PEKMAS : Pemanfaatan Pekarangan Rumah dengan Polibag Hijau dalam Mewujudkan Lingkungan Asri dan Produktif


PEKMAS : Pemanfaatan Pekarangan Rumah dengan Polibag Hijau dalam Mewujudkan Lingkungan Asri dan Produktif

Dosen dan mahasiswa Program Studi Teknologi Produksi Tanaman Pangan, Jurusan Pertanian, ikut ambil bagian dalam pengabdian masyarakat dengan mengadakan penyuluhan tentang pemanfaatan pekarangan rumah menggunakan konsep Polibag Hijau. Kegiatan ini bertujuan untuk mendorong masyarakat, terutama kalangan ibu-ibu rumah tangga di Desa Sadawarna, agar mampu mengoptimalkan lahan pekarangan yang terbatas dengan menanam komoditas sayuran yang sering dikonsumsi sehari-hari. Melalui kegiatan ini, diharapkan ketahanan pangan berkelanjutan dapat ditingkatkan dari lingkungan rumah sendiri.

Konsep Polibag Hijau

Polibag Hijau merupakan inovasi pemanfaatan polibag sebagai media tanam yang praktis dan efisien dalam skala rumah tangga atau pekarangan kecil. Konsep ini tidak hanya berfokus pada aspek produktivitas dengan menanam sayuran dan tanaman konsumsi, tapi juga berupaya menciptakan lingkungan yang lebih asri, hijau, dan estetik. Polibag fleksibel dan mudah dipindahkan, sehingga sangat cocok untuk ruang terbatas yang biasa ditemukan di lingkungan perumahan modern.

Melalui penyuluhan tersebut, masyarakat diajak untuk mulai menanam komoditas hijau dengan perawatan mudah, sehingga meskipun hanya memiliki lahan terbatas, pekarangan rumah tetap bisa dimanfaatkan secara fungsional dan memperindah lingkungan sekitar.

Peserta dan Suasana Kegiatan

Penyuluhan ini diikuti oleh wanita tani dari Desa Sadawarna sebagai peserta utama, yang selain bertujuan meningkatkan produktivitas pangan rumah tangga juga untuk menambah wawasan dalam bidang pertanian modern. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Koordinator Penyuluh Cibogo dan Penyuluh Desa Sadawarna, yang memberikan pendampingan serta dukungan teknis guna memastikan keberhasilan penyuluhan.

Suasana penyuluhan berjalan hangat dan interaktif, dengan kesempatan bagi peserta untuk belajar langsung cara menyusun media tanam, memilih jenis sayuran yang cocok, serta teknik perawatan polibag agar tanaman tumbuh optimal. Diskusi yang terjadi turut memperkaya pemahaman peserta mengenai manfaat Polibag Hijau dalam mendukung pola hidup sehat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.


Kegiatan pengabdian masyarakat ini menunjukkan komitmen dosen dan mahasiswa dalam menerapkan ilmu pertanian secara langsung kepada masyarakat, yang tidak hanya meningkatkan produktivitas pangan tetapi juga mewujudkan lingkungan yang lebih asri dan sehat. Dengan Polibag Hijau, semangat menanam di pekarangan rumah yang sempit bisa menjadi solusi cerdas bagi ketahanan pangan di tingkat rumah tangga dan mendukung pertanian berkelanjutan.


HUMAS – PEDF

Pengabdian Masyarakat Prodi Sarjana Terapan Teknologi Produksi Tanaman Pangan: Penyuluhan Pengendalian Hama Ulat Penggulung Daun Padi dengan Pestisida Nabati di Desa Cibogo


Pengabdian Masyarakat Prodi Sarjana Terapan Teknologi Produksi Tanaman Pangan: Penyuluhan Pengendalian Hama Ulat Penggulung Daun Padi dengan Pestisida Nabati di Desa Cibogo

Dosen dan mahasiswa Program Studi Teknologi Produksi Tanaman Pangan, Jurusan Pertanian, baru-baru ini melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat berupa penyuluhan pengendalian hama ulat penggulung daun padi menggunakan pestisida nabati. Kegiatan ini menjadi langkah awal yang penting untuk mendukung pertanian ramah lingkungan dan berkelanjutan di Desa Cibogo, Kecamatan Cibogo, Kabupaten Subang.

Penyuluhan ini berjalan dengan lancar dan mendapat sambutan yang sangat positif dari para petani yang hadir. Antusiasme peserta terlihat jelas, khususnya saat praktik pembuatan pestisida nabati dan sesi diskusi yang berlangsung hangat setelahnya. Dengan kegiatan ini, dosen dan mahasiswa berharap agar para petani mulai menerapkan pestisida nabati sebagai alternatif pengendalian hama yang lebih aman, sehat, dan ramah lingkungan dibandingkan dengan penggunaan pestisida kimia.

Lokasi dan Peserta Kegiatan

Penyuluhan dilaksanakan secara langsung di kediaman Bapak Wawan, anggota Kelompok Tani (Gapoktan) “Lumbung Sejahtera,” yang berlokasi di Desa Cibogo. Suasana kegiatan berlangsung sangat akrab, penuh keakraban dan semangat kebersamaan yang tinggi. Bertempat di rumah Ketua Gapoktan, kegiatan ini terasa santai namun tetap kondusif dan sangat relevan dengan lingkungan pertanian para petani sehari-hari.

Sebanyak 24 petani laki-laki tergabung dalam Gapoktan “Lumbung Sejahtera” mengikuti kegiatan penyuluhan ini. Para peserta berasal dari berbagai usia dan latar belakang pengalaman bertani. Meskipun berbeda pengalaman, secara umum mereka adalah petani aktif yang secara intensif mengelola lahan pertanian padi. Kehadiran tepat waktu dan keaktifan mereka selama sesi penyuluhan merupakan bukti tingginya antusiasme peserta.

Pendampingan dan Monitoring

Selain anggota Gapoktan, kegiatan ini juga dihadiri oleh perwakilan dari Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Cibogo yang hadir sebagai pendamping kegiatan sekaligus untuk melakukan monitoring dan evaluasi penyuluhan di tingkat desa. Kehadiran BPP memberikan dukungan tambahan dalam memastikan kegiatan berjalan sesuai tujuan dan hasilnya dapat terserap dengan baik oleh para petani.


Kegiatan pengabdian masyarakat ini tidak hanya menjadi ajang transfer ilmu dan teknologi tetapi juga memperkuat hubungan antara akademisi dengan masyarakat petani. Melalui kolaborasi ini, diharapkan pertanian di Desa Cibogo dapat lebih maju dengan menerapkan teknik pertanian yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.

HUMAS- PEDF

Seminar Nasional: Mahasiswa dan SDGs – Aksi Kecil Menuju Dampak Global di Bidang Pangan


Seminar Nasional: Mahasiswa dan SDGs – Aksi Kecil Menuju Dampak Global di Bidang Pangan

Pada Senin, 14 Juli 2025, telah berlangsung Seminar Nasional dengan tema “Mahasiswa dan SDGs: Aksi Kecil Menuju Dampak Global di Bidang Pangan” yang diselenggarakan oleh HIMAPERTA (Himpunan Mahasiswa Pertanian). Seminar ini bertujuan menginspirasi mahasiswa sebagai generasi penerus untuk berkontribusi secara nyata dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya dalam aspek ketahanan pangan.

Seminar menghadirkan narasumber kompeten di bidang ketahanan pangan. Narasumber pertama adalah Vini Pisonia, SP., MM, seorang Analis Ketahanan Pangan Ahli Muda dari Dinas Ketahanan Pangan Subang, yang membawakan materi terkait kondisi dan tantangan ketahanan pangan nasional sekaligus peluang inovasi aksi kecil dari generasi muda yang memberikan dampak besar secara global.

Narasumber kedua, Maulnan Hasbi Asshidiq, S.PT, Technical Service dari PT Malindo Feedmill Tbk, membahas peran industri peternakan dan produksi pakan dalam menjaga ketersediaan dan keberlanjutan pangan, serta pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk mewujudkan SDGs di bidang pangan.

Acara seminar dipandu oleh moderator Wawan Setiawan, SP., M.Si, dosen dari Jurusan Pertanian, yang berhasil mengalirkan diskusi interaktif dan sesi tanya jawab yang hidup antara narasumber dan peserta seminar. Keterlibatan aktif mahasiswa HIMAPERTA sebagai panitia sukses menyelenggarakan acara tersebut dengan baik dan tertib.

Seminar ini menjadi wadah penting untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa mengenai tantangan global di sektor pangan dan mendorong mereka melakukan aksi nyata, sebagai bagian dari kontribusi kecil yang berpotensi membawa perubahan besar, sesuai dengan semangat SDGs.

HUMAS – PEDF

Sambut 6 Dosen Baru di Jurusan Pertanian Politeknik Negeri Subang


Sambut 6 Dosen Baru di Jurusan Pertanian Politeknik Negeri Subang

Politeknik Negeri Subang (Polsub) kembali menghadirkan tenaga pengajar baru yang akan menguatkan kualitas pendidikan di Jurusan Pertanian. Enam dosen baru ini membawa keahlian dan pengalaman yang beragam di bidang pertanian dan ilmu pendukungnya. Berikut profil singkat dari mereka:

1. Erin Nur Fitriani, S.T.P., M.T.P – Teknologi Industri Pertanian

Erin Nur Fitriani bergabung sebagai dosen di bidang Teknologi Industri Pertanian. Dengan latar belakang pendidikan S.T.P. dan M.T.P., beliau menguasai pengolahan hasil pertanian yang berfokus pada inovasi teknologi untuk meningkatkan nilai tambah produk pertanian.

2. Muhammad Abdillah Hasan Qonit, M.T.P. – Teknologi Agroindustri

Muhammad Abdillah Hasan Qonit memiliki keahlian di bidang Teknologi Agroindustri, yang mencakup proses pengolahan dan pengemasan hasil pertanian sehingga dapat memenuhi standar industri dan pasar.

3. Inayah Rahmawati Putri Utami, M.P – Agribisnis

Inayah Rahmawati Putri Utami mengampu bidang Agribisnis dengan fokus pada aspek ekonomi dan manajemen dalam sektor pertanian. Beliau membekali mahasiswa dengan pengetahuan tentang pengelolaan bisnis pertanian yang berkelanjutan dan menguntungkan.

4. Wawan Setiawan, S.P., M.Si. – Hama Penyakit Tanaman

Wawan Setiawan memiliki spesialisasi di bidang Hama dan Penyakit Tanaman. Keahliannya sangat penting dalam melindungi tanaman dari gangguan hama dan penyakit yang dapat mengancam produksi pertanian.

5. Meridian Khairad, S.Pd., M.Si. – Matematika

Meridian Chaired mengajarkan Matematika sebagai mata kuliah penunjang di jurusan pertanian. Penguasaan matematika sangat membantu dalam analisis data, perencanaan, hingga pengembangan teknologi pertanian.

6. Faris Nur Fauzi Athallah, M.P. – Ilmu Tanah

Faris Nur Fauzi Athallah mengkhususkan diri di Ilmu Tanah, yang mempelajari sifat dan kondisi tanah serta pengelolaannya untuk mendukung pertanian yang produktif dan berkelanjutan.

Kehadiran dosen-dosen baru ini diharapkan dapat memperkuat pengajaran dan penelitian di jurusan pertanian Politeknik Negeri Subang, sehingga mencetak lulusan yang siap menghadapi tantangan dunia pertanian modern.

HUMAS JPERTA – PEDF

Mahasiswa D3 Agroindustri Gelar Mini Expo: Inovasi Pengolahan Limbah Agroindustri Ramah Lingkungan


Mahasiswa D3 Agroindustri Gelar Mini Expo: Inovasi Pengolahan Limbah Agroindustri Ramah Lingkungan

Subang, Juli 2025 — Mahasiswa Program Studi D3 Agroindustri Jurusan Pertanian Politeknik Negeri Subang kembali menunjukkan kepedulian dan kreativitasnya terhadap isu lingkungan melalui kegiatan Mini Expo Produk Inovasi Teknologi Pengolahan Limbah Agroindustri. Expo ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk memamerkan hasil karya inovatif mereka dalam mengolah limbah agroindustri menjadi produk bernilai guna tinggi dan ramah lingkungan.

Sebagai bagian dari mata kuliah yang mengintegrasikan aspek teknologi, keberlanjutan, dan pemberdayaan sumber daya lokal, kegiatan ini menekankan pentingnya pengelolaan limbah yang bijak dalam industri pertanian dan pangan. Produk-produk yang dihadirkan merupakan hasil proyek mahasiswa yang telah melalui proses riset, formulasi, uji coba, dan penyempurnaan.

Produk Inovasi Mahasiswa D3 Agroindustri sebagai berikut:

Biodegradable Foam
Busa ramah lingkungan dari limbah pertanian yang dapat terurai secara alami, sebagai alternatif pengganti styrofoam konvensional.

Eco Enzyme
Cairan multifungsi hasil fermentasi limbah organik rumah tangga, dapat digunakan sebagai pembersih serbaguna dan pupuk cair alami.

Eco Block
Bata ramah lingkungan yang dibuat dari limbah pertanian dan abu sekam, cocok sebagai bahan bangunan berkelanjutan.

Biodiesel Minyak Jelantah
Energi alternatif hasil proses transesterifikasi dari minyak goreng bekas yang dapat digunakan sebagai bahan bakar ramah lingkungan.

Tinta Limbah Daun
Inovasi tinta alami dari ekstrak daun limbah, bebas bahan kimia berbahaya, cocok untuk kebutuhan edukasi dan seni.

Biogas
Pemanfaatan limbah organik menjadi sumber energi terbarukan berupa gas metana, ideal untuk kebutuhan rumah tangga dan skala kecil.

Kegiatan mini expo ini bertujuan untuk mendorong mahasiswa berpikir kritis dan kreatif dalam mengelola limbah agroindustri yang selama ini kurang dimanfaatkan. Dengan pendekatan berbasis teknologi tepat guna dan keberlanjutan, mahasiswa dilatih untuk mengembangkan solusi nyata terhadap permasalahan limbah, sekaligus menciptakan peluang usaha berbasis ekonomi sirkular. Expo ini juga menjadi ajang untuk menumbuhkan semangat inovasi, kolaborasi, dan kesadaran lingkungan di kalangan generasi muda agroindustri.

Dosen pengampu dan pengunjung expo mengapresiasi semangat dan ketekunan mahasiswa dalam mengembangkan produk-produk inovatif yang berdampak positif bagi lingkungan. Beberapa produk bahkan dinilai potensial untuk dikembangkan lebih lanjut dalam skala industri kecil dan menengah. Harapannya, kegiatan ini dapat menjadi pemicu lahirnya lebih banyak inovasi berbasis limbah yang tidak hanya menyelesaikan masalah lingkungan, tetapi juga menciptakan nilai tambah dan peluang ekonomi baru.

HUMAS

PEDF

EXPO Mini Produk Inovasi Mahasiswa: Kreasi Bermanfaat dari Mata Kuliah Teknologi Lemak dan Minyak


EXPO Mini Produk Inovasi Mahasiswa: Kreasi Bermanfaat dari Mata Kuliah Teknologi Lemak dan Minyak

Subang, Juli 2025 — Inovasi dan kreativitas kembali ditunjukkan oleh mahasiswa D3 Agroindustri Politeknik Negeri Subang dalam kegiatan EXPO Mini Produk Inovasi. Kegiatan ini merupakan bagian dari tugas akhir mata kuliah Teknologi Lemak dan Minyak, di mana mahasiswa ditantang untuk menciptakan produk berbasis lemak dan minyak nabati yang tidak hanya bermanfaat, tetapi juga memiliki nilai tambah secara fungsional dan ekonomis.

Expo ini menampilkan beragam produk inovatif hasil olahan mahasiswa yang mengangkat konsep ramah lingkungan, natural, dan aplikatif dalam kehidupan sehari-hari. Tidak hanya memamerkan hasil, para mahasiswa juga mempresentasikan latar belakang pembuatan produk, proses formulasi, serta manfaat dan keunggulan produk yang dikembangkan.

Produk-Produk Inovatif Mahasiswa:

  1. Spray Anti Nyamuk
    Produk berbasis minyak esensial alami yang aman digunakan dan ramah lingkungan, dengan aroma menyegarkan serta efektif mengusir nyamuk.
  2. Natural Soap
    Sabun mandi berbahan dasar minyak nabati dan bahan alami tanpa bahan kimia sintetis, cocok untuk kulit sensitif.
  3. Balsem
    Balsem herbal hangat dengan campuran minyak atsiri, membantu meredakan pegal dan memberikan efek relaksasi.
  4. Flake Soap
    Sabun kering dalam bentuk serpihan praktis, ideal digunakan saat bepergian atau untuk penggunaan sekali pakai.
  5. Lip Balm Avotela
    Pelembab bibir berbahan dasar minyak alpukat dan minyak kelapa, diformulasikan untuk menjaga kelembapan alami bibir.
  6. Gel Penunjang Belajar
    Gel aromaterapi yang dirancang untuk meningkatkan fokus belajar, menggunakan campuran minyak esensial peppermint dan lavender.
  7. Pembersih Kaca
    Produk pembersih kaca ramah lingkungan berbasis minyak jeruk dan alkohol alami, efektif menghilangkan noda dan memberikan kilau.
  8. Pelembab Alami
    Pelembab kulit dengan bahan dasar minyak nabati yang diformulasikan tanpa bahan kimia sintetis, cocok untuk semua jenis kulit.
  9. Hand Gel
    Gel pembersih tangan tanpa alkohol dengan tambahan minyak esensial antibakteri, lembut di kulit namun tetap higienis.

Kegiatan expo mini ini bertujuan untuk memberikan pengalaman nyata kepada mahasiswa dalam mengembangkan produk dari teori yang telah dipelajari. Mahasiswa diajak untuk memahami potensi lemak dan minyak nabati tidak hanya sebagai bahan pangan, tetapi juga sebagai bahan baku produk non-pangan yang bernilai guna tinggi. Selain itu, kegiatan ini mendorong mahasiswa untuk kreatif, inovatif, dan solutif dalam menciptakan produk yang ramah lingkungan serta sesuai dengan kebutuhan pasar masa kini.

Karya-karya mahasiswa mendapat sambutan positif dari dosen pembimbing dan para pengunjung. Banyak produk yang dinilai potensial untuk dikembangkan lebih lanjut dalam skala usaha kecil dan menengah (UKM). Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa tidak hanya memiliki pemahaman teoritis, tetapi juga mampu mengaplikasikan ilmu teknologi lemak dan minyak secara praktis dalam dunia industri maupun wirausaha.

HUMAS

PEDF

EXPO Produk Inovasi Mahasiswa D3 Agroindustri: Kreasi Lezat dan Inovatif dari Hasil Ternak dan Perikanan


EXPO Produk Inovasi Mahasiswa D3 Agroindustri: Kreasi Lezat dan Inovatif dari Hasil Ternak dan Perikanan

Subang, Juli 2025 — Mahasiswa Program Studi D3 Agroindustri Politeknik Negeri Subang kembali menunjukkan kreativitas dan inovasinya dalam ajang EXPO Produk Inovasi Mahasiswa. Kegiatan ini merupakan bagian dari mata kuliah Teknologi Pengolahan Hasil Hewani yang bertujuan untuk mengembangkan keterampilan mahasiswa dalam mengolah bahan hasil ternak dan perikanan menjadi produk bernilai tambah.

Kegiatan expo yang digelar secara meriah ini menghadirkan berbagai olahan inovatif dari bahan baku ikan dan produk susu fermentasi. Tidak hanya sekadar memamerkan, para mahasiswa juga menjelaskan proses pembuatan, keunggulan gizi, serta potensi pasar dari setiap produk yang mereka kembangkan.

Inilah 12 Produk Unggulan Mahasiswa:

  1. Cenyo (Cendol Yoghurt Drink)
    Minuman segar perpaduan cendol tradisional dengan yoghurt fermentasi, menciptakan rasa unik yang kaya probiotik.
  2. Greenbite Dimsum
    Dimsum sehat berbahan dasar ikan tongkol dan ekstrak daun katuk yang kaya protein dan zat besi.
  3. Bontong (Abon Ikan Tongkol Asap)
    Abon gurih dengan aroma asap khas, cocok sebagai lauk praktis dan tahan lama.
  4. Fish Root Bites (Nugget Ikan)
    Olahan nugget ikan bergizi tinggi yang praktis dan digemari anak-anak.
  5. SANISAP (Sambal Ikan Nila Asap)
    Sambal pedas dengan cita rasa asap yang menggugah selera, menggunakan ikan nila sebagai bahan utama.
  6. PINA YO (Ice Cream Probiotik)
    Es krim lezat kaya bakteri baik dari fermentasi susu dan buah segar.
  7. Kenberry (Ice Cream Kefir)
    Kombinasi antara es krim dan kefir dengan rasa buah beri yang menyegarkan dan menyehatkan.
  8. Denilicious (Dendeng Ikan Nila)
    Dendeng olahan dari ikan nila dengan rasa manis-gurih yang pas dijadikan camilan maupun lauk.
  9. Kornet Ikan Nila
    Kornet kaya protein dari daging ikan nila, alternatif sehat pengganti kornet sapi.
  10. Nila Spicy Dumpling
    Pangsit isi ikan nila berbumbu pedas khas Nusantara, cocok untuk cemilan maupun makanan berat.
  11. Nilago (Sosis Ikan Nila)
    Sosis bergizi yang diolah dari daging ikan nila, cocok untuk anak-anak dan dewasa.
  12. Basinil (Bakso Ikan Nila)
    Bakso gurih dan lembut berbahan dasar ikan nila, pilihan sehat bebas MSG.

Kegiatan EXPO Produk Inovasi Mahasiswa ini bertujuan untuk mengasah kemampuan mahasiswa dalam menciptakan produk olahan hasil hewani yang inovatif, higienis, dan bernilai jual. Melalui mata kuliah Teknologi Pengolahan Hasil Hewani, mahasiswa diarahkan untuk menerapkan ilmu yang telah diperoleh di kelas ke dalam praktik nyata, mulai dari pemilihan bahan baku, formulasi produk, proses pengolahan, hingga pengemasan dan presentasi produk. Expo ini juga menjadi sarana untuk melatih jiwa kewirausahaan mahasiswa dengan memperkenalkan potensi komersial dari produk olahan lokal, khususnya hasil perikanan dan peternakan. Selain itu, kegiatan ini mendorong mahasiswa untuk peka terhadap potensi sumber daya lokal dan mampu menciptakan solusi berbasis pangan yang sehat, bergizi, serta berdaya saing tinggi di pasaran.

Kegiatan ini mendapat apresiasi dari dosen pengampu, praktisi industri, dan pengunjung yang hadir. Produk-produk mahasiswa dinilai layak dikembangkan menjadi produk komersial karena memiliki cita rasa khas, nilai gizi tinggi, dan daya tarik kemasan yang baik.

Diharapkan melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya mampu menguasai teori, tetapi juga siap menghadapi tantangan dunia industri pangan secara nyata.

HUMAS

PEDF

Dua Tim dari Jurusan Pertanian Polsub Raih Juara di National Competition of Academic 2025 (CIFIC)


Dua Tim dari Jurusan Pertanian Polsub Raih Juara di National Competition of Academic 2025 (CIFIC)

Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Jurusan Pertanian Politeknik Negeri Subang (Polsub) dalam ajang National Competition of Academic 2025 (CIFIC), sebuah kompetisi berskala nasional yang diikuti oleh siswa/siswi SMA/MA/SMK serta mahasiswa dari seluruh Indonesia. Dalam kompetisi lomba video kreatif yang menjadi salah satu cabang unggulan di ajang CIFIC tahun ini, dua tim dari Jurusan Pertanian Polsub berhasil meraih juara dan mengharumkan nama kampus.

Juara 1 diraih oleh “Cihuuy Group” dari Program Studi Teknologi Produksi Tanaman Pangan (TPTP). Dengan kreativitas, kekompakan tim, dan pesan edukatif yang kuat dalam video mereka, tim ini berhasil mencuri perhatian dewan juri dan meraih peringkat tertinggi. Juara 3 diraih oleh “Tim Genzeed” dari Program Studi Agroindustri. Tim ini tampil dengan konsep video yang inovatif dan inspiratif, menampilkan potensi agroindustri lokal dengan kemasan visual yang menarik.

Kompetisi ini menjadi ajang pembuktian bahwa mahasiswa Jurusan Pertanian Polsub tak hanya kompeten di bidang akademik dan praktikum lapangan, tetapi juga unggul dalam menyampaikan gagasan melalui media kreatif dan digital.

“Prestasi ini merupakan bukti bahwa mahasiswa pertanian mampu bersaing secara nasional, bahkan di bidang kreatif yang kini menjadi bagian penting dalam komunikasi dan promosi sektor pertanian,” ujar Ketua Jurusan Pertanian.

Selamat dan sukses untuk Cihuuy Group dan Tim Genzeed atas pencapaiannya! Semoga keberhasilan ini menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berkarya, berinovasi, dan menorehkan prestasi gemilang di tingkat nasional maupun internasional.

Humas Jurusan Pertanian

PEDF

Mahasiswa D4 TPTP Buktikan Diri: Berprestasi di Ajang Duta Baca Subang 2025


Mahasiswa D4 TPTP Buktikan Diri: Berprestasi di Ajang Duta Baca Subang 2025

Program Studi D4 Teknologi Produksi Tanaman Pangan (TPTP) Politeknik Negeri Subang kembali menorehkan prestasi melalui dua mahasiswanya dalam ajang bergengsi Pemilihan Duta Baca Kabupaten Subang Tahun 2025 yang dilaksanakan pada malam final 22 Mei 2025. Prestasi ini menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa pertanian tak hanya unggul di bidang akademik dan teknologi, tetapi juga aktif dalam pengembangan literasi dan kepemimpinan sosial di masyarakat.

Adalah Gina Pebrianti, mahasiswa semester 2 PS D4 TPTP, yang berhasil meraih Juara III Putri Duta Baca Kabupaten Subang 2025. Gina dikenal sebagai sosok inspiratif yang aktif mempromosikan budaya literasi, baik di lingkungan kampus maupun komunitasnya. Dalam ajang ini, Gina tampil memukau dengan gagasannya tentang pentingnya peran literasi pertanian sebagai jembatan inovasi bagi generasi muda desa. Keberhasilannya menjadi juara membuktikan bahwa mahasiswa pertanian memiliki potensi kepemimpinan yang kuat dan berdaya saing lintas bidang.

Tak hanya itu, prestasi lainnya juga diraih oleh Muhammad Hafidzudin Rasyidillah, mahasiswa dari program studi yang sama, yang terpilih sebagai Duta Baca Sosial Media Kabupaten Subang 2025. Hafidzudin berhasil menarik perhatian dewan juri dengan konten literasi kreatif yang ia produksi melalui platform digital, khususnya yang mengangkat tema pertanian berkelanjutan dan pentingnya membaca sebagai gaya hidup anak muda. Dengan kemampuan komunikasi dan pengaruh positifnya di media sosial, ia berhasil menjadi simbol literasi digital yang inspiratif.
Prestasi yang diraih oleh Gina dan Hafidzudin ini menjadi motivasi bagi seluruh sivitas akademika PS D4 TPTP untuk terus mengembangkan potensi diri, baik di bidang akademik, literasi, maupun kepemimpinan. Program studi memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas dedikasi dan kerja keras keduanya yang telah mengharumkan nama Politeknik Negeri Subang di tingkat kabupaten.
Semoga keberhasilan ini menjadi awal dari prestasi-prestasi lainnya dan mendorong semangat literasi di kalangan mahasiswa pertanian untuk terus berkarya, berinovasi, dan berkontribusi bagi masyarakat.

PEDF

Humas – Jurusan Pertanian
Politeknik Negeri Subang

Tiga Mahasiswa Prodi D3 Agroindustri Berbagi Pengalaman Berharga Selama Mengikuti Kegiatan MSIB Batch 7


Tiga Mahasiswa Prodi D3 Agroindustri Berbagi Pengalaman Berharga Selama Mengikuti Kegiatan MSIB Batch 7

Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) terus memberikan dampak positif bagi mahasiswa di seluruh Indonesia. Salah satu program unggulannya, Magang dan Studi Independen Bersertifikat (MSIB), menjadi jembatan bagi mahasiswa untuk kemampuan di dunia kerja sebelum lulus. Tiga mahasiswa dari Prodi D3 Agroindustri berbagi pengalaman berharga selama mengikuti kegiatan MSIB tersebut. Adapun ketiga mahasiswa yang lolos program MSIB Batch 7 ini terbagi pada 3 tempat berbeda di Indonesia yang telah lolos seleksi mitra Program MBKM diantaranya yaitu, Risqina Eva Maulida dan Riandita Nuraulia melalui Yayasan Edufarmers International Foundation mendapatkan penempatan di Palu Sulawesi Tengah. Satu orang lagi Achmad Khairuddin melaksanakan MSIB di Kementerian Pertanian dengan penempatan Kabupaten Indramayu. Salah satu keuntungan mengikuti MSIB adalah konversi 20 SKS, yang memungkinkan ia tidak perlu mengikuti perkuliahan di semester 5 bagi mereka.  

Risqina Eva Maulida yang melaksanakan kegiatan MSIB di Yayasan Edufarmers International menyampaikan paling berkesannya adalah saya terlibat dalam program pelatihan petani. “Saya berkesempatan berbagi pengetahuan tentang teknik budidaya yang lebih efisien kepada para petani di desa di Kabupaten Indramay. Melihat antusiasme mereka dalam menerapkan ilmu baru dan hasil yang mereka dapatkan membuat saya merasa sangat termotivasi untuk berkontribusi lebih banyak lagi dalam memajukan pertanian” ujarnya. Risqina juga berharap dapat terus berkontribusi dalam pengembangan teknologi pertanian yang berkelanjutan dan dapat meningkatkan kesejahteraan petani serta konsumen.

Sementara Riandita selama mengikuti program MSIB menyampaikan “Saya merasakan pengalaman yang berharga dalam hidup saya. Setelah mengikuti program ini kesan yang saya dapatkan yaitu program ini membantu dalam memberikan wawasan yang lebih dalam mengenai industri kakao, memperluas pengetahuan saya mengenai praktik pertanian berkelanjutan dan pentingnya perawatan tanaman agar mendapatkan keuntungan serta kualitas yang lebih baik. Saya juga belajar bekerja sama tim, pemecahan masalah yang terjadi di lapangan, berkomunikasi secara efektif, dan bertanggung jawab atas tugas yang diberikan. Tentunya dengan program ini dapat mengasah kemampuan saya mulai dari soft skill hingga hard skill.

Achmad Khairuddin menyampaikan selama mengikuti program MSIB di Kementerian Pertanian merupakan pengalaman yang sangat berharga.  Dalam program ini,  Udin mendapat kesempatan untuk belajar langsung dari praktisi di bidang pertanian, memahami pentingnya sebagai seorang penyuluh pertanian, serta mendalami teknik-teknik budidaya yang lebih efektif dan berkelanjutan. Program ini juga memberikan pengalaman nyata dalam melakukan pendampingan kepada petani, mengenali tantangan di lapangan, dan mengembangkan solusi berbasis teknologi dan inovasi.  Selain itu, ”Saya dapat berinteraksi dengan peserta dari berbagai latar belakang perguruan tinggi yang ada di Indonesia, memperluas jejaring profesional, dan mendapatkan wawasan baru tentang potensi pertanian yang ada di daerah tempat program magang berlangsung. Adanya aktivitas seperti kunjungan lapangan, diskusi kelompok, dan pelatihan teknis juga menambah pemahaman tentang bagaimana sektor pertanian bisa dikembangkan untuk menjawab tantangan zaman, ujarnya. AR