Kreativitas dan Inovasi Mahasiswa POLSUB Berbuah Prestasi di Lomba Kreasi Olah Pangan UNTIRTA


Kreativitas dan Inovasi Mahasiswa POLSUB Berbuah Prestasi di Lomba Kreasi Olah Pangan UNTIRTA

Mahasiswa Jurusan Pertanian Politeknik Negeri Subang kembali menorehkan prestasi membanggakan dalam Lomba Kreasi Olah Pangan yang diselenggarakan oleh Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. Ajang ini menjadi wadah inovasi dan kreativitas mahasiswa dalam mengembangkan produk pangan berbasis potensi lokal, sekaligus mendorong jiwa kewirausahaan dan inovasi di bidang agroindustri.

Pada kompetisi tersebut, Tim Bamtara berhasil meraih Juara 3 Kreasi Olah Pangan melalui produk inovatif bertajuk “Bamboo Nusantara”. Tim ini terdiri dari Gina, Ikhsan, dan Rahmania, mahasiswa Program Studi D4 Teknologi Produksi Tanaman Pangan, dengan bimbingan dosen Puri Eka Dewi Fortuna, S.Tr.P., M.Sc. Produk yang diusung mengangkat nilai kearifan lokal serta kreativitas pengolahan pangan yang berkelanjutan.

Selain itu, prestasi gemilang juga diraih oleh Tim Noko yang memperoleh penghargaan Proposal Terbaik melalui produk “Nori Daun Singkong”. Tim ini beranggotakan Zacki, Hasna, dan Janati dari Program Studi D3 Agroindustri, di bawah bimbingan Gita Vinanda, S.P., M.Si. Inovasi ini menunjukkan potensi diversifikasi pangan lokal yang bernilai tambah dan berdaya saing.

Jurusan Pertanian Politeknik Negeri Subang mengapresiasi capaian para mahasiswa dan dosen pembimbing yang telah berkontribusi aktif dalam mendukung pengembangan kreativitas, inovasi, dan prestasi mahasiswa. Diharapkan keberhasilan ini dapat menjadi motivasi bagi seluruh sivitas akademika untuk terus berkarya, berinovasi, dan mengharumkan nama institusi di tingkat regional maupun nasional.

HUMAS-PEDF

Asah Kompetensi Global, Mahasiswa Jurusan Pertanian POLSUB Subang Raih Juara di English Contest UNSIKA


Asah Kompetensi Global, Mahasiswa Jurusan Pertanian POLSUB Subang Raih Juara di English Contest UNSIKA

Mahasiswa Jurusan Pertanian Politeknik Negeri Subang kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat perguruan tinggi. Gina Pebrianti dan Mita Dwi Aghniya, mahasiswa Program Studi Sarjana Terapan Teknologi Produksi Tanaman Pangan, berhasil meraih Juara 3 pada ajang English Contest of ASEED yang diselenggarakan oleh FKIP Universitas Singaperbangsa Karawang.

Dalam kompetisi tersebut, Gina Pebrianti meraih penghargaan sebagai The Third Winner of Poetry, sementara Mita Dwi Aghniya berhasil memperoleh predikat The Third Winner of News Anchor. Prestasi ini menjadi bukti bahwa mahasiswa Jurusan Pertanian tidak hanya unggul dalam bidang akademik dan keilmuan pertanian, tetapi juga memiliki kompetensi yang baik dalam penguasaan bahasa Inggris dan keterampilan komunikasi.

Jurusan Pertanian Politeknik Negeri Subang menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para dosen pembimbing yang telah memberikan bimbingan, motivasi, dan dukungan selama proses persiapan hingga pelaksanaan lomba. Semoga capaian ini dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berprestasi, berkarya, dan mengharumkan nama institusi di berbagai ajang kompetisi.

Humas-PEDF

Mahasiswa Jurusan Pertanian Politeknik Negeri Subang Raih Prestasi pada Agriculture Expert Class (AEC) 2025 di Universitas Siliwangi


Mahasiswa Jurusan Pertanian Politeknik Negeri Subang Raih Prestasi pada Agriculture Expert Class (AEC) 2025 di Universitas Siliwangi

Mahasiswa Jurusan Pertanian Politeknik Negeri Subang kembali menorehkan prestasi membanggakan pada ajang Agriculture Expert Class (AEC) 2025 yang diselenggarakan oleh Universitas Siliwangi. Kompetisi tingkat nasional ini mempertemukan para inovator muda di bidang pertanian untuk menampilkan gagasan, penelitian, dan inovasi terbaik mereka.

Pada perhelatan tahun 2025 ini, dua tim dari Jurusan Pertanian berhasil meraih prestasi di dua kategori berbeda, yakni Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) dan Business Model Canvas (BMC).

Tim 1 – Juara 3 LKTI

Judul: “Penerapan Drone Berbasis Algoritma YOLO untuk Deteksi Penyakit Busuk Hati pada Nanas Subang”
Dosen Pembimbing: Wawan Setiawan, S.P., M.Si.

Tim ini terdiri dari mahasiswa:

  • Muhammad Hafidzudin R
  • Tiara Dwiyanti Putri
  • Akhmad Kharis
  • Alisa Nur Janah
  • Najwa Putri Ramadhani

Dalam karya ilmiahnya, tim mengembangkan inovasi pemantauan kesehatan tanaman nanas menggunakan drone yang dilengkapi algoritma YOLO, sehingga penyakit busuk hati pada nanas dapat terdeteksi secara cepat dan akurat. Inovasi ini dinilai sangat relevan dengan kebutuhan pengembangan pertanian presisi, khususnya bagi komoditas unggulan Nanas Subang.

Tim 2 – Juara Harapan 1 Kategori BMC

Judul: “Cassa Black Noodle”
Dosen Pembimbing: Erin Nur Fitriani, S.T.P., M.T.P.

Anggota tim:

  • Intan Yulianita
  • Zia Zuliatun Naziah
  • Sofyan Hidayah
  • Ramot Jaguar Siagian

Tim ini berhasil memikat dewan juri melalui inovasi produk olahan pangan berupa mi hitam fungsional berbahan dasar cassava yang memiliki nilai gizi lebih tinggi serta potensi pasar yang luas. Melalui pendekatan Business Model Canvas, tim menjabarkan strategi bisnis, analisis konsumen, hingga peluang komersialisasi produk yang dinilai sangat prospektif.

Capaian ini menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa Jurusan Pertanian Politeknik Negeri Subang tidak hanya unggul dalam teori, tetapi juga mampu menghadirkan solusi nyata bagi dunia pertanian dan agroindustri. Dukungan penuh dari dosen pembimbing serta lingkungan akademik yang inovatif memberikan ruang bagi mahasiswa untuk terus berkarya dan berprestasi.

Jurusan Pertanian mengapresiasi kerja keras kedua tim dan berharap prestasi ini menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus mengembangkan kemampuan, kreativitas, dan keberanian berkompetisi di tingkat nasional maupun internasional.

HUMAS-PEDF

Menuju Kemandirian Ekonomi: Transformasi Keterampilan ABK Melalui Hidroponik dan Pengolahan Hasil Pertanian Produktif


Menuju Kemandirian Ekonomi: Transformasi Keterampilan ABK Melalui Hidroponik dan Pengolahan Hasil Pertanian Produktif

Purwakarta, 2025 – Dosen Jurusan Pertanian Politeknik Negeri Subang kembali menunjukkan komitmennya dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang Pengabdian kepada Masyarakat. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Wiwik Endah Rahayu, S.TP., M.Si. dan Fitri Audia, S.T., M.Agr.Sc. dengan mengusung tema “Menuju Kemandirian Ekonomi: Transformasi Keterampilan ABK Melalui Hidroponik dan Pengolahan Hasil Pertanian Produktif”.

Program pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di SLB Yakalimu Purwakarta dan melibatkan para siswa Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) beserta para pendidik. Tujuannya adalah untuk memberikan pembekalan keterampilan praktis di bidang pertanian modern dan pengolahan hasil, sehingga dapat menjadi bekal dalam meningkatkan kemandirian ekonomi di masa depan.

Pengenalan Hidroponik untuk Pertanian Ramah Lingkungan

Dalam pelatihan, siswa dikenalkan dengan teknik budidaya hidroponik, yaitu metode menanam tanpa tanah dengan memanfaatkan larutan nutrisi. Sistem hidroponik dinilai sangat cocok diterapkan karena sederhana, hemat lahan, dan ramah lingkungan. Para siswa diajak untuk langsung mempraktikkan proses penyemaian, perawatan, hingga panen sederhana.

Keterampilan Pengolahan Hasil Pertanian

Selain budidaya, para siswa juga diberi pelatihan tentang pengolahan hasil pertanian produktif. Kegiatan ini meliputi pengolahan sayuran dan buah menjadi produk sederhana yang bernilai jual, seperti minuman sehat dan olahan ringan. Hal ini bertujuan agar hasil panen tidak hanya dikonsumsi, tetapi juga bisa dimanfaatkan sebagai peluang usaha kecil.

Kontribusi BEM dalam Mendukung Kegiatan

Kegiatan pengabdian ini juga mendapat dukungan penuh dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Politeknik Negeri Subang. Para anggota BEM turut membantu dalam pendampingan siswa, mempersiapkan sarana dan prasarana, serta memastikan kegiatan berjalan lancar. Kehadiran BEM memberikan semangat tersendiri bagi siswa-siswa SLB, karena mereka bisa berinteraksi langsung dengan mahasiswa yang turut menjadi inspirasi.

Memberdayakan ABK untuk Masa Depan Mandiri

Program ini mendapat sambutan positif dari pihak sekolah maupun orang tua siswa. Dengan adanya keterampilan di bidang hidroponik dan pengolahan hasil pertanian, para ABK diharapkan mampu lebih percaya diri, produktif, dan berdaya saing.

Menurut Wiwik Endah Rahayu, S.TP., M.Si., kegiatan ini bukan hanya sekadar pelatihan, tetapi juga bagian dari upaya membangun inklusi sosial dan ekonomi bagi ABK. Sementara itu, Fitri Audia, S.T., M.Agr.Sc. menambahkan bahwa keterampilan ini dapat menjadi pondasi menuju kemandirian ekonomi sekaligus membuka peluang usaha yang berkelanjutan.

Harapan ke Depan

Kegiatan pengabdian masyarakat ini diharapkan dapat berkelanjutan dan menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain dalam mengembangkan keterampilan produktif bagi ABK. Kegiatan ini juga didukung oleh Kepala Bidang Ketahanan Pangan Dinas Pertanian Kabupaten Purwarkarta. Politeknik Negeri Subang melalui Jurusan Pertanian berkomitmen untuk terus mendukung program pemberdayaan masyarakat dengan pendekatan edukatif, inovatif, dan inklusif, serta melibatkan mahasiswa melalui organisasi kemahasiswaan seperti BEM agar tercipta kolaborasi yang lebih kuat antara dosen, mahasiswa, dan masyarakat.

HUMAS-PEDF

Dosen Jurusan Pertanian Politeknik Negeri Subang Lolos Seleksi Program Peningkatan Kemampuan Bahasa Inggris 2025


Dosen Jurusan Pertanian Politeknik Negeri Subang Lolos Seleksi Program Peningkatan Kemampuan Bahasa Inggris 2025

Politeknik Negeri Subang kembali menorehkan prestasi membanggakan. Tiga dosen dari Jurusan Pertanian berhasil lolos seleksi Program Peningkatan Kemampuan Bahasa Inggris Dosen Tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Direktorat Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Ditjen Diktiristek).

Mereka adalah:

  1. Desy Triastuti, S.TP., M.P.
  2. Fitri Audia, S.T., M.Agr.Sc.
  3. Rahmi Rahmawati, S.TP., M.TP.

Program ini merupakan salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan kompetensi dosen di bidang bahasa Inggris, khususnya untuk menunjang aktivitas akademik internasional, penulisan publikasi ilmiah bereputasi, serta memperluas jejaring kerjasama global.

Melalui program ini, para peserta akan mendapatkan pelatihan intensif yang meliputi peningkatan keterampilan listening, speaking, reading, dan writing, termasuk strategi penulisan akademik internasional. Tidak hanya itu, program ini juga diarahkan untuk mendukung dosen dalam meraih sertifikasi bahasa Inggris yang diakui secara global.

Keberhasilan ketiga dosen Jurusan Pertanian ini menjadi bukti nyata komitmen Politeknik Negeri Subang dalam mendorong dosennya untuk terus meningkatkan kualitas diri. Dengan penguasaan bahasa Inggris yang lebih baik, diharapkan para dosen dapat lebih aktif dalam menjalin kolaborasi penelitian internasional, meningkatkan publikasi di jurnal bereputasi, serta mendukung proses internasionalisasi kampus.

Jurusan Pertanian memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Desy Triastuti, S.TP., M.P., Fitri Audia, S.T., M.Agr.Sc., dan Rahmi Rahmawati, S.TP., M.TP. atas capaian ini. Semoga keberhasilan mereka menjadi motivasi bagi dosen-dosen lainnya untuk terus mengembangkan kompetensi dan berkontribusi bagi kemajuan Politeknik Negeri Subang.

HUMAS-PEDF

Mahasiswi Polsub Raih Juara 1 Syahril Qur’an Putri pada MTQ Politeknik Nasional 2025 di Batam


Mahasiswi Polsub Raih Juara 1 Syahril Qur’an Putri pada MTQ Politeknik Nasional 2025 di Batam

Prestasi membanggakan kembali diraih oleh mahasiswa Politeknik Negeri Subang (Polsub). Tim Polsub berhasil meraih Juara 1 Lomba Syahril Qur’an Putri Kategori Thayyib dalam ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Politeknik Nasional 2025 yang diselenggarakan di Politeknik Negeri Batam.

Tim Syahril Qur’an Putri Polsub terdiri dari:

  • Rahmania Putri (D4 Teknologi Produksi Tanaman Pangan – Jurusan Pertanian)
  • Lina Sintia (D4 Teknik Rekayasa Perangkat Lunak – Jurusan Teknologi Informasi dan Komputer)
  • Alya Maratun Jamilah (D4 Teknik Rekayasa Perangkat Lunak – Jurusan Teknologi Informasi dan Komputer)

Dengan penampilan penuh penghayatan dan penguasaan materi Al-Qur’an yang kuat, ketiganya berhasil memukau dewan juri serta menyisihkan peserta dari berbagai politeknik negeri se-Indonesia.

Direktur Politeknik Negeri Subang memberikan apresiasi atas capaian ini. “Kami sangat bangga dengan prestasi mahasiswa Polsub yang tidak hanya berprestasi di bidang akademik dan inovasi, tetapi juga dalam bidang religius. Kemenangan ini menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa Polsub berkarakter, berprestasi, dan siap membawa nama baik kampus di tingkat nasional,” ujarnya.

Kemenangan ini diharapkan dapat memotivasi mahasiswa Polsub lainnya untuk terus mengembangkan potensi diri, baik dalam bidang akademik, seni, olahraga, maupun keagamaan, serta menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup dalam setiap aktivitas.

PEDF-HUMAS

Mahasiswa D3 Agroindustri Politeknik Negeri Subang Lolos 10 Besar di Subang Innovation Festival (SIF) 2025


Mahasiswa D3 Agroindustri Politeknik Negeri Subang Lolos 10 Besar di Subang Innovation Festival (SIF) 2025

Subang – Empat kelompok mahasiswa Program Studi D3 Agroindustri Politeknik Negeri Subang berhasil menorehkan prestasi membanggakan dalam ajang Subang Innovation Festival (SIF) 2025. Keempat tim tersebut lolos ke 10 besar tahap penilaian substansi berkat ide-ide inovatif mereka dalam bidang pengolahan pangan berbasis potensi lokal.

Adapun karya inovasi yang berhasil masuk 10 besar yaitu:

  1. Kefiberry: Probiotik Ice Cream Kefir
    Produk es krim probiotik dengan bahan dasar kefir yang dikembangkan untuk menghadirkan camilan sehat sekaligus mendukung gaya hidup modern yang lebih peduli kesehatan.
  2. Inovasi Pangan Lokal: Sosis Ikan Nila dengan Filler Ubi Kuning
    Inovasi olahan sosis berbasis ikan nila yang dipadukan dengan ubi kuning sebagai upaya memanfaatkan komoditas lokal sekaligus meningkatkan nilai gizi.
  3. Greenbite Dinsum (Dinsum Ikan Daun Katuk)
    Produk dinamis berupa dimsum sehat yang mengombinasikan ikan segar dengan daun katuk, memberikan nilai tambah baik dari sisi rasa maupun kandungan nutrisi.
  4. Denilicious: Dendeng Ikan Nila
    Inovasi pangan berupa dendeng berbahan dasar ikan nila sebagai alternatif pangan kaya protein sekaligus mendukung diversifikasi produk hasil perikanan.

Dari keempat tim tersebut, dua di antaranya kembali mencetak prestasi dengan berhasil menembus 5 besar SIF 2025, yakni:

  1. Kefiberry: Probiotik Ice Cream Kefir
  2. Inovasi Pangan Lokal: Sosis Ikan Nila dengan Filler Ubi Kuning

Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa D3 Agroindustri Politeknik Negeri Subang mampu berinovasi dan bersaing dalam menciptakan produk pangan fungsional serta berbasis potensi lokal.

Ketua Jurusan Pertanian Politeknik Negeri Subang menyampaikan apresiasinya terhadap capaian ini. “Prestasi ini menunjukkan semangat dan kreativitas mahasiswa dalam mengembangkan inovasi pangan yang bermanfaat bagi masyarakat. Kami berharap inovasi ini tidak hanya berhenti di ajang kompetisi, tetapi juga dapat dikembangkan hingga tahap komersialisasi,” ujarnya.

Melalui partisipasi di ajang Subang Innovation Festival (SIF) 2025, mahasiswa tidak hanya berkompetisi tetapi juga berkesempatan untuk melatih keterampilan presentasi, kolaborasi tim, serta menumbuhkan jiwa kewirausahaan berbasis inovasi.

HUMAS-PEDF

PEKMAS : Pemanfaatan Pekarangan Rumah dengan Polibag Hijau dalam Mewujudkan Lingkungan Asri dan Produktif


PEKMAS : Pemanfaatan Pekarangan Rumah dengan Polibag Hijau dalam Mewujudkan Lingkungan Asri dan Produktif

Dosen dan mahasiswa Program Studi Teknologi Produksi Tanaman Pangan, Jurusan Pertanian, ikut ambil bagian dalam pengabdian masyarakat dengan mengadakan penyuluhan tentang pemanfaatan pekarangan rumah menggunakan konsep Polibag Hijau. Kegiatan ini bertujuan untuk mendorong masyarakat, terutama kalangan ibu-ibu rumah tangga di Desa Sadawarna, agar mampu mengoptimalkan lahan pekarangan yang terbatas dengan menanam komoditas sayuran yang sering dikonsumsi sehari-hari. Melalui kegiatan ini, diharapkan ketahanan pangan berkelanjutan dapat ditingkatkan dari lingkungan rumah sendiri.

Konsep Polibag Hijau

Polibag Hijau merupakan inovasi pemanfaatan polibag sebagai media tanam yang praktis dan efisien dalam skala rumah tangga atau pekarangan kecil. Konsep ini tidak hanya berfokus pada aspek produktivitas dengan menanam sayuran dan tanaman konsumsi, tapi juga berupaya menciptakan lingkungan yang lebih asri, hijau, dan estetik. Polibag fleksibel dan mudah dipindahkan, sehingga sangat cocok untuk ruang terbatas yang biasa ditemukan di lingkungan perumahan modern.

Melalui penyuluhan tersebut, masyarakat diajak untuk mulai menanam komoditas hijau dengan perawatan mudah, sehingga meskipun hanya memiliki lahan terbatas, pekarangan rumah tetap bisa dimanfaatkan secara fungsional dan memperindah lingkungan sekitar.

Peserta dan Suasana Kegiatan

Penyuluhan ini diikuti oleh wanita tani dari Desa Sadawarna sebagai peserta utama, yang selain bertujuan meningkatkan produktivitas pangan rumah tangga juga untuk menambah wawasan dalam bidang pertanian modern. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Koordinator Penyuluh Cibogo dan Penyuluh Desa Sadawarna, yang memberikan pendampingan serta dukungan teknis guna memastikan keberhasilan penyuluhan.

Suasana penyuluhan berjalan hangat dan interaktif, dengan kesempatan bagi peserta untuk belajar langsung cara menyusun media tanam, memilih jenis sayuran yang cocok, serta teknik perawatan polibag agar tanaman tumbuh optimal. Diskusi yang terjadi turut memperkaya pemahaman peserta mengenai manfaat Polibag Hijau dalam mendukung pola hidup sehat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.


Kegiatan pengabdian masyarakat ini menunjukkan komitmen dosen dan mahasiswa dalam menerapkan ilmu pertanian secara langsung kepada masyarakat, yang tidak hanya meningkatkan produktivitas pangan tetapi juga mewujudkan lingkungan yang lebih asri dan sehat. Dengan Polibag Hijau, semangat menanam di pekarangan rumah yang sempit bisa menjadi solusi cerdas bagi ketahanan pangan di tingkat rumah tangga dan mendukung pertanian berkelanjutan.


HUMAS – PEDF

Pengabdian Masyarakat Prodi Sarjana Terapan Teknologi Produksi Tanaman Pangan: Penyuluhan Pengendalian Hama Ulat Penggulung Daun Padi dengan Pestisida Nabati di Desa Cibogo


Pengabdian Masyarakat Prodi Sarjana Terapan Teknologi Produksi Tanaman Pangan: Penyuluhan Pengendalian Hama Ulat Penggulung Daun Padi dengan Pestisida Nabati di Desa Cibogo

Dosen dan mahasiswa Program Studi Teknologi Produksi Tanaman Pangan, Jurusan Pertanian, baru-baru ini melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat berupa penyuluhan pengendalian hama ulat penggulung daun padi menggunakan pestisida nabati. Kegiatan ini menjadi langkah awal yang penting untuk mendukung pertanian ramah lingkungan dan berkelanjutan di Desa Cibogo, Kecamatan Cibogo, Kabupaten Subang.

Penyuluhan ini berjalan dengan lancar dan mendapat sambutan yang sangat positif dari para petani yang hadir. Antusiasme peserta terlihat jelas, khususnya saat praktik pembuatan pestisida nabati dan sesi diskusi yang berlangsung hangat setelahnya. Dengan kegiatan ini, dosen dan mahasiswa berharap agar para petani mulai menerapkan pestisida nabati sebagai alternatif pengendalian hama yang lebih aman, sehat, dan ramah lingkungan dibandingkan dengan penggunaan pestisida kimia.

Lokasi dan Peserta Kegiatan

Penyuluhan dilaksanakan secara langsung di kediaman Bapak Wawan, anggota Kelompok Tani (Gapoktan) “Lumbung Sejahtera,” yang berlokasi di Desa Cibogo. Suasana kegiatan berlangsung sangat akrab, penuh keakraban dan semangat kebersamaan yang tinggi. Bertempat di rumah Ketua Gapoktan, kegiatan ini terasa santai namun tetap kondusif dan sangat relevan dengan lingkungan pertanian para petani sehari-hari.

Sebanyak 24 petani laki-laki tergabung dalam Gapoktan “Lumbung Sejahtera” mengikuti kegiatan penyuluhan ini. Para peserta berasal dari berbagai usia dan latar belakang pengalaman bertani. Meskipun berbeda pengalaman, secara umum mereka adalah petani aktif yang secara intensif mengelola lahan pertanian padi. Kehadiran tepat waktu dan keaktifan mereka selama sesi penyuluhan merupakan bukti tingginya antusiasme peserta.

Pendampingan dan Monitoring

Selain anggota Gapoktan, kegiatan ini juga dihadiri oleh perwakilan dari Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Cibogo yang hadir sebagai pendamping kegiatan sekaligus untuk melakukan monitoring dan evaluasi penyuluhan di tingkat desa. Kehadiran BPP memberikan dukungan tambahan dalam memastikan kegiatan berjalan sesuai tujuan dan hasilnya dapat terserap dengan baik oleh para petani.


Kegiatan pengabdian masyarakat ini tidak hanya menjadi ajang transfer ilmu dan teknologi tetapi juga memperkuat hubungan antara akademisi dengan masyarakat petani. Melalui kolaborasi ini, diharapkan pertanian di Desa Cibogo dapat lebih maju dengan menerapkan teknik pertanian yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.

HUMAS- PEDF

Seminar Nasional: Mahasiswa dan SDGs – Aksi Kecil Menuju Dampak Global di Bidang Pangan


Seminar Nasional: Mahasiswa dan SDGs – Aksi Kecil Menuju Dampak Global di Bidang Pangan

Pada Senin, 14 Juli 2025, telah berlangsung Seminar Nasional dengan tema “Mahasiswa dan SDGs: Aksi Kecil Menuju Dampak Global di Bidang Pangan” yang diselenggarakan oleh HIMAPERTA (Himpunan Mahasiswa Pertanian). Seminar ini bertujuan menginspirasi mahasiswa sebagai generasi penerus untuk berkontribusi secara nyata dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya dalam aspek ketahanan pangan.

Seminar menghadirkan narasumber kompeten di bidang ketahanan pangan. Narasumber pertama adalah Vini Pisonia, SP., MM, seorang Analis Ketahanan Pangan Ahli Muda dari Dinas Ketahanan Pangan Subang, yang membawakan materi terkait kondisi dan tantangan ketahanan pangan nasional sekaligus peluang inovasi aksi kecil dari generasi muda yang memberikan dampak besar secara global.

Narasumber kedua, Maulnan Hasbi Asshidiq, S.PT, Technical Service dari PT Malindo Feedmill Tbk, membahas peran industri peternakan dan produksi pakan dalam menjaga ketersediaan dan keberlanjutan pangan, serta pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk mewujudkan SDGs di bidang pangan.

Acara seminar dipandu oleh moderator Wawan Setiawan, SP., M.Si, dosen dari Jurusan Pertanian, yang berhasil mengalirkan diskusi interaktif dan sesi tanya jawab yang hidup antara narasumber dan peserta seminar. Keterlibatan aktif mahasiswa HIMAPERTA sebagai panitia sukses menyelenggarakan acara tersebut dengan baik dan tertib.

Seminar ini menjadi wadah penting untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa mengenai tantangan global di sektor pangan dan mendorong mereka melakukan aksi nyata, sebagai bagian dari kontribusi kecil yang berpotensi membawa perubahan besar, sesuai dengan semangat SDGs.

HUMAS – PEDF