Kreativitas dan Inovasi Mahasiswa POLSUB Berbuah Prestasi di Lomba Kreasi Olah Pangan UNTIRTA


Kreativitas dan Inovasi Mahasiswa POLSUB Berbuah Prestasi di Lomba Kreasi Olah Pangan UNTIRTA

Mahasiswa Jurusan Pertanian Politeknik Negeri Subang kembali menorehkan prestasi membanggakan dalam Lomba Kreasi Olah Pangan yang diselenggarakan oleh Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. Ajang ini menjadi wadah inovasi dan kreativitas mahasiswa dalam mengembangkan produk pangan berbasis potensi lokal, sekaligus mendorong jiwa kewirausahaan dan inovasi di bidang agroindustri.

Pada kompetisi tersebut, Tim Bamtara berhasil meraih Juara 3 Kreasi Olah Pangan melalui produk inovatif bertajuk “Bamboo Nusantara”. Tim ini terdiri dari Gina, Ikhsan, dan Rahmania, mahasiswa Program Studi D4 Teknologi Produksi Tanaman Pangan, dengan bimbingan dosen Puri Eka Dewi Fortuna, S.Tr.P., M.Sc. Produk yang diusung mengangkat nilai kearifan lokal serta kreativitas pengolahan pangan yang berkelanjutan.

Selain itu, prestasi gemilang juga diraih oleh Tim Noko yang memperoleh penghargaan Proposal Terbaik melalui produk “Nori Daun Singkong”. Tim ini beranggotakan Zacki, Hasna, dan Janati dari Program Studi D3 Agroindustri, di bawah bimbingan Gita Vinanda, S.P., M.Si. Inovasi ini menunjukkan potensi diversifikasi pangan lokal yang bernilai tambah dan berdaya saing.

Jurusan Pertanian Politeknik Negeri Subang mengapresiasi capaian para mahasiswa dan dosen pembimbing yang telah berkontribusi aktif dalam mendukung pengembangan kreativitas, inovasi, dan prestasi mahasiswa. Diharapkan keberhasilan ini dapat menjadi motivasi bagi seluruh sivitas akademika untuk terus berkarya, berinovasi, dan mengharumkan nama institusi di tingkat regional maupun nasional.

HUMAS-PEDF

Asah Kompetensi Global, Mahasiswa Jurusan Pertanian POLSUB Subang Raih Juara di English Contest UNSIKA


Asah Kompetensi Global, Mahasiswa Jurusan Pertanian POLSUB Subang Raih Juara di English Contest UNSIKA

Mahasiswa Jurusan Pertanian Politeknik Negeri Subang kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat perguruan tinggi. Gina Pebrianti dan Mita Dwi Aghniya, mahasiswa Program Studi Sarjana Terapan Teknologi Produksi Tanaman Pangan, berhasil meraih Juara 3 pada ajang English Contest of ASEED yang diselenggarakan oleh FKIP Universitas Singaperbangsa Karawang.

Dalam kompetisi tersebut, Gina Pebrianti meraih penghargaan sebagai The Third Winner of Poetry, sementara Mita Dwi Aghniya berhasil memperoleh predikat The Third Winner of News Anchor. Prestasi ini menjadi bukti bahwa mahasiswa Jurusan Pertanian tidak hanya unggul dalam bidang akademik dan keilmuan pertanian, tetapi juga memiliki kompetensi yang baik dalam penguasaan bahasa Inggris dan keterampilan komunikasi.

Jurusan Pertanian Politeknik Negeri Subang menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para dosen pembimbing yang telah memberikan bimbingan, motivasi, dan dukungan selama proses persiapan hingga pelaksanaan lomba. Semoga capaian ini dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berprestasi, berkarya, dan mengharumkan nama institusi di berbagai ajang kompetisi.

Humas-PEDF

Mahasiswi Polsub Raih Juara 1 Syahril Qur’an Putri pada MTQ Politeknik Nasional 2025 di Batam


Mahasiswi Polsub Raih Juara 1 Syahril Qur’an Putri pada MTQ Politeknik Nasional 2025 di Batam

Prestasi membanggakan kembali diraih oleh mahasiswa Politeknik Negeri Subang (Polsub). Tim Polsub berhasil meraih Juara 1 Lomba Syahril Qur’an Putri Kategori Thayyib dalam ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Politeknik Nasional 2025 yang diselenggarakan di Politeknik Negeri Batam.

Tim Syahril Qur’an Putri Polsub terdiri dari:

  • Rahmania Putri (D4 Teknologi Produksi Tanaman Pangan – Jurusan Pertanian)
  • Lina Sintia (D4 Teknik Rekayasa Perangkat Lunak – Jurusan Teknologi Informasi dan Komputer)
  • Alya Maratun Jamilah (D4 Teknik Rekayasa Perangkat Lunak – Jurusan Teknologi Informasi dan Komputer)

Dengan penampilan penuh penghayatan dan penguasaan materi Al-Qur’an yang kuat, ketiganya berhasil memukau dewan juri serta menyisihkan peserta dari berbagai politeknik negeri se-Indonesia.

Direktur Politeknik Negeri Subang memberikan apresiasi atas capaian ini. “Kami sangat bangga dengan prestasi mahasiswa Polsub yang tidak hanya berprestasi di bidang akademik dan inovasi, tetapi juga dalam bidang religius. Kemenangan ini menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa Polsub berkarakter, berprestasi, dan siap membawa nama baik kampus di tingkat nasional,” ujarnya.

Kemenangan ini diharapkan dapat memotivasi mahasiswa Polsub lainnya untuk terus mengembangkan potensi diri, baik dalam bidang akademik, seni, olahraga, maupun keagamaan, serta menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup dalam setiap aktivitas.

PEDF-HUMAS

Mahasiswa D3 Agroindustri Politeknik Negeri Subang Lolos 10 Besar di Subang Innovation Festival (SIF) 2025


Mahasiswa D3 Agroindustri Politeknik Negeri Subang Lolos 10 Besar di Subang Innovation Festival (SIF) 2025

Subang – Empat kelompok mahasiswa Program Studi D3 Agroindustri Politeknik Negeri Subang berhasil menorehkan prestasi membanggakan dalam ajang Subang Innovation Festival (SIF) 2025. Keempat tim tersebut lolos ke 10 besar tahap penilaian substansi berkat ide-ide inovatif mereka dalam bidang pengolahan pangan berbasis potensi lokal.

Adapun karya inovasi yang berhasil masuk 10 besar yaitu:

  1. Kefiberry: Probiotik Ice Cream Kefir
    Produk es krim probiotik dengan bahan dasar kefir yang dikembangkan untuk menghadirkan camilan sehat sekaligus mendukung gaya hidup modern yang lebih peduli kesehatan.
  2. Inovasi Pangan Lokal: Sosis Ikan Nila dengan Filler Ubi Kuning
    Inovasi olahan sosis berbasis ikan nila yang dipadukan dengan ubi kuning sebagai upaya memanfaatkan komoditas lokal sekaligus meningkatkan nilai gizi.
  3. Greenbite Dinsum (Dinsum Ikan Daun Katuk)
    Produk dinamis berupa dimsum sehat yang mengombinasikan ikan segar dengan daun katuk, memberikan nilai tambah baik dari sisi rasa maupun kandungan nutrisi.
  4. Denilicious: Dendeng Ikan Nila
    Inovasi pangan berupa dendeng berbahan dasar ikan nila sebagai alternatif pangan kaya protein sekaligus mendukung diversifikasi produk hasil perikanan.

Dari keempat tim tersebut, dua di antaranya kembali mencetak prestasi dengan berhasil menembus 5 besar SIF 2025, yakni:

  1. Kefiberry: Probiotik Ice Cream Kefir
  2. Inovasi Pangan Lokal: Sosis Ikan Nila dengan Filler Ubi Kuning

Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa D3 Agroindustri Politeknik Negeri Subang mampu berinovasi dan bersaing dalam menciptakan produk pangan fungsional serta berbasis potensi lokal.

Ketua Jurusan Pertanian Politeknik Negeri Subang menyampaikan apresiasinya terhadap capaian ini. “Prestasi ini menunjukkan semangat dan kreativitas mahasiswa dalam mengembangkan inovasi pangan yang bermanfaat bagi masyarakat. Kami berharap inovasi ini tidak hanya berhenti di ajang kompetisi, tetapi juga dapat dikembangkan hingga tahap komersialisasi,” ujarnya.

Melalui partisipasi di ajang Subang Innovation Festival (SIF) 2025, mahasiswa tidak hanya berkompetisi tetapi juga berkesempatan untuk melatih keterampilan presentasi, kolaborasi tim, serta menumbuhkan jiwa kewirausahaan berbasis inovasi.

HUMAS-PEDF

Seminar Nasional: Mahasiswa dan SDGs – Aksi Kecil Menuju Dampak Global di Bidang Pangan


Seminar Nasional: Mahasiswa dan SDGs – Aksi Kecil Menuju Dampak Global di Bidang Pangan

Pada Senin, 14 Juli 2025, telah berlangsung Seminar Nasional dengan tema “Mahasiswa dan SDGs: Aksi Kecil Menuju Dampak Global di Bidang Pangan” yang diselenggarakan oleh HIMAPERTA (Himpunan Mahasiswa Pertanian). Seminar ini bertujuan menginspirasi mahasiswa sebagai generasi penerus untuk berkontribusi secara nyata dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya dalam aspek ketahanan pangan.

Seminar menghadirkan narasumber kompeten di bidang ketahanan pangan. Narasumber pertama adalah Vini Pisonia, SP., MM, seorang Analis Ketahanan Pangan Ahli Muda dari Dinas Ketahanan Pangan Subang, yang membawakan materi terkait kondisi dan tantangan ketahanan pangan nasional sekaligus peluang inovasi aksi kecil dari generasi muda yang memberikan dampak besar secara global.

Narasumber kedua, Maulnan Hasbi Asshidiq, S.PT, Technical Service dari PT Malindo Feedmill Tbk, membahas peran industri peternakan dan produksi pakan dalam menjaga ketersediaan dan keberlanjutan pangan, serta pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk mewujudkan SDGs di bidang pangan.

Acara seminar dipandu oleh moderator Wawan Setiawan, SP., M.Si, dosen dari Jurusan Pertanian, yang berhasil mengalirkan diskusi interaktif dan sesi tanya jawab yang hidup antara narasumber dan peserta seminar. Keterlibatan aktif mahasiswa HIMAPERTA sebagai panitia sukses menyelenggarakan acara tersebut dengan baik dan tertib.

Seminar ini menjadi wadah penting untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa mengenai tantangan global di sektor pangan dan mendorong mereka melakukan aksi nyata, sebagai bagian dari kontribusi kecil yang berpotensi membawa perubahan besar, sesuai dengan semangat SDGs.

HUMAS – PEDF

Mahasiswa D3 Agroindustri Gelar Mini Expo: Inovasi Pengolahan Limbah Agroindustri Ramah Lingkungan


Mahasiswa D3 Agroindustri Gelar Mini Expo: Inovasi Pengolahan Limbah Agroindustri Ramah Lingkungan

Subang, Juli 2025 — Mahasiswa Program Studi D3 Agroindustri Jurusan Pertanian Politeknik Negeri Subang kembali menunjukkan kepedulian dan kreativitasnya terhadap isu lingkungan melalui kegiatan Mini Expo Produk Inovasi Teknologi Pengolahan Limbah Agroindustri. Expo ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk memamerkan hasil karya inovatif mereka dalam mengolah limbah agroindustri menjadi produk bernilai guna tinggi dan ramah lingkungan.

Sebagai bagian dari mata kuliah yang mengintegrasikan aspek teknologi, keberlanjutan, dan pemberdayaan sumber daya lokal, kegiatan ini menekankan pentingnya pengelolaan limbah yang bijak dalam industri pertanian dan pangan. Produk-produk yang dihadirkan merupakan hasil proyek mahasiswa yang telah melalui proses riset, formulasi, uji coba, dan penyempurnaan.

Produk Inovasi Mahasiswa D3 Agroindustri sebagai berikut:

Biodegradable Foam
Busa ramah lingkungan dari limbah pertanian yang dapat terurai secara alami, sebagai alternatif pengganti styrofoam konvensional.

Eco Enzyme
Cairan multifungsi hasil fermentasi limbah organik rumah tangga, dapat digunakan sebagai pembersih serbaguna dan pupuk cair alami.

Eco Block
Bata ramah lingkungan yang dibuat dari limbah pertanian dan abu sekam, cocok sebagai bahan bangunan berkelanjutan.

Biodiesel Minyak Jelantah
Energi alternatif hasil proses transesterifikasi dari minyak goreng bekas yang dapat digunakan sebagai bahan bakar ramah lingkungan.

Tinta Limbah Daun
Inovasi tinta alami dari ekstrak daun limbah, bebas bahan kimia berbahaya, cocok untuk kebutuhan edukasi dan seni.

Biogas
Pemanfaatan limbah organik menjadi sumber energi terbarukan berupa gas metana, ideal untuk kebutuhan rumah tangga dan skala kecil.

Kegiatan mini expo ini bertujuan untuk mendorong mahasiswa berpikir kritis dan kreatif dalam mengelola limbah agroindustri yang selama ini kurang dimanfaatkan. Dengan pendekatan berbasis teknologi tepat guna dan keberlanjutan, mahasiswa dilatih untuk mengembangkan solusi nyata terhadap permasalahan limbah, sekaligus menciptakan peluang usaha berbasis ekonomi sirkular. Expo ini juga menjadi ajang untuk menumbuhkan semangat inovasi, kolaborasi, dan kesadaran lingkungan di kalangan generasi muda agroindustri.

Dosen pengampu dan pengunjung expo mengapresiasi semangat dan ketekunan mahasiswa dalam mengembangkan produk-produk inovatif yang berdampak positif bagi lingkungan. Beberapa produk bahkan dinilai potensial untuk dikembangkan lebih lanjut dalam skala industri kecil dan menengah. Harapannya, kegiatan ini dapat menjadi pemicu lahirnya lebih banyak inovasi berbasis limbah yang tidak hanya menyelesaikan masalah lingkungan, tetapi juga menciptakan nilai tambah dan peluang ekonomi baru.

HUMAS

PEDF

EXPO Mini Produk Inovasi Mahasiswa: Kreasi Bermanfaat dari Mata Kuliah Teknologi Lemak dan Minyak


EXPO Mini Produk Inovasi Mahasiswa: Kreasi Bermanfaat dari Mata Kuliah Teknologi Lemak dan Minyak

Subang, Juli 2025 — Inovasi dan kreativitas kembali ditunjukkan oleh mahasiswa D3 Agroindustri Politeknik Negeri Subang dalam kegiatan EXPO Mini Produk Inovasi. Kegiatan ini merupakan bagian dari tugas akhir mata kuliah Teknologi Lemak dan Minyak, di mana mahasiswa ditantang untuk menciptakan produk berbasis lemak dan minyak nabati yang tidak hanya bermanfaat, tetapi juga memiliki nilai tambah secara fungsional dan ekonomis.

Expo ini menampilkan beragam produk inovatif hasil olahan mahasiswa yang mengangkat konsep ramah lingkungan, natural, dan aplikatif dalam kehidupan sehari-hari. Tidak hanya memamerkan hasil, para mahasiswa juga mempresentasikan latar belakang pembuatan produk, proses formulasi, serta manfaat dan keunggulan produk yang dikembangkan.

Produk-Produk Inovatif Mahasiswa:

  1. Spray Anti Nyamuk
    Produk berbasis minyak esensial alami yang aman digunakan dan ramah lingkungan, dengan aroma menyegarkan serta efektif mengusir nyamuk.
  2. Natural Soap
    Sabun mandi berbahan dasar minyak nabati dan bahan alami tanpa bahan kimia sintetis, cocok untuk kulit sensitif.
  3. Balsem
    Balsem herbal hangat dengan campuran minyak atsiri, membantu meredakan pegal dan memberikan efek relaksasi.
  4. Flake Soap
    Sabun kering dalam bentuk serpihan praktis, ideal digunakan saat bepergian atau untuk penggunaan sekali pakai.
  5. Lip Balm Avotela
    Pelembab bibir berbahan dasar minyak alpukat dan minyak kelapa, diformulasikan untuk menjaga kelembapan alami bibir.
  6. Gel Penunjang Belajar
    Gel aromaterapi yang dirancang untuk meningkatkan fokus belajar, menggunakan campuran minyak esensial peppermint dan lavender.
  7. Pembersih Kaca
    Produk pembersih kaca ramah lingkungan berbasis minyak jeruk dan alkohol alami, efektif menghilangkan noda dan memberikan kilau.
  8. Pelembab Alami
    Pelembab kulit dengan bahan dasar minyak nabati yang diformulasikan tanpa bahan kimia sintetis, cocok untuk semua jenis kulit.
  9. Hand Gel
    Gel pembersih tangan tanpa alkohol dengan tambahan minyak esensial antibakteri, lembut di kulit namun tetap higienis.

Kegiatan expo mini ini bertujuan untuk memberikan pengalaman nyata kepada mahasiswa dalam mengembangkan produk dari teori yang telah dipelajari. Mahasiswa diajak untuk memahami potensi lemak dan minyak nabati tidak hanya sebagai bahan pangan, tetapi juga sebagai bahan baku produk non-pangan yang bernilai guna tinggi. Selain itu, kegiatan ini mendorong mahasiswa untuk kreatif, inovatif, dan solutif dalam menciptakan produk yang ramah lingkungan serta sesuai dengan kebutuhan pasar masa kini.

Karya-karya mahasiswa mendapat sambutan positif dari dosen pembimbing dan para pengunjung. Banyak produk yang dinilai potensial untuk dikembangkan lebih lanjut dalam skala usaha kecil dan menengah (UKM). Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa tidak hanya memiliki pemahaman teoritis, tetapi juga mampu mengaplikasikan ilmu teknologi lemak dan minyak secara praktis dalam dunia industri maupun wirausaha.

HUMAS

PEDF

Dua Tim dari Jurusan Pertanian Polsub Raih Juara di National Competition of Academic 2025 (CIFIC)


Dua Tim dari Jurusan Pertanian Polsub Raih Juara di National Competition of Academic 2025 (CIFIC)

Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Jurusan Pertanian Politeknik Negeri Subang (Polsub) dalam ajang National Competition of Academic 2025 (CIFIC), sebuah kompetisi berskala nasional yang diikuti oleh siswa/siswi SMA/MA/SMK serta mahasiswa dari seluruh Indonesia. Dalam kompetisi lomba video kreatif yang menjadi salah satu cabang unggulan di ajang CIFIC tahun ini, dua tim dari Jurusan Pertanian Polsub berhasil meraih juara dan mengharumkan nama kampus.

Juara 1 diraih oleh “Cihuuy Group” dari Program Studi Teknologi Produksi Tanaman Pangan (TPTP). Dengan kreativitas, kekompakan tim, dan pesan edukatif yang kuat dalam video mereka, tim ini berhasil mencuri perhatian dewan juri dan meraih peringkat tertinggi. Juara 3 diraih oleh “Tim Genzeed” dari Program Studi Agroindustri. Tim ini tampil dengan konsep video yang inovatif dan inspiratif, menampilkan potensi agroindustri lokal dengan kemasan visual yang menarik.

Kompetisi ini menjadi ajang pembuktian bahwa mahasiswa Jurusan Pertanian Polsub tak hanya kompeten di bidang akademik dan praktikum lapangan, tetapi juga unggul dalam menyampaikan gagasan melalui media kreatif dan digital.

“Prestasi ini merupakan bukti bahwa mahasiswa pertanian mampu bersaing secara nasional, bahkan di bidang kreatif yang kini menjadi bagian penting dalam komunikasi dan promosi sektor pertanian,” ujar Ketua Jurusan Pertanian.

Selamat dan sukses untuk Cihuuy Group dan Tim Genzeed atas pencapaiannya! Semoga keberhasilan ini menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berkarya, berinovasi, dan menorehkan prestasi gemilang di tingkat nasional maupun internasional.

Humas Jurusan Pertanian

PEDF

Mahasiswa D4 TPTP Buktikan Diri: Berprestasi di Ajang Duta Baca Subang 2025


Mahasiswa D4 TPTP Buktikan Diri: Berprestasi di Ajang Duta Baca Subang 2025

Program Studi D4 Teknologi Produksi Tanaman Pangan (TPTP) Politeknik Negeri Subang kembali menorehkan prestasi melalui dua mahasiswanya dalam ajang bergengsi Pemilihan Duta Baca Kabupaten Subang Tahun 2025 yang dilaksanakan pada malam final 22 Mei 2025. Prestasi ini menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa pertanian tak hanya unggul di bidang akademik dan teknologi, tetapi juga aktif dalam pengembangan literasi dan kepemimpinan sosial di masyarakat.

Adalah Gina Pebrianti, mahasiswa semester 2 PS D4 TPTP, yang berhasil meraih Juara III Putri Duta Baca Kabupaten Subang 2025. Gina dikenal sebagai sosok inspiratif yang aktif mempromosikan budaya literasi, baik di lingkungan kampus maupun komunitasnya. Dalam ajang ini, Gina tampil memukau dengan gagasannya tentang pentingnya peran literasi pertanian sebagai jembatan inovasi bagi generasi muda desa. Keberhasilannya menjadi juara membuktikan bahwa mahasiswa pertanian memiliki potensi kepemimpinan yang kuat dan berdaya saing lintas bidang.

Tak hanya itu, prestasi lainnya juga diraih oleh Muhammad Hafidzudin Rasyidillah, mahasiswa dari program studi yang sama, yang terpilih sebagai Duta Baca Sosial Media Kabupaten Subang 2025. Hafidzudin berhasil menarik perhatian dewan juri dengan konten literasi kreatif yang ia produksi melalui platform digital, khususnya yang mengangkat tema pertanian berkelanjutan dan pentingnya membaca sebagai gaya hidup anak muda. Dengan kemampuan komunikasi dan pengaruh positifnya di media sosial, ia berhasil menjadi simbol literasi digital yang inspiratif.
Prestasi yang diraih oleh Gina dan Hafidzudin ini menjadi motivasi bagi seluruh sivitas akademika PS D4 TPTP untuk terus mengembangkan potensi diri, baik di bidang akademik, literasi, maupun kepemimpinan. Program studi memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas dedikasi dan kerja keras keduanya yang telah mengharumkan nama Politeknik Negeri Subang di tingkat kabupaten.
Semoga keberhasilan ini menjadi awal dari prestasi-prestasi lainnya dan mendorong semangat literasi di kalangan mahasiswa pertanian untuk terus berkarya, berinovasi, dan berkontribusi bagi masyarakat.

PEDF

Humas – Jurusan Pertanian
Politeknik Negeri Subang

Tiga Mahasiswa Prodi D3 Agroindustri Berbagi Pengalaman Berharga Selama Mengikuti Kegiatan MSIB Batch 7


Tiga Mahasiswa Prodi D3 Agroindustri Berbagi Pengalaman Berharga Selama Mengikuti Kegiatan MSIB Batch 7

Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) terus memberikan dampak positif bagi mahasiswa di seluruh Indonesia. Salah satu program unggulannya, Magang dan Studi Independen Bersertifikat (MSIB), menjadi jembatan bagi mahasiswa untuk kemampuan di dunia kerja sebelum lulus. Tiga mahasiswa dari Prodi D3 Agroindustri berbagi pengalaman berharga selama mengikuti kegiatan MSIB tersebut. Adapun ketiga mahasiswa yang lolos program MSIB Batch 7 ini terbagi pada 3 tempat berbeda di Indonesia yang telah lolos seleksi mitra Program MBKM diantaranya yaitu, Risqina Eva Maulida dan Riandita Nuraulia melalui Yayasan Edufarmers International Foundation mendapatkan penempatan di Palu Sulawesi Tengah. Satu orang lagi Achmad Khairuddin melaksanakan MSIB di Kementerian Pertanian dengan penempatan Kabupaten Indramayu. Salah satu keuntungan mengikuti MSIB adalah konversi 20 SKS, yang memungkinkan ia tidak perlu mengikuti perkuliahan di semester 5 bagi mereka.  

Risqina Eva Maulida yang melaksanakan kegiatan MSIB di Yayasan Edufarmers International menyampaikan paling berkesannya adalah saya terlibat dalam program pelatihan petani. “Saya berkesempatan berbagi pengetahuan tentang teknik budidaya yang lebih efisien kepada para petani di desa di Kabupaten Indramay. Melihat antusiasme mereka dalam menerapkan ilmu baru dan hasil yang mereka dapatkan membuat saya merasa sangat termotivasi untuk berkontribusi lebih banyak lagi dalam memajukan pertanian” ujarnya. Risqina juga berharap dapat terus berkontribusi dalam pengembangan teknologi pertanian yang berkelanjutan dan dapat meningkatkan kesejahteraan petani serta konsumen.

Sementara Riandita selama mengikuti program MSIB menyampaikan “Saya merasakan pengalaman yang berharga dalam hidup saya. Setelah mengikuti program ini kesan yang saya dapatkan yaitu program ini membantu dalam memberikan wawasan yang lebih dalam mengenai industri kakao, memperluas pengetahuan saya mengenai praktik pertanian berkelanjutan dan pentingnya perawatan tanaman agar mendapatkan keuntungan serta kualitas yang lebih baik. Saya juga belajar bekerja sama tim, pemecahan masalah yang terjadi di lapangan, berkomunikasi secara efektif, dan bertanggung jawab atas tugas yang diberikan. Tentunya dengan program ini dapat mengasah kemampuan saya mulai dari soft skill hingga hard skill.

Achmad Khairuddin menyampaikan selama mengikuti program MSIB di Kementerian Pertanian merupakan pengalaman yang sangat berharga.  Dalam program ini,  Udin mendapat kesempatan untuk belajar langsung dari praktisi di bidang pertanian, memahami pentingnya sebagai seorang penyuluh pertanian, serta mendalami teknik-teknik budidaya yang lebih efektif dan berkelanjutan. Program ini juga memberikan pengalaman nyata dalam melakukan pendampingan kepada petani, mengenali tantangan di lapangan, dan mengembangkan solusi berbasis teknologi dan inovasi.  Selain itu, ”Saya dapat berinteraksi dengan peserta dari berbagai latar belakang perguruan tinggi yang ada di Indonesia, memperluas jejaring profesional, dan mendapatkan wawasan baru tentang potensi pertanian yang ada di daerah tempat program magang berlangsung. Adanya aktivitas seperti kunjungan lapangan, diskusi kelompok, dan pelatihan teknis juga menambah pemahaman tentang bagaimana sektor pertanian bisa dikembangkan untuk menjawab tantangan zaman, ujarnya. AR