invasif untuk akuisisi data langsung, hingga sensor non-invasif berbasis multispectral. Namun, keduanya juga memiliki perbedaan signifikan.
EFORA mengandalkan pengolahan data berupa sinyal elektrik.
Mahapengiri memproses data berbasis persepsi gambar dan gelombang elektromagnetik, bahkan menerapkan dynamic metode sampling untuk meningkatkan akurasi dan efisiensi pengambilan data di lapangan.
Tak hanya mengumpulkan data, Mahapengiri memanfaatkan online data sensor sebagai dasar pengambilan keputusan secara real-time. Hal ini diharapkan dapat meminimalisir risiko kerugian petani sekaligus meningkatkan hasil produksi secara optimal.

Inovasi ini lahir dari inisiasi dan kolaborasi yang melibatkan berbagai perguruan tinggi, termasuk peran penting dari dosen Jurusan Pertanian Politeknik Negeri Subang, seperti Enceng Sobari, S.P., M.P, yang aktif sebagai peneliti dalam proyek ini. Keterlibatan dosen pertanian ini memperkuat aspek ilmiah dan aplikatif teknologi tepat guna dalam bidang pertanian, memastikan bahwa solusi yang dikembangkan benar-benar relevan dan bermanfaat bagi petani lokal.

Proyek ini didukung oleh Politeknik Negeri Bandung (POLBAN) melalui “Program Penelitian Berdikari Skema Emas” dari Kementerian Saintek dan LPDP, dan berkolaborasi dengan institusi terkait seperti Politeknik Negeri Subang (POLSUB), Politeknik Negeri Indramayu, Sekolah Vokasi IPB, hingga komunitas tani dan perusahaan teknologi.
Uji kekayakan alat telah dilakukan pada kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) yang dilaksanakan 4 Juli 2025 di POLBAN Bandung.
HUMAS
PEDF
Marketing Day – In Agro Fest 2025 “Dari Ide Kecil, Ciptakan Perubahan Besar”
Marketing Day – In Agro Fest 2025 “Dari Ide Kecil, Ciptakan Perubahan Besar”

Mahasiswa Program Studi D3 Agroindustri, Jurusan Pertanian, Politeknik Negeri Subang kembali menunjukkan kreativitas dan semangat wirausahanya melalui penyelenggaraan acara Marketing Day – In Agro Fest 2025 yang digelar pada Sabtu, 12 Juli 2025 bertempat di Halaman Aula Setda Subang. Kegiatan ini mengusung tema “Dari Ide Kecil, Ciptakan Perubahan Besar” sebagai bentuk ajakan kepada mahasiswa dan generasi muda untuk berani berinovasi dan menciptakan solusi dari hal-hal sederhana di sekitar.
Acara ini dibuka dengan senam bersama yang diikuti oleh mahasiswa, dosen, masyarakat, dan tamu undangan. Kehadiran Wakil Bupati Subang, Bapak Agus Masykur Rosyadi, S.Si., MM menjadi kehormatan tersendiri bagi civitas akademika. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi atas semangat mahasiswa dalam memadukan ilmu, kreativitas, dan kewirausahaan dalam kegiatan nyata yang berdampak sosial. Ia menekankan pentingnya mendekatkan pendidikan vokasi dengan dunia industri dan masyarakat agar lulusan siap berperan sebagai pelaku perubahan.
Rangkaian acara In Agro Fest 2025 berlangsung sejak pagi hingga siang hari dengan berbagai kegiatan menarik dan edukatif. Selain senam dan pembukaan, kegiatan ini diisi dengan workshop kewirausahaan agroindustri, lomba mewarnai anak, pemeriksaan kesehatan murah, serta bazar produk inovatif dan UMKM lokal. Mahasiswa Agroindustri memamerkan berbagai produk hasil kreasi mereka seperti minuman fermentasi, makanan fungsional, produk rumah tangga berbasis bahan alami, serta inovasi berbasis limbah pertanian.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa berkesempatan untuk menerapkan langsung ilmu pemasaran, promosi, dan pelayanan pelanggan dalam suasana bazar terbuka. Mereka tidak hanya menjual produk, tetapi juga membangun komunikasi, menyusun materi promosi, hingga menyusun strategi penjualan secara profesional. Selain itu, pengunjung juga dapat mengikuti berbagai permainan menarik, pembagian doorprize, dan tur UMKM yang memperkenalkan potensi produk lokal Kabupaten Subang.
Acara Marketing Day – In Agro Fest 2025 tidak hanya mempertemukan mahasiswa dengan masyarakat, tetapi juga mempertemukan ide dan aksi nyata dalam membangun jiwa wirausaha dan kepedulian lingkungan. Kegiatan ini turut disponsori oleh berbagai brand ternama dan didukung penuh oleh media partner lokal yang berperan dalam menyukseskan acara serta membantu menyebarluaskan semangat positif dari dunia pendidikan vokasi.
Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa Agroindustri semakin siap untuk menghadapi dunia kerja dan dunia usaha, serta menjadi agen perubahan yang mampu mengembangkan potensi agroindustri lokal menjadi produk bernilai jual dan berdampak bagi masyarakat luas.
Humas
PEDF
Mahasiswa D3 Agroindustri Gelar Mini Expo: Inovasi Pengolahan Limbah Agroindustri Ramah Lingkungan
Mahasiswa D3 Agroindustri Gelar Mini Expo: Inovasi Pengolahan Limbah Agroindustri Ramah Lingkungan

Subang, Juli 2025 — Mahasiswa Program Studi D3 Agroindustri Jurusan Pertanian Politeknik Negeri Subang kembali menunjukkan kepedulian dan kreativitasnya terhadap isu lingkungan melalui kegiatan Mini Expo Produk Inovasi Teknologi Pengolahan Limbah Agroindustri. Expo ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk memamerkan hasil karya inovatif mereka dalam mengolah limbah agroindustri menjadi produk bernilai guna tinggi dan ramah lingkungan.
Sebagai bagian dari mata kuliah yang mengintegrasikan aspek teknologi, keberlanjutan, dan pemberdayaan sumber daya lokal, kegiatan ini menekankan pentingnya pengelolaan limbah yang bijak dalam industri pertanian dan pangan. Produk-produk yang dihadirkan merupakan hasil proyek mahasiswa yang telah melalui proses riset, formulasi, uji coba, dan penyempurnaan.

Produk Inovasi Mahasiswa D3 Agroindustri sebagai berikut:
Biodegradable Foam
Busa ramah lingkungan dari limbah pertanian yang dapat terurai secara alami, sebagai alternatif pengganti styrofoam konvensional.
Eco Enzyme
Cairan multifungsi hasil fermentasi limbah organik rumah tangga, dapat digunakan sebagai pembersih serbaguna dan pupuk cair alami.
Eco Block
Bata ramah lingkungan yang dibuat dari limbah pertanian dan abu sekam, cocok sebagai bahan bangunan berkelanjutan.
Biodiesel Minyak Jelantah
Energi alternatif hasil proses transesterifikasi dari minyak goreng bekas yang dapat digunakan sebagai bahan bakar ramah lingkungan.
Tinta Limbah Daun
Inovasi tinta alami dari ekstrak daun limbah, bebas bahan kimia berbahaya, cocok untuk kebutuhan edukasi dan seni.
Biogas
Pemanfaatan limbah organik menjadi sumber energi terbarukan berupa gas metana, ideal untuk kebutuhan rumah tangga dan skala kecil.
Kegiatan mini expo ini bertujuan untuk mendorong mahasiswa berpikir kritis dan kreatif dalam mengelola limbah agroindustri yang selama ini kurang dimanfaatkan. Dengan pendekatan berbasis teknologi tepat guna dan keberlanjutan, mahasiswa dilatih untuk mengembangkan solusi nyata terhadap permasalahan limbah, sekaligus menciptakan peluang usaha berbasis ekonomi sirkular. Expo ini juga menjadi ajang untuk menumbuhkan semangat inovasi, kolaborasi, dan kesadaran lingkungan di kalangan generasi muda agroindustri.
Dosen pengampu dan pengunjung expo mengapresiasi semangat dan ketekunan mahasiswa dalam mengembangkan produk-produk inovatif yang berdampak positif bagi lingkungan. Beberapa produk bahkan dinilai potensial untuk dikembangkan lebih lanjut dalam skala industri kecil dan menengah. Harapannya, kegiatan ini dapat menjadi pemicu lahirnya lebih banyak inovasi berbasis limbah yang tidak hanya menyelesaikan masalah lingkungan, tetapi juga menciptakan nilai tambah dan peluang ekonomi baru.
HUMAS
PEDF