Sinergi Inovasi: Penguatan Daya Saing Teh Bojonggambir Melalui Hybrid Heritage Technology


Sinergi Inovasi: Penguatan Daya Saing Teh Bojonggambir Melalui Hybrid Heritage Technology

Di tengah pesatnya perkembangan industri agribisnis, komoditas teh lokal di Tasikmalaya kini memasuki babak baru. Melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang diinisiasi oleh Politeknik Negeri Subang, Kelompok Tani IT Ponik Gambirkultura mendapatkan pendampingan intensif untuk memperkuat daya saing produk melalui pendekatan Hybrid Heritage Technology.

Mengawinkan Tradisi dan Teknologi

Kegiatan yang bertajuk “Penguatan Daya Saing Produk Teh Melalui Peningkatan Kapasitas Produksi Dan Strategi Branding Berbasis Hybrid Heritage Technology Dalam Kemitraan Masyarakat” ini menjadi titik temu antara warisan budaya pengolahan teh lokal dengan efisiensi teknologi modern. Fokus utamanya adalah melakukan standarisasi kualitas produksi sekaligus membangun identitas produk (branding) yang relevan dengan kebutuhan pasar masa kini.

Kolaborasi Lintas Disiplin

Program ini melibatkan kolaborasi lintas disiplin ilmu yang komprehensif, dipimpin oleh Fenny Aprilliani, S.TP., M.Si. dari Jurusan Pertanian, dengan anggota tim Puri Eka Dewi Fortuna, S.Tr.P., M.Sc. (Jurusan Pertanian) dan Usep Abdul Rosid, M.Kom. (Jurusan Teknologi Informasi dan Komputer).

Sinergi ini diperkuat dengan keterlibatan aktif mahasiswa dari Jurusan Pertanian dan Jurusan Teknologi Informasi dan Komputer (TIK). Tim ini memberikan pendampingan teknis pada aspek budidaya dan pengolahan pasca-panen, dan mendampingi kelompok tani dalam pengembangan strategi pemasaran digital dan desain kemasan produk.

Dampak bagi Kelompok Tani

Melalui pendampingan ini, Kelompok Tani IT Ponik Gambirkultura diharapkan mampu bertransformasi menjadi kelompok yang lebih mandiri. Integrasi teknologi dalam manajemen bisnis dan pemasaran diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah produk teh, sehingga teh asal Tasikmalaya ini tidak hanya dikenal di pasar lokal, tetapi juga mampu menembus pasar digital yang lebih luas dan kompetitif.

Langkah ini merupakan wujud nyata dedikasi Politeknik Negeri Subang dalam mendorong ekosistem pertanian yang lebih inovatif, modern, dan berdaya saing global.

HUMAS-PEDF

Wajah Baru Generasi Muda Pertanian: Pinpin Abdul Hapid dan Melani Nur Izzaty Terpilih sebagai Duta Jurusan Pertanian 2026


Wajah Baru Generasi Muda Pertanian: Pinpin Abdul Hapid dan Melani Nur Izzaty Terpilih sebagai Duta Jurusan Pertanian 2026

SUBANG – Sektor pertanian masa kini membutuhkan representasi generasi muda yang cerdas, kreatif, dan mampu menjadi jembatan informasi inovasi teknologi kepada masyarakat luas. Menjawab tantangan tersebut, Jurusan Pertanian Politeknik Negeri Subang (POLSUB) resmi menobatkan Pinpin Abdul Hapid dan Melani Nur Izzaty sebagai Duta Jurusan Pertanian Tahun 2026.

Melalui proses seleksi yang ketat—mulai dari penilaian akademik, wawasan seputar dunia pertanian modern, kemampuan komunikasi, hingga uji bakat dan kepemimpinan—keduanya dinilai paling siap untuk mengemban amanah sebagai representasi utama (brand ambassador) Jurusan Pertanian selama satu tahun ke depan.

Mengemban Misi Promosi dan Edukasi Pertanian Modern

Sebagai Duta Jurusan Pertanian 2026, Pinpin dan Melani akan memiliki peran strategis. Tidak hanya sekadar menjadi ikon seremonial kampus, mereka akan berada di garda terdepan dalam:

  • Promosi Institusi: Mengenalkan keunggulan program studi, fasilitas teaching factory, dan karya inovatif mahasiswa Jurusan Pertanian POLSUB kepada calon mahasiswa baru dan masyarakat luas.
  • Edukasi Publik: Mengampanyekan pentingnya sektor pertanian berkelanjutan, ketahanan pangan, serta mematahkan stigma kuno tentang dunia pertanian di kalangan generasi Z.
  • Sinergi Kegiatan: Menjadi penggerak dalam berbagai kegiatan sosial, pengabdian masyarakat, serta forum-forum akademik baik di internal maupun eksternal kampus.

Sinergi dan Semangat Baru untuk POLSUB

Terpilihnya Pinpin dan Melani membawa angin segar dan energi positif bagi seluruh civitas akademika. Kombinasi kepemimpinan, wawasan agribisnis, serta kemampuan komunikasi yang adaptif dari keduanya diharapkan mampu meningkatkan awareness masyarakat terhadap potensi besar yang dimiliki oleh Jurusan Pertanian POLSUB.

Pihak manajemen Jurusan Pertanian mengucapkan selamat atas amanah baru yang diemban oleh Pinpin Abdul Hapid dan Melani Nur Izzaty. Semoga gelar ini menjadi batu loncatan untuk terus menginspirasi, berkarya, dan membawa nama baik Jurusan Pertanian POLSUB ke tingkat yang lebih tinggi.

Selamat bertugas, Pinpin dan Melani! Mari bersama-sama menginspirasi pemuda, memajukan pertanian Subang, dan berdampak untuk Indonesia! 🌟🌾

HUMAS-PEDF

Terus Bertumbuh dan Menginspirasi, Dosen Jurusan Pertanian POLSUB Raih Hibah Penelitian Pemda Subang 2026


Terus Bertumbuh dan Menginspirasi, Dosen Jurusan Pertanian POLSUB Raih Hibah Penelitian Pemda Subang 2026

SUBANG – Komitmen Jurusan Pertanian Politeknik Negeri Subang (POLSUB) dalam menghadirkan inovasi dan kontribusi nyata bagi masyarakat kembali membuahkan hasil membanggakan. Salah satu dosen terbaik Jurusan Pertanian, Ibu Fitri Audia, S.T., M.Agr.Sc., berhasil lolos dan meraih pendanaan penelitian dari Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Subang untuk tahun anggaran 2026.

Prestasi ini menjadi bukti nyata bahwa dedikasi serta konsistensi civitas akademika POLSUB dalam dunia riset dan pengembangan sektor agribisnis terus diakui di tingkat daerah.

Optimalisasi Teknologi Hidroponik dan Agrowisata di Sagalaherang

Dalam program pendanaan tahun ini, Ibu Fitri Audia mengusung penelitian strategis yang berfokus pada pengembangan potensi lokal. Riset tersebut berjudul:

“Optimalisasi Teknologi Hidroponik Machida Melon untuk Meningkatkan Produktivitas Melon dan Daya Tarik Agrowisata Petik Sendiri di Sagalaherang: Strategi Mendukung Kemandirian Pangan dan Ekonomi Desa”

Melalui penelitian ini, teknologi hidroponik modern akan diintegrasikan dengan konsep eduwisata (agrowisata petik sendiri). Pemilihan wilayah Sagalaherang dinilai sangat strategis untuk mengembangkan komoditas Melon Machida yang bernilai ekonomi tinggi, sekaligus menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru berbasis pedesaan.

Mendukung Kemandirian Pangan dan Kesejahteraan Petani

Keberhasilan meraih dana hibah ini diharapkan tidak hanya berhenti sebagai pencapaian akademik semata, tetapi mampu memberikan dampak instan bagi masyarakat Subang. Konsep yang diteliti menawarkan dua solusi sekaligus:

  1. Ketahanan Pangan: Peningkatan produktivitas buah melon berkualitas tinggi secara berkelanjutan dengan efisiensi lahan melalui teknologi hidroponik.
  2. Kemandirian Ekonomi: Membuka peluang usaha pariwisata baru bagi masyarakat desa (agrowisata), yang diharapkan dapat mendongkrak pendapatan petani lokal dan memperluas lapangan kerja.

Pemacu Semangat Inovasi Civitas Akademika

Manajemen Jurusan Pertanian POLSUB mengungkapkan rasa bangga yang mendalam atas pencapaian ini. Momentum ini diharapkan dapat menjadi pemacu semangat, baik bagi rekan sejawat dosen maupun seluruh mahasiswa Jurusan Pertanian, untuk terus bergerak maju, meneliti, dan melahirkan inovasi-inovasi segar di sektor hulu hingga hilir pertanian.

Selamat kepada Ibu Fitri Audia, S.T., M.Agr.Sc.! Semoga proses penelitian berjalan dengan lancar dan memberikan kemanfaatan yang luas bagi kemajuan pertanian serta kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Subang.

Mari terus bertumbuh, terus menginspirasi, dan bangga menjadi bagian dari kemajuan pertanian Subang!

HUMAS-PEDF

Dosen Jurusan Pertanian Polsub Dukung Penuh Percepatan Penetapan Indikasi Geografis Nanas Subang


Dosen Jurusan Pertanian Polsub Dukung Penuh Percepatan Penetapan Indikasi Geografis Nanas Subang

Subang, 25 Oktober 2025 – Komitmen Politeknik Negeri Subang (POLSUB) dalam memajukan sektor pertanian lokal kembali ditunjukkan melalui partisipasi aktif dosen dalam kegiatan strategis daerah. Dua dosen dari Jurusan Pertanian, Irna Dwi Destiana, M.Si. dan Wawan Setiawan, M.Si., turut hadir dan berkontribusi dalam Focus Group Discussion (FGD) Percepatan Penetapan Indikasi Geografis (IG) Nanas Subang.

FGD tersebut diselenggarakan pada Kamis, 24 Oktober 2025, bertempat di Aula BP4D Kabupaten Subang. Kegiatan ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk perwakilan akademisi, pemerintah daerah, dan pelaku usaha pertanian.

Penguatan Identitas Produk Unggulan Daerah

Indikasi Geografis (IG) merupakan tanda yang menunjukkan daerah asal suatu barang dan/atau produk yang memiliki kualitas, reputasi, dan karakteristik yang sangat ditentukan oleh faktor geografis, termasuk faktor alam, faktor manusia, atau kombinasi keduanya. Penetapan IG Nanas Subang diharapkan mampu memberikan perlindungan hukum, meningkatkan nilai ekonomi, serta melestarikan pengetahuan tradisional terkait budidaya nanas di Subang.

Tujuan utama dari FGD ini adalah:

  • Koordinasi Lintas Sektor: Memperkuat sinergi dan kolaborasi antar seluruh pemangku kepentingan yang terlibat dalam proses penetapan IG.
  • Penyamaan Persepsi: Memastikan seluruh pihak memiliki pemahaman yang sama mengenai urgensi dan langkah-langkah yang diperlukan dalam proses pendaftaran.
  • Pemantapan Dokumen: Memfinalisasi dan memantapkan kelengkapan dokumen pendukung yang akan didaftarkan sebagai syarat utama Indikasi Geografis Nanas Subang.

Kontribusi Akademisi POLSUB

Kehadiran Dosen POLSUB, Irna Dwi Destiana dan Wawan Setiawan, menegaskan peran strategis perguruan tinggi dalam memberikan dukungan keilmuan dan teknis. Partisipasi aktif dari akademisi ini diharapkan dapat memberikan masukan yang berbasis data dan penelitian untuk memperkuat narasi ilmiah dalam dokumen pendaftaran IG Nanas Subang.

“Kami sangat mendukung upaya percepatan penetapan Indikasi Geografis Nanas Subang. Ini adalah pengakuan penting yang tidak hanya melindungi produk, tetapi juga meningkatkan harkat dan martabat petani Subang,” ujar salah satu perwakilan dosen.

Politeknik Negeri Subang berkomitmen untuk terus menjadi mitra utama Pemerintah Kabupaten Subang dalam berbagai program yang berorientasi pada peningkatan kualitas dan daya saing produk lokal, khususnya di sektor pertanian.

PEDF-HUMAS

Menuju Kemandirian Ekonomi: Transformasi Keterampilan ABK Melalui Hidroponik dan Pengolahan Hasil Pertanian Produktif


Menuju Kemandirian Ekonomi: Transformasi Keterampilan ABK Melalui Hidroponik dan Pengolahan Hasil Pertanian Produktif

Purwakarta, 2025 – Dosen Jurusan Pertanian Politeknik Negeri Subang kembali menunjukkan komitmennya dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang Pengabdian kepada Masyarakat. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Wiwik Endah Rahayu, S.TP., M.Si. dan Fitri Audia, S.T., M.Agr.Sc. dengan mengusung tema “Menuju Kemandirian Ekonomi: Transformasi Keterampilan ABK Melalui Hidroponik dan Pengolahan Hasil Pertanian Produktif”.

Program pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di SLB Yakalimu Purwakarta dan melibatkan para siswa Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) beserta para pendidik. Tujuannya adalah untuk memberikan pembekalan keterampilan praktis di bidang pertanian modern dan pengolahan hasil, sehingga dapat menjadi bekal dalam meningkatkan kemandirian ekonomi di masa depan.

Pengenalan Hidroponik untuk Pertanian Ramah Lingkungan

Dalam pelatihan, siswa dikenalkan dengan teknik budidaya hidroponik, yaitu metode menanam tanpa tanah dengan memanfaatkan larutan nutrisi. Sistem hidroponik dinilai sangat cocok diterapkan karena sederhana, hemat lahan, dan ramah lingkungan. Para siswa diajak untuk langsung mempraktikkan proses penyemaian, perawatan, hingga panen sederhana.

Keterampilan Pengolahan Hasil Pertanian

Selain budidaya, para siswa juga diberi pelatihan tentang pengolahan hasil pertanian produktif. Kegiatan ini meliputi pengolahan sayuran dan buah menjadi produk sederhana yang bernilai jual, seperti minuman sehat dan olahan ringan. Hal ini bertujuan agar hasil panen tidak hanya dikonsumsi, tetapi juga bisa dimanfaatkan sebagai peluang usaha kecil.

Kontribusi BEM dalam Mendukung Kegiatan

Kegiatan pengabdian ini juga mendapat dukungan penuh dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Politeknik Negeri Subang. Para anggota BEM turut membantu dalam pendampingan siswa, mempersiapkan sarana dan prasarana, serta memastikan kegiatan berjalan lancar. Kehadiran BEM memberikan semangat tersendiri bagi siswa-siswa SLB, karena mereka bisa berinteraksi langsung dengan mahasiswa yang turut menjadi inspirasi.

Memberdayakan ABK untuk Masa Depan Mandiri

Program ini mendapat sambutan positif dari pihak sekolah maupun orang tua siswa. Dengan adanya keterampilan di bidang hidroponik dan pengolahan hasil pertanian, para ABK diharapkan mampu lebih percaya diri, produktif, dan berdaya saing.

Menurut Wiwik Endah Rahayu, S.TP., M.Si., kegiatan ini bukan hanya sekadar pelatihan, tetapi juga bagian dari upaya membangun inklusi sosial dan ekonomi bagi ABK. Sementara itu, Fitri Audia, S.T., M.Agr.Sc. menambahkan bahwa keterampilan ini dapat menjadi pondasi menuju kemandirian ekonomi sekaligus membuka peluang usaha yang berkelanjutan.

Harapan ke Depan

Kegiatan pengabdian masyarakat ini diharapkan dapat berkelanjutan dan menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain dalam mengembangkan keterampilan produktif bagi ABK. Kegiatan ini juga didukung oleh Kepala Bidang Ketahanan Pangan Dinas Pertanian Kabupaten Purwarkarta. Politeknik Negeri Subang melalui Jurusan Pertanian berkomitmen untuk terus mendukung program pemberdayaan masyarakat dengan pendekatan edukatif, inovatif, dan inklusif, serta melibatkan mahasiswa melalui organisasi kemahasiswaan seperti BEM agar tercipta kolaborasi yang lebih kuat antara dosen, mahasiswa, dan masyarakat.

HUMAS-PEDF

Dosen Jurusan Pertanian Politeknik Negeri Subang Lolos Seleksi Program Peningkatan Kemampuan Bahasa Inggris 2025


Dosen Jurusan Pertanian Politeknik Negeri Subang Lolos Seleksi Program Peningkatan Kemampuan Bahasa Inggris 2025

Politeknik Negeri Subang kembali menorehkan prestasi membanggakan. Tiga dosen dari Jurusan Pertanian berhasil lolos seleksi Program Peningkatan Kemampuan Bahasa Inggris Dosen Tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Direktorat Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Ditjen Diktiristek).

Mereka adalah:

  1. Desy Triastuti, S.TP., M.P.
  2. Fitri Audia, S.T., M.Agr.Sc.
  3. Rahmi Rahmawati, S.TP., M.TP.

Program ini merupakan salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan kompetensi dosen di bidang bahasa Inggris, khususnya untuk menunjang aktivitas akademik internasional, penulisan publikasi ilmiah bereputasi, serta memperluas jejaring kerjasama global.

Melalui program ini, para peserta akan mendapatkan pelatihan intensif yang meliputi peningkatan keterampilan listening, speaking, reading, dan writing, termasuk strategi penulisan akademik internasional. Tidak hanya itu, program ini juga diarahkan untuk mendukung dosen dalam meraih sertifikasi bahasa Inggris yang diakui secara global.

Keberhasilan ketiga dosen Jurusan Pertanian ini menjadi bukti nyata komitmen Politeknik Negeri Subang dalam mendorong dosennya untuk terus meningkatkan kualitas diri. Dengan penguasaan bahasa Inggris yang lebih baik, diharapkan para dosen dapat lebih aktif dalam menjalin kolaborasi penelitian internasional, meningkatkan publikasi di jurnal bereputasi, serta mendukung proses internasionalisasi kampus.

Jurusan Pertanian memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Desy Triastuti, S.TP., M.P., Fitri Audia, S.T., M.Agr.Sc., dan Rahmi Rahmawati, S.TP., M.TP. atas capaian ini. Semoga keberhasilan mereka menjadi motivasi bagi dosen-dosen lainnya untuk terus mengembangkan kompetensi dan berkontribusi bagi kemajuan Politeknik Negeri Subang.

HUMAS-PEDF

Prestasi Gemilang Dosen Jurusan Pertanian dalam Pendanaan Penelitian dan Hilirisasi Riset


Prestasi Gemilang Dosen Jurusan Pertanian dalam Pendanaan Penelitian dan Hilirisasi Riset

Jurusan Pertanian kembali menunjukan prestasi membanggakan dengan sejumlah dosen yang berhasil lolos mendapatkan pendanaan dari program-program bergengsi pemerintah. Pendanaan ini merupakan bukti nyata kualitas riset yang dihasilkan serta komitmen dalam mendukung pembangunan pertanian yang berkelanjutan dan berorientasi pada ekonomi hijau.

PENERIMA PENDANAAN PROGRAM HILIRISASI RISET – PENGUJIAN MODEL DAN PROTOTIPE

  • Fitri Suciati Fitri berhasil memperoleh pendanaan untuk proyek hilirisasi berjudul “Nacha” Whey Fermentasi Kombucha dengan Penambahan Sari Nanas Subang.” Penelitian ini mengembangkan produk minuman fermentasi yang memanfaatkan whey, limbah hasil produksi susu, diperkaya dengan sari nanas khas Subang. Proyek ini tidak hanya menambah nilai produk hasil pertanian dan peternakan lokal tapi juga berpotensi membuka peluang bisnis baru yang inovatif.

PENERIMA PENDANAAN PROGRAM PENELITIAN BATCH II

  • Rahmi Rahmawati Melalui risetnya berjudul “Optimasi Formulasi Bioaditif Minyak Atsiri Serehwangi, Cengkeh dan Nilam Subang: Solusi Lokal Bagi Green Economy Global,” Rahmi Rahmawati mengembangkan inovasi bioaditif berbahan minyak atsiri yang mendukung keberlanjutan lingkungan serta memberikan nilai tambah pada produk lokal Subang. Riset ini mengusung konsep ekonomi hijau global, yang sejalan dengan tren dan kebutuhan dunia akan solusi ramah lingkungan.
  • Tita Nurmalinasari Hidayat Dengan penelitian “Menggali Nilai Kewarganegaraan dari Agrobisnis Kampung Adat: Narasi Lokal untuk Pendidikan Karakter dan Pembangunan Desa,” Tita memberikan kontribusi besar dalam menguatkan nilai kultural dan kewarganegaraan melalui agrobisnis khas desa adat. Pendekatan ini diharapkan dapat memperkuat karakter masyarakat desa sekaligus mendorong pembangunan wilayah yang berkelanjutan.

Keberhasilan para dosen Jurusan Pertanian dalam meraih pendanaan menegaskan posisi jurusan pertanian sebagai pusat riset unggulan yang mampu menghasilkan inovasi bermutu tinggi dan berdampak nyata. Selamat kepada para penerima pendanaan atas dedikasi dan kerja kerasnya. Semoga riset ini mampu mendorong kemajuan pertanian dan pembangunan desa yang berkelanjutan.

HUMAS-PEDF

Seminar Nasional: Mahasiswa dan SDGs – Aksi Kecil Menuju Dampak Global di Bidang Pangan


Seminar Nasional: Mahasiswa dan SDGs – Aksi Kecil Menuju Dampak Global di Bidang Pangan

Pada Senin, 14 Juli 2025, telah berlangsung Seminar Nasional dengan tema “Mahasiswa dan SDGs: Aksi Kecil Menuju Dampak Global di Bidang Pangan” yang diselenggarakan oleh HIMAPERTA (Himpunan Mahasiswa Pertanian). Seminar ini bertujuan menginspirasi mahasiswa sebagai generasi penerus untuk berkontribusi secara nyata dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya dalam aspek ketahanan pangan.

Seminar menghadirkan narasumber kompeten di bidang ketahanan pangan. Narasumber pertama adalah Vini Pisonia, SP., MM, seorang Analis Ketahanan Pangan Ahli Muda dari Dinas Ketahanan Pangan Subang, yang membawakan materi terkait kondisi dan tantangan ketahanan pangan nasional sekaligus peluang inovasi aksi kecil dari generasi muda yang memberikan dampak besar secara global.

Narasumber kedua, Maulnan Hasbi Asshidiq, S.PT, Technical Service dari PT Malindo Feedmill Tbk, membahas peran industri peternakan dan produksi pakan dalam menjaga ketersediaan dan keberlanjutan pangan, serta pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk mewujudkan SDGs di bidang pangan.

Acara seminar dipandu oleh moderator Wawan Setiawan, SP., M.Si, dosen dari Jurusan Pertanian, yang berhasil mengalirkan diskusi interaktif dan sesi tanya jawab yang hidup antara narasumber dan peserta seminar. Keterlibatan aktif mahasiswa HIMAPERTA sebagai panitia sukses menyelenggarakan acara tersebut dengan baik dan tertib.

Seminar ini menjadi wadah penting untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa mengenai tantangan global di sektor pangan dan mendorong mereka melakukan aksi nyata, sebagai bagian dari kontribusi kecil yang berpotensi membawa perubahan besar, sesuai dengan semangat SDGs.

HUMAS – PEDF

Sambut 6 Dosen Baru di Jurusan Pertanian Politeknik Negeri Subang


Sambut 6 Dosen Baru di Jurusan Pertanian Politeknik Negeri Subang

Politeknik Negeri Subang (Polsub) kembali menghadirkan tenaga pengajar baru yang akan menguatkan kualitas pendidikan di Jurusan Pertanian. Enam dosen baru ini membawa keahlian dan pengalaman yang beragam di bidang pertanian dan ilmu pendukungnya. Berikut profil singkat dari mereka:

1. Erin Nur Fitriani, S.T.P., M.T.P – Teknologi Industri Pertanian

Erin Nur Fitriani bergabung sebagai dosen di bidang Teknologi Industri Pertanian. Dengan latar belakang pendidikan S.T.P. dan M.T.P., beliau menguasai pengolahan hasil pertanian yang berfokus pada inovasi teknologi untuk meningkatkan nilai tambah produk pertanian.

2. Muhammad Abdillah Hasan Qonit, M.T.P. – Teknologi Agroindustri

Muhammad Abdillah Hasan Qonit memiliki keahlian di bidang Teknologi Agroindustri, yang mencakup proses pengolahan dan pengemasan hasil pertanian sehingga dapat memenuhi standar industri dan pasar.

3. Inayah Rahmawati Putri Utami, M.P – Agribisnis

Inayah Rahmawati Putri Utami mengampu bidang Agribisnis dengan fokus pada aspek ekonomi dan manajemen dalam sektor pertanian. Beliau membekali mahasiswa dengan pengetahuan tentang pengelolaan bisnis pertanian yang berkelanjutan dan menguntungkan.

4. Wawan Setiawan, S.P., M.Si. – Hama Penyakit Tanaman

Wawan Setiawan memiliki spesialisasi di bidang Hama dan Penyakit Tanaman. Keahliannya sangat penting dalam melindungi tanaman dari gangguan hama dan penyakit yang dapat mengancam produksi pertanian.

5. Meridian Khairad, S.Pd., M.Si. – Matematika

Meridian Chaired mengajarkan Matematika sebagai mata kuliah penunjang di jurusan pertanian. Penguasaan matematika sangat membantu dalam analisis data, perencanaan, hingga pengembangan teknologi pertanian.

6. Faris Nur Fauzi Athallah, M.P. – Ilmu Tanah

Faris Nur Fauzi Athallah mengkhususkan diri di Ilmu Tanah, yang mempelajari sifat dan kondisi tanah serta pengelolaannya untuk mendukung pertanian yang produktif dan berkelanjutan.

Kehadiran dosen-dosen baru ini diharapkan dapat memperkuat pengajaran dan penelitian di jurusan pertanian Politeknik Negeri Subang, sehingga mencetak lulusan yang siap menghadapi tantangan dunia pertanian modern.

HUMAS JPERTA – PEDF

Selamat Datang PLP Baru Jurusan Pertanian Politeknik Negeri Subang


Selamat Datang PLP Baru Jurusan Pertanian Politeknik Negeri Subang

Subang, Juni 2025 — Jurusan Pertanian Politeknik Negeri Subang terus berkomitmen dalam meningkatkan mutu layanan pendidikan vokasi, termasuk dalam penguatan dukungan laboratorium sebagai sarana pembelajaran praktikum mahasiswa. Dalam rangka menunjang kegiatan praktikum dan riset terapan, Jurusan Pertanian menyambut tiga Pranata Laboratorium Pendidikan (PLP) baru yang siap mendukung kelancaran operasional laboratorium secara profesional.

Berikut adalah profil singkat PLP baru yang akan bertugas di berbagai laboratorium Jurusan Pertanian:

Anggun Tya Isworo, A.Md.T

Penempatan: Laboratorium Mikrobiologi & Laboratorium Pemuliaan Tanaman
Anggun Tya Isworo merupakan tenaga teknis laboratorium yang memiliki latar belakang di bidang teknologi pertanian. Dengan penempatan di Laboratorium Mikrobiologi dan Pemuliaan Tanaman, beliau akan bertanggung jawab dalam mendukung kegiatan praktikum yang berkaitan dengan kultur mikroorganisme, uji biologis, serta teknik persilangan dan seleksi tanaman unggul. Keterlibatan aktifnya diharapkan mampu menciptakan lingkungan praktikum yang aman, efektif, dan kondusif untuk pembelajaran.


Eko Wahyu Setyaningsih, A.Md.

Penempatan: Laboratorium Teknologi Pengolahan Hasil Pertanian (TPHP) & Laboratorium Simulasi Industri
Eko Wahyu Setyaningsih akan bertugas mendampingi kegiatan praktikum pada mata kuliah pengolahan hasil, teknik industri agro, dan simulasi proses produksi. Dengan pengalaman di bidang teknologi pangan dan sistem kerja laboratorium pengolahan, beliau siap memastikan praktik mahasiswa berjalan sesuai prosedur serta mendukung pengembangan teaching factory berbasis industri pertanian.


Zanuba Fitroh Aulia, A.Md.T

Penempatan: Laboratorium Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan), Laboratorium Perlindungan Tanaman (Perlintan), dan Greenhouse
Zanuba Fitroh Aulia akan berperan dalam kegiatan praktikum yang berhubungan dengan alat dan mesin pertanian, proteksi tanaman, serta budidaya di rumah kaca. Keahliannya dalam pengelolaan sarana budidaya tanaman dan perawatan alat lapangan akan sangat membantu mahasiswa memahami praktik pertanian presisi dan mekanisasi modern.


Kehadiran ketiga PLP ini menjadi bagian penting dalam upaya Jurusan Pertanian untuk menyediakan layanan laboratorium yang prima, terstandar, dan mendukung pencapaian capaian pembelajaran mahasiswa secara optimal.

“Dengan hadirnya PLP baru, kami berharap kualitas pelayanan dan efektivitas praktikum di Jurusan Pertanian akan semakin meningkat, memberikan pengalaman belajar terbaik bagi seluruh mahasiswa,” ujar Koordinator Laboratorium Jurusan Pertanian.


PEDF

Humas – Jurusan Pertanian
Politeknik Negeri Subang