Dosen D3 Agroindustri Laksanakan Pengabdian Masyarakat: Pendampingan PIRT, Sertifikasi Halal, dan Perbaikan Kemasan untuk UMKM Bolu Kelapa di Desa Sadawarna


Dosen D3 Agroindustri Laksanakan Pengabdian Masyarakat: Pendampingan PIRT, Sertifikasi Halal, dan Perbaikan Kemasan untuk UMKM Bolu Kelapa di Desa Sadawarna

Tim dosen Program Studi D3 Agroindustri, Jurusan Pertanian, Politeknik Negeri Subang melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa Pendampingan Pendaftaran Legalitas PIRT, Sertifikasi Halal, dan Perbaikan Kemasan Produk bagi UMKM Bolu Kelapa di Dusun Dukuh, Desa Sadawarna, Kabupaten Subang.

Kegiatan ini merupakan wujud komitmen kampus dalam menguatkan kapasitas pelaku UMKM lokal agar mampu bersaing di pasar yang semakin kompetitif. UMKM Bolu Kelapa dipilih karena memiliki cita rasa khas yang digemari masyarakat, namun masih menghadapi tantangan dalam legalitas dan kemasan produk.

Pendampingan Langsung di Lokasi Usaha

Kegiatan pendampingan dilakukan langsung di rumah produksi Bolu Kelapa. Tim dosen bersama pelaku usaha berdiskusi mengenai pentingnya memiliki izin edar PIRT dan sertifikat halal sebagai jaminan keamanan serta kepercayaan konsumen.

Dosen D3 Agroindustri memberikan penjelasan proses pendaftaran PIRT kepada pemilik UMKM Bolu Kelapa.

Tahapan kegiatan meliputi:

  • Sosialisasi pentingnya legalitas usaha untuk memperluas akses pemasaran.
  • Bimbingan teknis pendaftaran PIRT melalui OSS-RBA.
  • Pendampingan pengajuan sertifikasi halal sesuai prosedur LPH.
  • Workshop desain kemasan agar produk terlihat lebih menarik dan informatif.
  • Pembuatan prototipe kemasan baru yang lebih modern dan ramah distribusi.

Kemasan Baru, Semangat Baru

Salah satu sorotan kegiatan ini adalah perbaikan kemasan Bolu Kelapa. Desain baru dibuat lebih elegan, dengan informasi yang jelas seperti komposisi, tanggal kedaluwarsa, label halal, serta izin PIRT. Kemasan juga disesuaikan agar tahan terhadap penyimpanan dan pengiriman jarak jauh.

Manfaat Nyata bagi Pelaku UMKM

Dengan pendampingan ini, UMKM Bolu Kelapa akan memiliki:

  • Legalitas resmi (PIRT dan sertifikat halal) yang membuka peluang masuk pasar modern.
  • Kemasan produk profesional yang meningkatkan daya tarik konsumen.
  • Pengetahuan tentang strategi pemasaran berbasis legalitas dan kualitas kemasan.

Pemilik UMKM Bolu Kelapa mengaku sangat terbantu dengan kegiatan ini.

“Dulu saya bingung bagaimana mengurus izin PIRT dan halal, apalagi soal desain kemasan. Alhamdulillah sekarang saya paham prosesnya, dan produk saya jadi lebih siap jual,” ungkap Eti pemilik usaha bolu kelapa.

Ketua tim pengabdian, Fenny Apriliani, menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan hanya memberi pengetahuan, tetapi juga memastikan UMKM benar-benar siap naik kelas.

“Kami akan terus memantau perkembangan legalitas dan kemasan produk ini. Harapannya, Bolu Kelapa Sadawarna bisa menjadi oleh-oleh khas Subang yang dikenal lebih luas,” ujarnya.

Kegiatan ini diakhiri dengan penyerahan desain kemasan baru kepada pelaku usaha, serta komitmen tim dosen untuk terus memonitor perkembangan UMKM mitra dalam mengurus legalitas dan mengembangkan produk.

HUMAS – PEDF