EFORA dan Mahapengiri: Dua Teknologi Andalan Dorong Pertanian Modern di Jawa Barat

Jawa Barat terus mempercepat transformasi ekonomi melalui teknologi, termasuk di sektor pertanian. Dua inovasi mutakhir, EFORA Precision Farming dan Mahapengiri Smart Farm, hadir sebagai solusi cerdas untuk meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus mendongkrak kesejahteraan petani.
Kedua teknologi ini memiliki banyak kesamaan. Baik EFORA maupun Mahapengiri dirancang mampu bergerak di darat menggunakan Mobile Box Trailer, serta di udara dengan bantuan drone. Keduanya sangat cocok diterapkan baik di pertanian terkontrol seperti greenhouse, maupun di area open field yang luas.
Yang membuatnya istimewa, EFORA dan Mahapengiri memanfaatkan teknologi sensor canggih. Mulai dari sensor invasif untuk akuisisi data langsung, hingga sensor non-invasif berbasis multispectral. Namun, keduanya juga memiliki perbedaan signifikan.
EFORA mengandalkan pengolahan data berupa sinyal elektrik.
Mahapengiri memproses data berbasis persepsi gambar dan gelombang elektromagnetik, bahkan menerapkan dynamic metode sampling untuk meningkatkan akurasi dan efisiensi pengambilan data di lapangan.
Tak hanya mengumpulkan data, Mahapengiri memanfaatkan online data sensor sebagai dasar pengambilan keputusan secara real-time. Hal ini diharapkan dapat meminimalisir risiko kerugian petani sekaligus meningkatkan hasil produksi secara optimal.

Inovasi ini lahir dari inisiasi dan kolaborasi yang melibatkan berbagai perguruan tinggi, termasuk peran penting dari dosen Jurusan Pertanian Politeknik Negeri Subang, seperti Enceng Sobari, S.P., M.P, yang aktif sebagai peneliti dalam proyek ini. Keterlibatan dosen pertanian ini memperkuat aspek ilmiah dan aplikatif teknologi tepat guna dalam bidang pertanian, memastikan bahwa solusi yang dikembangkan benar-benar relevan dan bermanfaat bagi petani lokal.

Proyek ini didukung oleh Politeknik Negeri Bandung (POLBAN) melalui “Program Penelitian Berdikari Skema Emas” dari Kementerian Saintek dan LPDP, dan berkolaborasi dengan institusi terkait seperti Politeknik Negeri Subang (POLSUB), Politeknik Negeri Indramayu, Sekolah Vokasi IPB, hingga komunitas tani dan perusahaan teknologi.
Uji kekayakan alat telah dilakukan pada kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) yang dilaksanakan 4 Juli 2025 di POLBAN Bandung.
HUMAS
PEDF