Mahasiswa D3 Agroindustri Politeknik Negeri Subang Lolos 10 Besar di Subang Innovation Festival (SIF) 2025

Subang – Empat kelompok mahasiswa Program Studi D3 Agroindustri Politeknik Negeri Subang berhasil menorehkan prestasi membanggakan dalam ajang Subang Innovation Festival (SIF) 2025. Keempat tim tersebut lolos ke 10 besar tahap penilaian substansi berkat ide-ide inovatif mereka dalam bidang pengolahan pangan berbasis potensi lokal.

Adapun karya inovasi yang berhasil masuk 10 besar yaitu:
- Kefiberry: Probiotik Ice Cream Kefir
Produk es krim probiotik dengan bahan dasar kefir yang dikembangkan untuk menghadirkan camilan sehat sekaligus mendukung gaya hidup modern yang lebih peduli kesehatan. - Inovasi Pangan Lokal: Sosis Ikan Nila dengan Filler Ubi Kuning
Inovasi olahan sosis berbasis ikan nila yang dipadukan dengan ubi kuning sebagai upaya memanfaatkan komoditas lokal sekaligus meningkatkan nilai gizi. - Greenbite Dinsum (Dinsum Ikan Daun Katuk)
Produk dinamis berupa dimsum sehat yang mengombinasikan ikan segar dengan daun katuk, memberikan nilai tambah baik dari sisi rasa maupun kandungan nutrisi. - Denilicious: Dendeng Ikan Nila
Inovasi pangan berupa dendeng berbahan dasar ikan nila sebagai alternatif pangan kaya protein sekaligus mendukung diversifikasi produk hasil perikanan.
Dari keempat tim tersebut, dua di antaranya kembali mencetak prestasi dengan berhasil menembus 5 besar SIF 2025, yakni:
- Kefiberry: Probiotik Ice Cream Kefir
- Inovasi Pangan Lokal: Sosis Ikan Nila dengan Filler Ubi Kuning
Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa D3 Agroindustri Politeknik Negeri Subang mampu berinovasi dan bersaing dalam menciptakan produk pangan fungsional serta berbasis potensi lokal.
Ketua Jurusan Pertanian Politeknik Negeri Subang menyampaikan apresiasinya terhadap capaian ini. “Prestasi ini menunjukkan semangat dan kreativitas mahasiswa dalam mengembangkan inovasi pangan yang bermanfaat bagi masyarakat. Kami berharap inovasi ini tidak hanya berhenti di ajang kompetisi, tetapi juga dapat dikembangkan hingga tahap komersialisasi,” ujarnya.
Melalui partisipasi di ajang Subang Innovation Festival (SIF) 2025, mahasiswa tidak hanya berkompetisi tetapi juga berkesempatan untuk melatih keterampilan presentasi, kolaborasi tim, serta menumbuhkan jiwa kewirausahaan berbasis inovasi.
HUMAS-PEDF
Dosen D3 Agroindustri Laksanakan Pengabdian Masyarakat: Pengujian Mutu Oncom, Analisis Daya Simpan, dan Nilai Gizi di SMK Yadika Subang
Dosen D3 Agroindustri Laksanakan Pengabdian Masyarakat: Pengujian Mutu Oncom, Analisis Daya Simpan, dan Nilai Gizi di SMK Yadika Subang

Tim dosen Program Studi D3 Agroindustri, Jurusan Pertanian, Politeknik Negeri Subang melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat bertajuk “Pengujian Mutu Produk Oncom: Analisis Daya Simpan dan Nilai Gizi” di SMK Yadika, Kabupaten Subang.
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa dalam menguji kualitas produk pangan lokal, khususnya oncom, yang merupakan salah satu makanan tradisional Jawa Barat. Melalui kegiatan ini, siswa mendapatkan wawasan tentang standar mutu pangan, teknik pengujian laboratorium, serta faktor-faktor yang mempengaruhi daya simpan dan kandungan gizi produk.
Latar Belakang Kegiatan
Oncom adalah produk fermentasi berbasis kedelai atau ampas tahu yang memiliki cita rasa khas dan nilai gizi tinggi. Namun, kualitas oncom dapat menurun jika proses produksi dan penyimpanan tidak tepat. Oleh karena itu, diperlukan pengetahuan yang memadai mengenai pengujian mutu, analisis daya simpan, dan kandungan gizinya.
Melalui pengabdian ini, dosen D3 Agroindustri ingin memberikan pengalaman langsung kepada siswa SMK Yadika untuk melakukan analisis secara ilmiah dengan metode yang tepat.
Rangkaian Kegiatan
Kegiatan dilaksanakan secara tatap muka di laboratorium SMK Yadika dengan beberapa tahapan, antara lain:
- Penyampaian materi teori mengenai standar mutu oncom, parameter uji, dan pentingnya pengendalian kualitas.
- Praktik pengujian fisik dan organoleptik untuk menilai tekstur, aroma, rasa, dan warna oncom.
- Analisis daya simpan dengan mengamati perubahan kualitas oncom selama periode penyimpanan.
- Pengujian nilai gizi seperti kadar protein, lemak, karbohidrat, dan kadar air menggunakan metode laboratorium.
- Diskusi hasil pengujian dan rekomendasi perbaikan proses produksi.
Manfaat bagi Siswa dan Sekolah
Dengan adanya kegiatan ini, siswa SMK Yadika memperoleh:
- Pemahaman tentang mutu produk pangan dan standar keamanannya.
- Keterampilan analisis laboratorium yang dapat diterapkan di dunia kerja.
- Kesadaran pentingnya penanganan pasca-produksi untuk menjaga daya simpan dan kualitas gizi produk pangan.
Kepala sekolah SMK Yadika, mengapresiasi kegiatan ini.
“Pengalaman ini sangat bermanfaat bagi siswa kami, karena mereka dapat belajar langsung dari praktisi dan dosen yang berpengalaman di bidang pengolahan pangan,” ujarnya.
Komitmen Lanjutan
Kaprodi D3 Agroindustri, menegaskan bahwa kerjasama ini akan terus dilanjutkan untuk memberikan pelatihan dan pendampingan di bidang agroindustri, sehingga siswa dapat memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri pangan.
“Kami berharap ilmu yang diberikan dapat memotivasi siswa untuk terus mengembangkan keterampilan dan menjaga kualitas produk pangan tradisional,” ungkapnya.
HUMAS-PEDF
Prestasi Gemilang Dosen Jurusan Pertanian dalam Pendanaan Penelitian dan Hilirisasi Riset
Prestasi Gemilang Dosen Jurusan Pertanian dalam Pendanaan Penelitian dan Hilirisasi Riset

Jurusan Pertanian kembali menunjukan prestasi membanggakan dengan sejumlah dosen yang berhasil lolos mendapatkan pendanaan dari program-program bergengsi pemerintah. Pendanaan ini merupakan bukti nyata kualitas riset yang dihasilkan serta komitmen dalam mendukung pembangunan pertanian yang berkelanjutan dan berorientasi pada ekonomi hijau.
PENERIMA PENDANAAN PROGRAM HILIRISASI RISET – PENGUJIAN MODEL DAN PROTOTIPE
- Fitri Suciati Fitri berhasil memperoleh pendanaan untuk proyek hilirisasi berjudul “Nacha” Whey Fermentasi Kombucha dengan Penambahan Sari Nanas Subang.” Penelitian ini mengembangkan produk minuman fermentasi yang memanfaatkan whey, limbah hasil produksi susu, diperkaya dengan sari nanas khas Subang. Proyek ini tidak hanya menambah nilai produk hasil pertanian dan peternakan lokal tapi juga berpotensi membuka peluang bisnis baru yang inovatif.

PENERIMA PENDANAAN PROGRAM PENELITIAN BATCH II
- Rahmi Rahmawati Melalui risetnya berjudul “Optimasi Formulasi Bioaditif Minyak Atsiri Serehwangi, Cengkeh dan Nilam Subang: Solusi Lokal Bagi Green Economy Global,” Rahmi Rahmawati mengembangkan inovasi bioaditif berbahan minyak atsiri yang mendukung keberlanjutan lingkungan serta memberikan nilai tambah pada produk lokal Subang. Riset ini mengusung konsep ekonomi hijau global, yang sejalan dengan tren dan kebutuhan dunia akan solusi ramah lingkungan.
- Tita Nurmalinasari Hidayat Dengan penelitian “Menggali Nilai Kewarganegaraan dari Agrobisnis Kampung Adat: Narasi Lokal untuk Pendidikan Karakter dan Pembangunan Desa,” Tita memberikan kontribusi besar dalam menguatkan nilai kultural dan kewarganegaraan melalui agrobisnis khas desa adat. Pendekatan ini diharapkan dapat memperkuat karakter masyarakat desa sekaligus mendorong pembangunan wilayah yang berkelanjutan.
Keberhasilan para dosen Jurusan Pertanian dalam meraih pendanaan menegaskan posisi jurusan pertanian sebagai pusat riset unggulan yang mampu menghasilkan inovasi bermutu tinggi dan berdampak nyata. Selamat kepada para penerima pendanaan atas dedikasi dan kerja kerasnya. Semoga riset ini mampu mendorong kemajuan pertanian dan pembangunan desa yang berkelanjutan.
HUMAS-PEDF
PEKMAS : Pemanfaatan Pekarangan Rumah dengan Polibag Hijau dalam Mewujudkan Lingkungan Asri dan Produktif
PEKMAS : Pemanfaatan Pekarangan Rumah dengan Polibag Hijau dalam Mewujudkan Lingkungan Asri dan Produktif
Dosen dan mahasiswa Program Studi Teknologi Produksi Tanaman Pangan, Jurusan Pertanian, ikut ambil bagian dalam pengabdian masyarakat dengan mengadakan penyuluhan tentang pemanfaatan pekarangan rumah menggunakan konsep Polibag Hijau. Kegiatan ini bertujuan untuk mendorong masyarakat, terutama kalangan ibu-ibu rumah tangga di Desa Sadawarna, agar mampu mengoptimalkan lahan pekarangan yang terbatas dengan menanam komoditas sayuran yang sering dikonsumsi sehari-hari. Melalui kegiatan ini, diharapkan ketahanan pangan berkelanjutan dapat ditingkatkan dari lingkungan rumah sendiri.
Konsep Polibag Hijau
Polibag Hijau merupakan inovasi pemanfaatan polibag sebagai media tanam yang praktis dan efisien dalam skala rumah tangga atau pekarangan kecil. Konsep ini tidak hanya berfokus pada aspek produktivitas dengan menanam sayuran dan tanaman konsumsi, tapi juga berupaya menciptakan lingkungan yang lebih asri, hijau, dan estetik. Polibag fleksibel dan mudah dipindahkan, sehingga sangat cocok untuk ruang terbatas yang biasa ditemukan di lingkungan perumahan modern.
Melalui penyuluhan tersebut, masyarakat diajak untuk mulai menanam komoditas hijau dengan perawatan mudah, sehingga meskipun hanya memiliki lahan terbatas, pekarangan rumah tetap bisa dimanfaatkan secara fungsional dan memperindah lingkungan sekitar.
Peserta dan Suasana Kegiatan
Penyuluhan ini diikuti oleh wanita tani dari Desa Sadawarna sebagai peserta utama, yang selain bertujuan meningkatkan produktivitas pangan rumah tangga juga untuk menambah wawasan dalam bidang pertanian modern. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Koordinator Penyuluh Cibogo dan Penyuluh Desa Sadawarna, yang memberikan pendampingan serta dukungan teknis guna memastikan keberhasilan penyuluhan.
Suasana penyuluhan berjalan hangat dan interaktif, dengan kesempatan bagi peserta untuk belajar langsung cara menyusun media tanam, memilih jenis sayuran yang cocok, serta teknik perawatan polibag agar tanaman tumbuh optimal. Diskusi yang terjadi turut memperkaya pemahaman peserta mengenai manfaat Polibag Hijau dalam mendukung pola hidup sehat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.
Kegiatan pengabdian masyarakat ini menunjukkan komitmen dosen dan mahasiswa dalam menerapkan ilmu pertanian secara langsung kepada masyarakat, yang tidak hanya meningkatkan produktivitas pangan tetapi juga mewujudkan lingkungan yang lebih asri dan sehat. Dengan Polibag Hijau, semangat menanam di pekarangan rumah yang sempit bisa menjadi solusi cerdas bagi ketahanan pangan di tingkat rumah tangga dan mendukung pertanian berkelanjutan.
HUMAS – PEDF
Pengabdian Masyarakat Prodi Sarjana Terapan Teknologi Produksi Tanaman Pangan: Penyuluhan Pengendalian Hama Ulat Penggulung Daun Padi dengan Pestisida Nabati di Desa Cibogo
Pengabdian Masyarakat Prodi Sarjana Terapan Teknologi Produksi Tanaman Pangan: Penyuluhan Pengendalian Hama Ulat Penggulung Daun Padi dengan Pestisida Nabati di Desa Cibogo

Dosen dan mahasiswa Program Studi Teknologi Produksi Tanaman Pangan, Jurusan Pertanian, baru-baru ini melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat berupa penyuluhan pengendalian hama ulat penggulung daun padi menggunakan pestisida nabati. Kegiatan ini menjadi langkah awal yang penting untuk mendukung pertanian ramah lingkungan dan berkelanjutan di Desa Cibogo, Kecamatan Cibogo, Kabupaten Subang.
Penyuluhan ini berjalan dengan lancar dan mendapat sambutan yang sangat positif dari para petani yang hadir. Antusiasme peserta terlihat jelas, khususnya saat praktik pembuatan pestisida nabati dan sesi diskusi yang berlangsung hangat setelahnya. Dengan kegiatan ini, dosen dan mahasiswa berharap agar para petani mulai menerapkan pestisida nabati sebagai alternatif pengendalian hama yang lebih aman, sehat, dan ramah lingkungan dibandingkan dengan penggunaan pestisida kimia.
Lokasi dan Peserta Kegiatan
Penyuluhan dilaksanakan secara langsung di kediaman Bapak Wawan, anggota Kelompok Tani (Gapoktan) “Lumbung Sejahtera,” yang berlokasi di Desa Cibogo. Suasana kegiatan berlangsung sangat akrab, penuh keakraban dan semangat kebersamaan yang tinggi. Bertempat di rumah Ketua Gapoktan, kegiatan ini terasa santai namun tetap kondusif dan sangat relevan dengan lingkungan pertanian para petani sehari-hari.
Sebanyak 24 petani laki-laki tergabung dalam Gapoktan “Lumbung Sejahtera” mengikuti kegiatan penyuluhan ini. Para peserta berasal dari berbagai usia dan latar belakang pengalaman bertani. Meskipun berbeda pengalaman, secara umum mereka adalah petani aktif yang secara intensif mengelola lahan pertanian padi. Kehadiran tepat waktu dan keaktifan mereka selama sesi penyuluhan merupakan bukti tingginya antusiasme peserta.
Pendampingan dan Monitoring
Selain anggota Gapoktan, kegiatan ini juga dihadiri oleh perwakilan dari Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Cibogo yang hadir sebagai pendamping kegiatan sekaligus untuk melakukan monitoring dan evaluasi penyuluhan di tingkat desa. Kehadiran BPP memberikan dukungan tambahan dalam memastikan kegiatan berjalan sesuai tujuan dan hasilnya dapat terserap dengan baik oleh para petani.
Kegiatan pengabdian masyarakat ini tidak hanya menjadi ajang transfer ilmu dan teknologi tetapi juga memperkuat hubungan antara akademisi dengan masyarakat petani. Melalui kolaborasi ini, diharapkan pertanian di Desa Cibogo dapat lebih maju dengan menerapkan teknik pertanian yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.
HUMAS- PEDF
Seminar Nasional: Mahasiswa dan SDGs – Aksi Kecil Menuju Dampak Global di Bidang Pangan
Seminar Nasional: Mahasiswa dan SDGs – Aksi Kecil Menuju Dampak Global di Bidang Pangan

Pada Senin, 14 Juli 2025, telah berlangsung Seminar Nasional dengan tema “Mahasiswa dan SDGs: Aksi Kecil Menuju Dampak Global di Bidang Pangan” yang diselenggarakan oleh HIMAPERTA (Himpunan Mahasiswa Pertanian). Seminar ini bertujuan menginspirasi mahasiswa sebagai generasi penerus untuk berkontribusi secara nyata dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya dalam aspek ketahanan pangan.
Seminar menghadirkan narasumber kompeten di bidang ketahanan pangan. Narasumber pertama adalah Vini Pisonia, SP., MM, seorang Analis Ketahanan Pangan Ahli Muda dari Dinas Ketahanan Pangan Subang, yang membawakan materi terkait kondisi dan tantangan ketahanan pangan nasional sekaligus peluang inovasi aksi kecil dari generasi muda yang memberikan dampak besar secara global.
Narasumber kedua, Maulnan Hasbi Asshidiq, S.PT, Technical Service dari PT Malindo Feedmill Tbk, membahas peran industri peternakan dan produksi pakan dalam menjaga ketersediaan dan keberlanjutan pangan, serta pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk mewujudkan SDGs di bidang pangan.
Acara seminar dipandu oleh moderator Wawan Setiawan, SP., M.Si, dosen dari Jurusan Pertanian, yang berhasil mengalirkan diskusi interaktif dan sesi tanya jawab yang hidup antara narasumber dan peserta seminar. Keterlibatan aktif mahasiswa HIMAPERTA sebagai panitia sukses menyelenggarakan acara tersebut dengan baik dan tertib.
Seminar ini menjadi wadah penting untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa mengenai tantangan global di sektor pangan dan mendorong mereka melakukan aksi nyata, sebagai bagian dari kontribusi kecil yang berpotensi membawa perubahan besar, sesuai dengan semangat SDGs.
HUMAS – PEDF
Sambut 6 Dosen Baru di Jurusan Pertanian Politeknik Negeri Subang
Sambut 6 Dosen Baru di Jurusan Pertanian Politeknik Negeri Subang

Politeknik Negeri Subang (Polsub) kembali menghadirkan tenaga pengajar baru yang akan menguatkan kualitas pendidikan di Jurusan Pertanian. Enam dosen baru ini membawa keahlian dan pengalaman yang beragam di bidang pertanian dan ilmu pendukungnya. Berikut profil singkat dari mereka:
1. Erin Nur Fitriani, S.T.P., M.T.P – Teknologi Industri Pertanian
Erin Nur Fitriani bergabung sebagai dosen di bidang Teknologi Industri Pertanian. Dengan latar belakang pendidikan S.T.P. dan M.T.P., beliau menguasai pengolahan hasil pertanian yang berfokus pada inovasi teknologi untuk meningkatkan nilai tambah produk pertanian.
2. Muhammad Abdillah Hasan Qonit, M.T.P. – Teknologi Agroindustri
Muhammad Abdillah Hasan Qonit memiliki keahlian di bidang Teknologi Agroindustri, yang mencakup proses pengolahan dan pengemasan hasil pertanian sehingga dapat memenuhi standar industri dan pasar.
3. Inayah Rahmawati Putri Utami, M.P – Agribisnis
Inayah Rahmawati Putri Utami mengampu bidang Agribisnis dengan fokus pada aspek ekonomi dan manajemen dalam sektor pertanian. Beliau membekali mahasiswa dengan pengetahuan tentang pengelolaan bisnis pertanian yang berkelanjutan dan menguntungkan.

4. Wawan Setiawan, S.P., M.Si. – Hama Penyakit Tanaman
Wawan Setiawan memiliki spesialisasi di bidang Hama dan Penyakit Tanaman. Keahliannya sangat penting dalam melindungi tanaman dari gangguan hama dan penyakit yang dapat mengancam produksi pertanian.
5. Meridian Khairad, S.Pd., M.Si. – Matematika
Meridian Chaired mengajarkan Matematika sebagai mata kuliah penunjang di jurusan pertanian. Penguasaan matematika sangat membantu dalam analisis data, perencanaan, hingga pengembangan teknologi pertanian.
6. Faris Nur Fauzi Athallah, M.P. – Ilmu Tanah
Faris Nur Fauzi Athallah mengkhususkan diri di Ilmu Tanah, yang mempelajari sifat dan kondisi tanah serta pengelolaannya untuk mendukung pertanian yang produktif dan berkelanjutan.
Kehadiran dosen-dosen baru ini diharapkan dapat memperkuat pengajaran dan penelitian di jurusan pertanian Politeknik Negeri Subang, sehingga mencetak lulusan yang siap menghadapi tantangan dunia pertanian modern.
HUMAS JPERTA – PEDF
Mahasiswa D3 Agroindustri Gelar Mini Expo: Inovasi Pengolahan Limbah Agroindustri Ramah Lingkungan
Mahasiswa D3 Agroindustri Gelar Mini Expo: Inovasi Pengolahan Limbah Agroindustri Ramah Lingkungan

Subang, Juli 2025 — Mahasiswa Program Studi D3 Agroindustri Jurusan Pertanian Politeknik Negeri Subang kembali menunjukkan kepedulian dan kreativitasnya terhadap isu lingkungan melalui kegiatan Mini Expo Produk Inovasi Teknologi Pengolahan Limbah Agroindustri. Expo ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk memamerkan hasil karya inovatif mereka dalam mengolah limbah agroindustri menjadi produk bernilai guna tinggi dan ramah lingkungan.
Sebagai bagian dari mata kuliah yang mengintegrasikan aspek teknologi, keberlanjutan, dan pemberdayaan sumber daya lokal, kegiatan ini menekankan pentingnya pengelolaan limbah yang bijak dalam industri pertanian dan pangan. Produk-produk yang dihadirkan merupakan hasil proyek mahasiswa yang telah melalui proses riset, formulasi, uji coba, dan penyempurnaan.

Produk Inovasi Mahasiswa D3 Agroindustri sebagai berikut:
Biodegradable Foam
Busa ramah lingkungan dari limbah pertanian yang dapat terurai secara alami, sebagai alternatif pengganti styrofoam konvensional.
Eco Enzyme
Cairan multifungsi hasil fermentasi limbah organik rumah tangga, dapat digunakan sebagai pembersih serbaguna dan pupuk cair alami.
Eco Block
Bata ramah lingkungan yang dibuat dari limbah pertanian dan abu sekam, cocok sebagai bahan bangunan berkelanjutan.
Biodiesel Minyak Jelantah
Energi alternatif hasil proses transesterifikasi dari minyak goreng bekas yang dapat digunakan sebagai bahan bakar ramah lingkungan.
Tinta Limbah Daun
Inovasi tinta alami dari ekstrak daun limbah, bebas bahan kimia berbahaya, cocok untuk kebutuhan edukasi dan seni.
Biogas
Pemanfaatan limbah organik menjadi sumber energi terbarukan berupa gas metana, ideal untuk kebutuhan rumah tangga dan skala kecil.
Kegiatan mini expo ini bertujuan untuk mendorong mahasiswa berpikir kritis dan kreatif dalam mengelola limbah agroindustri yang selama ini kurang dimanfaatkan. Dengan pendekatan berbasis teknologi tepat guna dan keberlanjutan, mahasiswa dilatih untuk mengembangkan solusi nyata terhadap permasalahan limbah, sekaligus menciptakan peluang usaha berbasis ekonomi sirkular. Expo ini juga menjadi ajang untuk menumbuhkan semangat inovasi, kolaborasi, dan kesadaran lingkungan di kalangan generasi muda agroindustri.
Dosen pengampu dan pengunjung expo mengapresiasi semangat dan ketekunan mahasiswa dalam mengembangkan produk-produk inovatif yang berdampak positif bagi lingkungan. Beberapa produk bahkan dinilai potensial untuk dikembangkan lebih lanjut dalam skala industri kecil dan menengah. Harapannya, kegiatan ini dapat menjadi pemicu lahirnya lebih banyak inovasi berbasis limbah yang tidak hanya menyelesaikan masalah lingkungan, tetapi juga menciptakan nilai tambah dan peluang ekonomi baru.
HUMAS
PEDF
EXPO Mini Produk Inovasi Mahasiswa: Kreasi Bermanfaat dari Mata Kuliah Teknologi Lemak dan Minyak
EXPO Mini Produk Inovasi Mahasiswa: Kreasi Bermanfaat dari Mata Kuliah Teknologi Lemak dan Minyak

Subang, Juli 2025 — Inovasi dan kreativitas kembali ditunjukkan oleh mahasiswa D3 Agroindustri Politeknik Negeri Subang dalam kegiatan EXPO Mini Produk Inovasi. Kegiatan ini merupakan bagian dari tugas akhir mata kuliah Teknologi Lemak dan Minyak, di mana mahasiswa ditantang untuk menciptakan produk berbasis lemak dan minyak nabati yang tidak hanya bermanfaat, tetapi juga memiliki nilai tambah secara fungsional dan ekonomis.
Expo ini menampilkan beragam produk inovatif hasil olahan mahasiswa yang mengangkat konsep ramah lingkungan, natural, dan aplikatif dalam kehidupan sehari-hari. Tidak hanya memamerkan hasil, para mahasiswa juga mempresentasikan latar belakang pembuatan produk, proses formulasi, serta manfaat dan keunggulan produk yang dikembangkan.

Produk-Produk Inovatif Mahasiswa:
- Spray Anti Nyamuk
Produk berbasis minyak esensial alami yang aman digunakan dan ramah lingkungan, dengan aroma menyegarkan serta efektif mengusir nyamuk. - Natural Soap
Sabun mandi berbahan dasar minyak nabati dan bahan alami tanpa bahan kimia sintetis, cocok untuk kulit sensitif. - Balsem
Balsem herbal hangat dengan campuran minyak atsiri, membantu meredakan pegal dan memberikan efek relaksasi. - Flake Soap
Sabun kering dalam bentuk serpihan praktis, ideal digunakan saat bepergian atau untuk penggunaan sekali pakai. - Lip Balm Avotela
Pelembab bibir berbahan dasar minyak alpukat dan minyak kelapa, diformulasikan untuk menjaga kelembapan alami bibir. - Gel Penunjang Belajar
Gel aromaterapi yang dirancang untuk meningkatkan fokus belajar, menggunakan campuran minyak esensial peppermint dan lavender. - Pembersih Kaca
Produk pembersih kaca ramah lingkungan berbasis minyak jeruk dan alkohol alami, efektif menghilangkan noda dan memberikan kilau. - Pelembab Alami
Pelembab kulit dengan bahan dasar minyak nabati yang diformulasikan tanpa bahan kimia sintetis, cocok untuk semua jenis kulit. - Hand Gel
Gel pembersih tangan tanpa alkohol dengan tambahan minyak esensial antibakteri, lembut di kulit namun tetap higienis.
Kegiatan expo mini ini bertujuan untuk memberikan pengalaman nyata kepada mahasiswa dalam mengembangkan produk dari teori yang telah dipelajari. Mahasiswa diajak untuk memahami potensi lemak dan minyak nabati tidak hanya sebagai bahan pangan, tetapi juga sebagai bahan baku produk non-pangan yang bernilai guna tinggi. Selain itu, kegiatan ini mendorong mahasiswa untuk kreatif, inovatif, dan solutif dalam menciptakan produk yang ramah lingkungan serta sesuai dengan kebutuhan pasar masa kini.
Karya-karya mahasiswa mendapat sambutan positif dari dosen pembimbing dan para pengunjung. Banyak produk yang dinilai potensial untuk dikembangkan lebih lanjut dalam skala usaha kecil dan menengah (UKM). Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa tidak hanya memiliki pemahaman teoritis, tetapi juga mampu mengaplikasikan ilmu teknologi lemak dan minyak secara praktis dalam dunia industri maupun wirausaha.
HUMAS
PEDF
EXPO Produk Inovasi Mahasiswa D3 Agroindustri: Kreasi Lezat dan Inovatif dari Hasil Ternak dan Perikanan
EXPO Produk Inovasi Mahasiswa D3 Agroindustri: Kreasi Lezat dan Inovatif dari Hasil Ternak dan Perikanan

Subang, Juli 2025 — Mahasiswa Program Studi D3 Agroindustri Politeknik Negeri Subang kembali menunjukkan kreativitas dan inovasinya dalam ajang EXPO Produk Inovasi Mahasiswa. Kegiatan ini merupakan bagian dari mata kuliah Teknologi Pengolahan Hasil Hewani yang bertujuan untuk mengembangkan keterampilan mahasiswa dalam mengolah bahan hasil ternak dan perikanan menjadi produk bernilai tambah.

Kegiatan expo yang digelar secara meriah ini menghadirkan berbagai olahan inovatif dari bahan baku ikan dan produk susu fermentasi. Tidak hanya sekadar memamerkan, para mahasiswa juga menjelaskan proses pembuatan, keunggulan gizi, serta potensi pasar dari setiap produk yang mereka kembangkan.
Inilah 12 Produk Unggulan Mahasiswa:
- Cenyo (Cendol Yoghurt Drink)
Minuman segar perpaduan cendol tradisional dengan yoghurt fermentasi, menciptakan rasa unik yang kaya probiotik. - Greenbite Dimsum
Dimsum sehat berbahan dasar ikan tongkol dan ekstrak daun katuk yang kaya protein dan zat besi. - Bontong (Abon Ikan Tongkol Asap)
Abon gurih dengan aroma asap khas, cocok sebagai lauk praktis dan tahan lama. - Fish Root Bites (Nugget Ikan)
Olahan nugget ikan bergizi tinggi yang praktis dan digemari anak-anak. - SANISAP (Sambal Ikan Nila Asap)
Sambal pedas dengan cita rasa asap yang menggugah selera, menggunakan ikan nila sebagai bahan utama. - PINA YO (Ice Cream Probiotik)
Es krim lezat kaya bakteri baik dari fermentasi susu dan buah segar. - Kenberry (Ice Cream Kefir)
Kombinasi antara es krim dan kefir dengan rasa buah beri yang menyegarkan dan menyehatkan. - Denilicious (Dendeng Ikan Nila)
Dendeng olahan dari ikan nila dengan rasa manis-gurih yang pas dijadikan camilan maupun lauk. - Kornet Ikan Nila
Kornet kaya protein dari daging ikan nila, alternatif sehat pengganti kornet sapi. - Nila Spicy Dumpling
Pangsit isi ikan nila berbumbu pedas khas Nusantara, cocok untuk cemilan maupun makanan berat. - Nilago (Sosis Ikan Nila)
Sosis bergizi yang diolah dari daging ikan nila, cocok untuk anak-anak dan dewasa. - Basinil (Bakso Ikan Nila)
Bakso gurih dan lembut berbahan dasar ikan nila, pilihan sehat bebas MSG.
Kegiatan EXPO Produk Inovasi Mahasiswa ini bertujuan untuk mengasah kemampuan mahasiswa dalam menciptakan produk olahan hasil hewani yang inovatif, higienis, dan bernilai jual. Melalui mata kuliah Teknologi Pengolahan Hasil Hewani, mahasiswa diarahkan untuk menerapkan ilmu yang telah diperoleh di kelas ke dalam praktik nyata, mulai dari pemilihan bahan baku, formulasi produk, proses pengolahan, hingga pengemasan dan presentasi produk. Expo ini juga menjadi sarana untuk melatih jiwa kewirausahaan mahasiswa dengan memperkenalkan potensi komersial dari produk olahan lokal, khususnya hasil perikanan dan peternakan. Selain itu, kegiatan ini mendorong mahasiswa untuk peka terhadap potensi sumber daya lokal dan mampu menciptakan solusi berbasis pangan yang sehat, bergizi, serta berdaya saing tinggi di pasaran.
Kegiatan ini mendapat apresiasi dari dosen pengampu, praktisi industri, dan pengunjung yang hadir. Produk-produk mahasiswa dinilai layak dikembangkan menjadi produk komersial karena memiliki cita rasa khas, nilai gizi tinggi, dan daya tarik kemasan yang baik.
Diharapkan melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya mampu menguasai teori, tetapi juga siap menghadapi tantangan dunia industri pangan secara nyata.
HUMAS
PEDF