Mahasiswa Politeknik Negeri Subang Raih Prestasi Gemilang di Ajang Internasional AITEC VII 2025

Subang, Oktober 2025 – Kabar membanggakan datang dari mahasiswa Jurusan Pertanian Politeknik Negeri Subang yang sukses menorehkan prestasi gemilang dalam ajang Agriculture Innovation Technology Competition (AITEC) VII 2025 yang diselenggarakan oleh Politeknik Negeri Jember.
Kompetisi berskala internasional ini diikuti oleh berbagai perguruan tinggi vokasi dari dalam dan luar negeri dengan tujuan mendorong inovasi, keterampilan teknis, serta kreativitas mahasiswa di bidang pertanian dan agroindustri. Dalam ajang bergengsi tersebut, mahasiswa Politeknik Negeri Subang berhasil meraih berbagai penghargaan pada beberapa kategori lomba.
Prestasi Mahasiswa Jurusan Pertanian Politeknik Negeri Subang di AITEC VII 2025
Kompetisi Penyuluh Pertanian
- Gina Pebrianti – Juara 1 Kategori Kompeten
- Rahmania Putri – Juara 2 Kategori Kompeten
Keduanya menunjukkan kemampuan komunikasi dan penyuluhan yang luar biasa dalam menyampaikan materi pertanian kepada masyarakat dengan pendekatan inovatif dan interaktif.
Kompetisi Sortasi Biji Kopi
- Chandra Akmal – Juara 2 Kategori Kompeten
- Maitsa Azizah – Juara 2 Sortasi Biji Kopi
Prestasi ini menunjukkan ketelitian dan profesionalisme mahasiswa dalam menilai kualitas biji kopi sesuai standar mutu industri.
Kompetisi Teknik Pembuatan Bakso Ikan
- Lista Rahmawati – Juara 2 Kategori Kompeten
- Fahrul Muttaqin – Juara 3 Kategori Pemula
Keduanya berhasil menunjukkan keterampilan teknologi pengolahan hasil perikanan, khususnya dalam pembuatan produk olahan ikan yang berkualitas dan inovatif.
Kompetisi Teknik Proses Karkas Ayam
- Fahmi Dwi Yahya – Juara 3 Kategori Terampil
- Mohamad Ramadhan – Juara Favorit
Prestasi ini membuktikan kemampuan mahasiswa dalam menerapkan prosedur pemotongan unggas secara higienis dan sesuai standar industri pangan.
Kompetisi Teknik Okulasi Tanaman
- Dianova Yuliani – Juara Favorit
Melalui keterampilan okulasi yang tepat dan rapi, Dianova menunjukkan penguasaan teknik pembiakan tanaman yang menjadi dasar penting dalam pengembangan hortikultura.
Keberhasilan para mahasiswa ini menjadi bukti nyata kualitas pendidikan vokasi di Politeknik Negeri Subang, khususnya di bidang pertanian. Dukungan dosen pembimbing, fasilitas praktik yang memadai, serta semangat kompetitif mahasiswa menjadi faktor utama pencapaian prestasi di tingkat internasional.
“Prestasi ini menunjukkan bahwa mahasiswa vokasi Indonesia mampu bersaing di level global. Kami sangat bangga atas kerja keras dan dedikasi mahasiswa kami,” ujar salah satu dosen pendamping Jurusan Pertanian.
Kegiatan AITEC VII juga menjadi sarana penting bagi mahasiswa untuk mengembangkan kompetensi teknis, keterampilan komunikasi, dan kreativitas yang relevan dengan kebutuhan dunia industri dan masyarakat pertanian modern.
Politeknik Negeri Subang terus mendorong mahasiswanya untuk aktif berpartisipasi dalam berbagai ajang nasional maupun internasional guna memperkuat eksistensi pendidikan vokasi yang unggul dan berdaya saing.
Selamat kepada seluruh mahasiswa berprestasi! Semoga keberhasilan ini menjadi inspirasi bagi seluruh sivitas akademika untuk terus berkarya dan berinovasi bagi kemajuan pertanian Indonesia.
Humas – PEDF
Menuju Kemandirian Ekonomi: Transformasi Keterampilan ABK Melalui Hidroponik dan Pengolahan Hasil Pertanian Produktif
Menuju Kemandirian Ekonomi: Transformasi Keterampilan ABK Melalui Hidroponik dan Pengolahan Hasil Pertanian Produktif

Purwakarta, 2025 – Dosen Jurusan Pertanian Politeknik Negeri Subang kembali menunjukkan komitmennya dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang Pengabdian kepada Masyarakat. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Wiwik Endah Rahayu, S.TP., M.Si. dan Fitri Audia, S.T., M.Agr.Sc. dengan mengusung tema “Menuju Kemandirian Ekonomi: Transformasi Keterampilan ABK Melalui Hidroponik dan Pengolahan Hasil Pertanian Produktif”.
Program pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di SLB Yakalimu Purwakarta dan melibatkan para siswa Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) beserta para pendidik. Tujuannya adalah untuk memberikan pembekalan keterampilan praktis di bidang pertanian modern dan pengolahan hasil, sehingga dapat menjadi bekal dalam meningkatkan kemandirian ekonomi di masa depan.

Pengenalan Hidroponik untuk Pertanian Ramah Lingkungan
Dalam pelatihan, siswa dikenalkan dengan teknik budidaya hidroponik, yaitu metode menanam tanpa tanah dengan memanfaatkan larutan nutrisi. Sistem hidroponik dinilai sangat cocok diterapkan karena sederhana, hemat lahan, dan ramah lingkungan. Para siswa diajak untuk langsung mempraktikkan proses penyemaian, perawatan, hingga panen sederhana.
Keterampilan Pengolahan Hasil Pertanian
Selain budidaya, para siswa juga diberi pelatihan tentang pengolahan hasil pertanian produktif. Kegiatan ini meliputi pengolahan sayuran dan buah menjadi produk sederhana yang bernilai jual, seperti minuman sehat dan olahan ringan. Hal ini bertujuan agar hasil panen tidak hanya dikonsumsi, tetapi juga bisa dimanfaatkan sebagai peluang usaha kecil.
Kontribusi BEM dalam Mendukung Kegiatan
Kegiatan pengabdian ini juga mendapat dukungan penuh dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Politeknik Negeri Subang. Para anggota BEM turut membantu dalam pendampingan siswa, mempersiapkan sarana dan prasarana, serta memastikan kegiatan berjalan lancar. Kehadiran BEM memberikan semangat tersendiri bagi siswa-siswa SLB, karena mereka bisa berinteraksi langsung dengan mahasiswa yang turut menjadi inspirasi.
Memberdayakan ABK untuk Masa Depan Mandiri
Program ini mendapat sambutan positif dari pihak sekolah maupun orang tua siswa. Dengan adanya keterampilan di bidang hidroponik dan pengolahan hasil pertanian, para ABK diharapkan mampu lebih percaya diri, produktif, dan berdaya saing.
Menurut Wiwik Endah Rahayu, S.TP., M.Si., kegiatan ini bukan hanya sekadar pelatihan, tetapi juga bagian dari upaya membangun inklusi sosial dan ekonomi bagi ABK. Sementara itu, Fitri Audia, S.T., M.Agr.Sc. menambahkan bahwa keterampilan ini dapat menjadi pondasi menuju kemandirian ekonomi sekaligus membuka peluang usaha yang berkelanjutan.

Harapan ke Depan
Kegiatan pengabdian masyarakat ini diharapkan dapat berkelanjutan dan menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain dalam mengembangkan keterampilan produktif bagi ABK. Kegiatan ini juga didukung oleh Kepala Bidang Ketahanan Pangan Dinas Pertanian Kabupaten Purwarkarta. Politeknik Negeri Subang melalui Jurusan Pertanian berkomitmen untuk terus mendukung program pemberdayaan masyarakat dengan pendekatan edukatif, inovatif, dan inklusif, serta melibatkan mahasiswa melalui organisasi kemahasiswaan seperti BEM agar tercipta kolaborasi yang lebih kuat antara dosen, mahasiswa, dan masyarakat.
HUMAS-PEDF
Dosen Jurusan Pertanian Politeknik Negeri Subang Lolos Seleksi Program Peningkatan Kemampuan Bahasa Inggris 2025
Dosen Jurusan Pertanian Politeknik Negeri Subang Lolos Seleksi Program Peningkatan Kemampuan Bahasa Inggris 2025

Politeknik Negeri Subang kembali menorehkan prestasi membanggakan. Tiga dosen dari Jurusan Pertanian berhasil lolos seleksi Program Peningkatan Kemampuan Bahasa Inggris Dosen Tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Direktorat Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Ditjen Diktiristek).
Mereka adalah:
- Desy Triastuti, S.TP., M.P.
- Fitri Audia, S.T., M.Agr.Sc.
- Rahmi Rahmawati, S.TP., M.TP.
Program ini merupakan salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan kompetensi dosen di bidang bahasa Inggris, khususnya untuk menunjang aktivitas akademik internasional, penulisan publikasi ilmiah bereputasi, serta memperluas jejaring kerjasama global.
Melalui program ini, para peserta akan mendapatkan pelatihan intensif yang meliputi peningkatan keterampilan listening, speaking, reading, dan writing, termasuk strategi penulisan akademik internasional. Tidak hanya itu, program ini juga diarahkan untuk mendukung dosen dalam meraih sertifikasi bahasa Inggris yang diakui secara global.
Keberhasilan ketiga dosen Jurusan Pertanian ini menjadi bukti nyata komitmen Politeknik Negeri Subang dalam mendorong dosennya untuk terus meningkatkan kualitas diri. Dengan penguasaan bahasa Inggris yang lebih baik, diharapkan para dosen dapat lebih aktif dalam menjalin kolaborasi penelitian internasional, meningkatkan publikasi di jurnal bereputasi, serta mendukung proses internasionalisasi kampus.
Jurusan Pertanian memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Desy Triastuti, S.TP., M.P., Fitri Audia, S.T., M.Agr.Sc., dan Rahmi Rahmawati, S.TP., M.TP. atas capaian ini. Semoga keberhasilan mereka menjadi motivasi bagi dosen-dosen lainnya untuk terus mengembangkan kompetensi dan berkontribusi bagi kemajuan Politeknik Negeri Subang.
HUMAS-PEDF
Mahasiswi Polsub Raih Juara 1 Syahril Qur’an Putri pada MTQ Politeknik Nasional 2025 di Batam
Mahasiswi Polsub Raih Juara 1 Syahril Qur’an Putri pada MTQ Politeknik Nasional 2025 di Batam

Prestasi membanggakan kembali diraih oleh mahasiswa Politeknik Negeri Subang (Polsub). Tim Polsub berhasil meraih Juara 1 Lomba Syahril Qur’an Putri Kategori Thayyib dalam ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Politeknik Nasional 2025 yang diselenggarakan di Politeknik Negeri Batam.
Tim Syahril Qur’an Putri Polsub terdiri dari:
- Rahmania Putri (D4 Teknologi Produksi Tanaman Pangan – Jurusan Pertanian)
- Lina Sintia (D4 Teknik Rekayasa Perangkat Lunak – Jurusan Teknologi Informasi dan Komputer)
- Alya Maratun Jamilah (D4 Teknik Rekayasa Perangkat Lunak – Jurusan Teknologi Informasi dan Komputer)
Dengan penampilan penuh penghayatan dan penguasaan materi Al-Qur’an yang kuat, ketiganya berhasil memukau dewan juri serta menyisihkan peserta dari berbagai politeknik negeri se-Indonesia.
Direktur Politeknik Negeri Subang memberikan apresiasi atas capaian ini. “Kami sangat bangga dengan prestasi mahasiswa Polsub yang tidak hanya berprestasi di bidang akademik dan inovasi, tetapi juga dalam bidang religius. Kemenangan ini menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa Polsub berkarakter, berprestasi, dan siap membawa nama baik kampus di tingkat nasional,” ujarnya.
Kemenangan ini diharapkan dapat memotivasi mahasiswa Polsub lainnya untuk terus mengembangkan potensi diri, baik dalam bidang akademik, seni, olahraga, maupun keagamaan, serta menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup dalam setiap aktivitas.
PEDF-HUMAS
Mahasiswa D3 Agroindustri Politeknik Negeri Subang Lolos 10 Besar di Subang Innovation Festival (SIF) 2025
Mahasiswa D3 Agroindustri Politeknik Negeri Subang Lolos 10 Besar di Subang Innovation Festival (SIF) 2025

Subang – Empat kelompok mahasiswa Program Studi D3 Agroindustri Politeknik Negeri Subang berhasil menorehkan prestasi membanggakan dalam ajang Subang Innovation Festival (SIF) 2025. Keempat tim tersebut lolos ke 10 besar tahap penilaian substansi berkat ide-ide inovatif mereka dalam bidang pengolahan pangan berbasis potensi lokal.

Adapun karya inovasi yang berhasil masuk 10 besar yaitu:
- Kefiberry: Probiotik Ice Cream Kefir
Produk es krim probiotik dengan bahan dasar kefir yang dikembangkan untuk menghadirkan camilan sehat sekaligus mendukung gaya hidup modern yang lebih peduli kesehatan. - Inovasi Pangan Lokal: Sosis Ikan Nila dengan Filler Ubi Kuning
Inovasi olahan sosis berbasis ikan nila yang dipadukan dengan ubi kuning sebagai upaya memanfaatkan komoditas lokal sekaligus meningkatkan nilai gizi. - Greenbite Dinsum (Dinsum Ikan Daun Katuk)
Produk dinamis berupa dimsum sehat yang mengombinasikan ikan segar dengan daun katuk, memberikan nilai tambah baik dari sisi rasa maupun kandungan nutrisi. - Denilicious: Dendeng Ikan Nila
Inovasi pangan berupa dendeng berbahan dasar ikan nila sebagai alternatif pangan kaya protein sekaligus mendukung diversifikasi produk hasil perikanan.
Dari keempat tim tersebut, dua di antaranya kembali mencetak prestasi dengan berhasil menembus 5 besar SIF 2025, yakni:
- Kefiberry: Probiotik Ice Cream Kefir
- Inovasi Pangan Lokal: Sosis Ikan Nila dengan Filler Ubi Kuning
Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa D3 Agroindustri Politeknik Negeri Subang mampu berinovasi dan bersaing dalam menciptakan produk pangan fungsional serta berbasis potensi lokal.
Ketua Jurusan Pertanian Politeknik Negeri Subang menyampaikan apresiasinya terhadap capaian ini. “Prestasi ini menunjukkan semangat dan kreativitas mahasiswa dalam mengembangkan inovasi pangan yang bermanfaat bagi masyarakat. Kami berharap inovasi ini tidak hanya berhenti di ajang kompetisi, tetapi juga dapat dikembangkan hingga tahap komersialisasi,” ujarnya.
Melalui partisipasi di ajang Subang Innovation Festival (SIF) 2025, mahasiswa tidak hanya berkompetisi tetapi juga berkesempatan untuk melatih keterampilan presentasi, kolaborasi tim, serta menumbuhkan jiwa kewirausahaan berbasis inovasi.
HUMAS-PEDF
Dosen D3 Agroindustri Laksanakan Pengabdian Masyarakat: Pengujian Mutu Oncom, Analisis Daya Simpan, dan Nilai Gizi di SMK Yadika Subang
Dosen D3 Agroindustri Laksanakan Pengabdian Masyarakat: Pengujian Mutu Oncom, Analisis Daya Simpan, dan Nilai Gizi di SMK Yadika Subang

Tim dosen Program Studi D3 Agroindustri, Jurusan Pertanian, Politeknik Negeri Subang melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat bertajuk “Pengujian Mutu Produk Oncom: Analisis Daya Simpan dan Nilai Gizi” di SMK Yadika, Kabupaten Subang.
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa dalam menguji kualitas produk pangan lokal, khususnya oncom, yang merupakan salah satu makanan tradisional Jawa Barat. Melalui kegiatan ini, siswa mendapatkan wawasan tentang standar mutu pangan, teknik pengujian laboratorium, serta faktor-faktor yang mempengaruhi daya simpan dan kandungan gizi produk.
Latar Belakang Kegiatan
Oncom adalah produk fermentasi berbasis kedelai atau ampas tahu yang memiliki cita rasa khas dan nilai gizi tinggi. Namun, kualitas oncom dapat menurun jika proses produksi dan penyimpanan tidak tepat. Oleh karena itu, diperlukan pengetahuan yang memadai mengenai pengujian mutu, analisis daya simpan, dan kandungan gizinya.
Melalui pengabdian ini, dosen D3 Agroindustri ingin memberikan pengalaman langsung kepada siswa SMK Yadika untuk melakukan analisis secara ilmiah dengan metode yang tepat.
Rangkaian Kegiatan
Kegiatan dilaksanakan secara tatap muka di laboratorium SMK Yadika dengan beberapa tahapan, antara lain:
- Penyampaian materi teori mengenai standar mutu oncom, parameter uji, dan pentingnya pengendalian kualitas.
- Praktik pengujian fisik dan organoleptik untuk menilai tekstur, aroma, rasa, dan warna oncom.
- Analisis daya simpan dengan mengamati perubahan kualitas oncom selama periode penyimpanan.
- Pengujian nilai gizi seperti kadar protein, lemak, karbohidrat, dan kadar air menggunakan metode laboratorium.
- Diskusi hasil pengujian dan rekomendasi perbaikan proses produksi.
Manfaat bagi Siswa dan Sekolah
Dengan adanya kegiatan ini, siswa SMK Yadika memperoleh:
- Pemahaman tentang mutu produk pangan dan standar keamanannya.
- Keterampilan analisis laboratorium yang dapat diterapkan di dunia kerja.
- Kesadaran pentingnya penanganan pasca-produksi untuk menjaga daya simpan dan kualitas gizi produk pangan.
Kepala sekolah SMK Yadika, mengapresiasi kegiatan ini.
“Pengalaman ini sangat bermanfaat bagi siswa kami, karena mereka dapat belajar langsung dari praktisi dan dosen yang berpengalaman di bidang pengolahan pangan,” ujarnya.
Komitmen Lanjutan
Kaprodi D3 Agroindustri, menegaskan bahwa kerjasama ini akan terus dilanjutkan untuk memberikan pelatihan dan pendampingan di bidang agroindustri, sehingga siswa dapat memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri pangan.
“Kami berharap ilmu yang diberikan dapat memotivasi siswa untuk terus mengembangkan keterampilan dan menjaga kualitas produk pangan tradisional,” ungkapnya.
HUMAS-PEDF
Dosen D3 Agroindustri Laksanakan Pengabdian Masyarakat: Pendampingan PIRT, Sertifikasi Halal, dan Perbaikan Kemasan untuk UMKM Bolu Kelapa di Desa Sadawarna
Dosen D3 Agroindustri Laksanakan Pengabdian Masyarakat: Pendampingan PIRT, Sertifikasi Halal, dan Perbaikan Kemasan untuk UMKM Bolu Kelapa di Desa Sadawarna

Tim dosen Program Studi D3 Agroindustri, Jurusan Pertanian, Politeknik Negeri Subang melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa Pendampingan Pendaftaran Legalitas PIRT, Sertifikasi Halal, dan Perbaikan Kemasan Produk bagi UMKM Bolu Kelapa di Dusun Dukuh, Desa Sadawarna, Kabupaten Subang.
Kegiatan ini merupakan wujud komitmen kampus dalam menguatkan kapasitas pelaku UMKM lokal agar mampu bersaing di pasar yang semakin kompetitif. UMKM Bolu Kelapa dipilih karena memiliki cita rasa khas yang digemari masyarakat, namun masih menghadapi tantangan dalam legalitas dan kemasan produk.
Pendampingan Langsung di Lokasi Usaha
Kegiatan pendampingan dilakukan langsung di rumah produksi Bolu Kelapa. Tim dosen bersama pelaku usaha berdiskusi mengenai pentingnya memiliki izin edar PIRT dan sertifikat halal sebagai jaminan keamanan serta kepercayaan konsumen.

Dosen D3 Agroindustri memberikan penjelasan proses pendaftaran PIRT kepada pemilik UMKM Bolu Kelapa.
Tahapan kegiatan meliputi:
- Sosialisasi pentingnya legalitas usaha untuk memperluas akses pemasaran.
- Bimbingan teknis pendaftaran PIRT melalui OSS-RBA.
- Pendampingan pengajuan sertifikasi halal sesuai prosedur LPH.
- Workshop desain kemasan agar produk terlihat lebih menarik dan informatif.
- Pembuatan prototipe kemasan baru yang lebih modern dan ramah distribusi.
Kemasan Baru, Semangat Baru
Salah satu sorotan kegiatan ini adalah perbaikan kemasan Bolu Kelapa. Desain baru dibuat lebih elegan, dengan informasi yang jelas seperti komposisi, tanggal kedaluwarsa, label halal, serta izin PIRT. Kemasan juga disesuaikan agar tahan terhadap penyimpanan dan pengiriman jarak jauh.
Manfaat Nyata bagi Pelaku UMKM
Dengan pendampingan ini, UMKM Bolu Kelapa akan memiliki:
- Legalitas resmi (PIRT dan sertifikat halal) yang membuka peluang masuk pasar modern.
- Kemasan produk profesional yang meningkatkan daya tarik konsumen.
- Pengetahuan tentang strategi pemasaran berbasis legalitas dan kualitas kemasan.
Pemilik UMKM Bolu Kelapa mengaku sangat terbantu dengan kegiatan ini.
“Dulu saya bingung bagaimana mengurus izin PIRT dan halal, apalagi soal desain kemasan. Alhamdulillah sekarang saya paham prosesnya, dan produk saya jadi lebih siap jual,” ungkap Eti pemilik usaha bolu kelapa.
Ketua tim pengabdian, Fenny Apriliani, menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan hanya memberi pengetahuan, tetapi juga memastikan UMKM benar-benar siap naik kelas.
“Kami akan terus memantau perkembangan legalitas dan kemasan produk ini. Harapannya, Bolu Kelapa Sadawarna bisa menjadi oleh-oleh khas Subang yang dikenal lebih luas,” ujarnya.
Kegiatan ini diakhiri dengan penyerahan desain kemasan baru kepada pelaku usaha, serta komitmen tim dosen untuk terus memonitor perkembangan UMKM mitra dalam mengurus legalitas dan mengembangkan produk.
HUMAS – PEDF
Prestasi Gemilang Dosen Jurusan Pertanian dalam Pendanaan Penelitian dan Hilirisasi Riset
Prestasi Gemilang Dosen Jurusan Pertanian dalam Pendanaan Penelitian dan Hilirisasi Riset

Jurusan Pertanian kembali menunjukan prestasi membanggakan dengan sejumlah dosen yang berhasil lolos mendapatkan pendanaan dari program-program bergengsi pemerintah. Pendanaan ini merupakan bukti nyata kualitas riset yang dihasilkan serta komitmen dalam mendukung pembangunan pertanian yang berkelanjutan dan berorientasi pada ekonomi hijau.
PENERIMA PENDANAAN PROGRAM HILIRISASI RISET – PENGUJIAN MODEL DAN PROTOTIPE
- Fitri Suciati Fitri berhasil memperoleh pendanaan untuk proyek hilirisasi berjudul “Nacha” Whey Fermentasi Kombucha dengan Penambahan Sari Nanas Subang.” Penelitian ini mengembangkan produk minuman fermentasi yang memanfaatkan whey, limbah hasil produksi susu, diperkaya dengan sari nanas khas Subang. Proyek ini tidak hanya menambah nilai produk hasil pertanian dan peternakan lokal tapi juga berpotensi membuka peluang bisnis baru yang inovatif.

PENERIMA PENDANAAN PROGRAM PENELITIAN BATCH II
- Rahmi Rahmawati Melalui risetnya berjudul “Optimasi Formulasi Bioaditif Minyak Atsiri Serehwangi, Cengkeh dan Nilam Subang: Solusi Lokal Bagi Green Economy Global,” Rahmi Rahmawati mengembangkan inovasi bioaditif berbahan minyak atsiri yang mendukung keberlanjutan lingkungan serta memberikan nilai tambah pada produk lokal Subang. Riset ini mengusung konsep ekonomi hijau global, yang sejalan dengan tren dan kebutuhan dunia akan solusi ramah lingkungan.
- Tita Nurmalinasari Hidayat Dengan penelitian “Menggali Nilai Kewarganegaraan dari Agrobisnis Kampung Adat: Narasi Lokal untuk Pendidikan Karakter dan Pembangunan Desa,” Tita memberikan kontribusi besar dalam menguatkan nilai kultural dan kewarganegaraan melalui agrobisnis khas desa adat. Pendekatan ini diharapkan dapat memperkuat karakter masyarakat desa sekaligus mendorong pembangunan wilayah yang berkelanjutan.
Keberhasilan para dosen Jurusan Pertanian dalam meraih pendanaan menegaskan posisi jurusan pertanian sebagai pusat riset unggulan yang mampu menghasilkan inovasi bermutu tinggi dan berdampak nyata. Selamat kepada para penerima pendanaan atas dedikasi dan kerja kerasnya. Semoga riset ini mampu mendorong kemajuan pertanian dan pembangunan desa yang berkelanjutan.
HUMAS-PEDF
PEKMAS : Pemanfaatan Pekarangan Rumah dengan Polibag Hijau dalam Mewujudkan Lingkungan Asri dan Produktif
PEKMAS : Pemanfaatan Pekarangan Rumah dengan Polibag Hijau dalam Mewujudkan Lingkungan Asri dan Produktif
Dosen dan mahasiswa Program Studi Teknologi Produksi Tanaman Pangan, Jurusan Pertanian, ikut ambil bagian dalam pengabdian masyarakat dengan mengadakan penyuluhan tentang pemanfaatan pekarangan rumah menggunakan konsep Polibag Hijau. Kegiatan ini bertujuan untuk mendorong masyarakat, terutama kalangan ibu-ibu rumah tangga di Desa Sadawarna, agar mampu mengoptimalkan lahan pekarangan yang terbatas dengan menanam komoditas sayuran yang sering dikonsumsi sehari-hari. Melalui kegiatan ini, diharapkan ketahanan pangan berkelanjutan dapat ditingkatkan dari lingkungan rumah sendiri.
Konsep Polibag Hijau
Polibag Hijau merupakan inovasi pemanfaatan polibag sebagai media tanam yang praktis dan efisien dalam skala rumah tangga atau pekarangan kecil. Konsep ini tidak hanya berfokus pada aspek produktivitas dengan menanam sayuran dan tanaman konsumsi, tapi juga berupaya menciptakan lingkungan yang lebih asri, hijau, dan estetik. Polibag fleksibel dan mudah dipindahkan, sehingga sangat cocok untuk ruang terbatas yang biasa ditemukan di lingkungan perumahan modern.
Melalui penyuluhan tersebut, masyarakat diajak untuk mulai menanam komoditas hijau dengan perawatan mudah, sehingga meskipun hanya memiliki lahan terbatas, pekarangan rumah tetap bisa dimanfaatkan secara fungsional dan memperindah lingkungan sekitar.
Peserta dan Suasana Kegiatan
Penyuluhan ini diikuti oleh wanita tani dari Desa Sadawarna sebagai peserta utama, yang selain bertujuan meningkatkan produktivitas pangan rumah tangga juga untuk menambah wawasan dalam bidang pertanian modern. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Koordinator Penyuluh Cibogo dan Penyuluh Desa Sadawarna, yang memberikan pendampingan serta dukungan teknis guna memastikan keberhasilan penyuluhan.
Suasana penyuluhan berjalan hangat dan interaktif, dengan kesempatan bagi peserta untuk belajar langsung cara menyusun media tanam, memilih jenis sayuran yang cocok, serta teknik perawatan polibag agar tanaman tumbuh optimal. Diskusi yang terjadi turut memperkaya pemahaman peserta mengenai manfaat Polibag Hijau dalam mendukung pola hidup sehat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.
Kegiatan pengabdian masyarakat ini menunjukkan komitmen dosen dan mahasiswa dalam menerapkan ilmu pertanian secara langsung kepada masyarakat, yang tidak hanya meningkatkan produktivitas pangan tetapi juga mewujudkan lingkungan yang lebih asri dan sehat. Dengan Polibag Hijau, semangat menanam di pekarangan rumah yang sempit bisa menjadi solusi cerdas bagi ketahanan pangan di tingkat rumah tangga dan mendukung pertanian berkelanjutan.
HUMAS – PEDF
Pengabdian Masyarakat Prodi Sarjana Terapan Teknologi Produksi Tanaman Pangan: Penyuluhan Pengendalian Hama Ulat Penggulung Daun Padi dengan Pestisida Nabati di Desa Cibogo
Pengabdian Masyarakat Prodi Sarjana Terapan Teknologi Produksi Tanaman Pangan: Penyuluhan Pengendalian Hama Ulat Penggulung Daun Padi dengan Pestisida Nabati di Desa Cibogo

Dosen dan mahasiswa Program Studi Teknologi Produksi Tanaman Pangan, Jurusan Pertanian, baru-baru ini melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat berupa penyuluhan pengendalian hama ulat penggulung daun padi menggunakan pestisida nabati. Kegiatan ini menjadi langkah awal yang penting untuk mendukung pertanian ramah lingkungan dan berkelanjutan di Desa Cibogo, Kecamatan Cibogo, Kabupaten Subang.
Penyuluhan ini berjalan dengan lancar dan mendapat sambutan yang sangat positif dari para petani yang hadir. Antusiasme peserta terlihat jelas, khususnya saat praktik pembuatan pestisida nabati dan sesi diskusi yang berlangsung hangat setelahnya. Dengan kegiatan ini, dosen dan mahasiswa berharap agar para petani mulai menerapkan pestisida nabati sebagai alternatif pengendalian hama yang lebih aman, sehat, dan ramah lingkungan dibandingkan dengan penggunaan pestisida kimia.
Lokasi dan Peserta Kegiatan
Penyuluhan dilaksanakan secara langsung di kediaman Bapak Wawan, anggota Kelompok Tani (Gapoktan) “Lumbung Sejahtera,” yang berlokasi di Desa Cibogo. Suasana kegiatan berlangsung sangat akrab, penuh keakraban dan semangat kebersamaan yang tinggi. Bertempat di rumah Ketua Gapoktan, kegiatan ini terasa santai namun tetap kondusif dan sangat relevan dengan lingkungan pertanian para petani sehari-hari.
Sebanyak 24 petani laki-laki tergabung dalam Gapoktan “Lumbung Sejahtera” mengikuti kegiatan penyuluhan ini. Para peserta berasal dari berbagai usia dan latar belakang pengalaman bertani. Meskipun berbeda pengalaman, secara umum mereka adalah petani aktif yang secara intensif mengelola lahan pertanian padi. Kehadiran tepat waktu dan keaktifan mereka selama sesi penyuluhan merupakan bukti tingginya antusiasme peserta.
Pendampingan dan Monitoring
Selain anggota Gapoktan, kegiatan ini juga dihadiri oleh perwakilan dari Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Cibogo yang hadir sebagai pendamping kegiatan sekaligus untuk melakukan monitoring dan evaluasi penyuluhan di tingkat desa. Kehadiran BPP memberikan dukungan tambahan dalam memastikan kegiatan berjalan sesuai tujuan dan hasilnya dapat terserap dengan baik oleh para petani.
Kegiatan pengabdian masyarakat ini tidak hanya menjadi ajang transfer ilmu dan teknologi tetapi juga memperkuat hubungan antara akademisi dengan masyarakat petani. Melalui kolaborasi ini, diharapkan pertanian di Desa Cibogo dapat lebih maju dengan menerapkan teknik pertanian yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.
HUMAS- PEDF